SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS MAKNA TANDA IKLAN TELEVISI VERSI HUJAN TAHUN 2016 DARI PRODUSEN SEPATU MEREK AP BOOTS

Arif Ilham Habib

Abstrak


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan tanda yang ada dalam iklan TVC AP Boots versi Hujan. Bagaimana makna keseluruhan yang terkandung dalam iklan TVC AP Boots versi Hujan. Penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai sebagai acuan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis semiotika dari Roland Barthes. Barthes berpendapat, bahasa adalah sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari masyarakat tertentu, dalam waktu tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan analisis semiotik dari Roland Barthes. Iklan yang ditujukan untuk semua kalangan masyarakat menengah dan bawah yang memiliki aktifitas luar ruangan, dengan memanfaatkan kondisi masyarakat saat terjadi musim hujan untuk masa pengiklanannya. Proses penafsiran atau pemberian makna pada iklan TVC AP Boots versi Hujan ini menggunakan semiotika Roland Barthes. Barthes membagi proses penafsiran terhadap tanda menjadi dua tingkatan, yaitu denotasi dan konotasi. Berdasar elemen iklan pada televisi, yaitu elemen berupa video, audio, talent,

setting, promps, graphic dan paccing. Semua elemen ini berkaitan sehingga tidak mudah dimengerti. Untuk mendapatkan dan memahami isi pesan di balik iklan ini, diperlukan kajian semiotika interpretatif sebagai pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan pesan yang terkandung di balik iklan ini. Setelah melalui analisis semiotika Roland Barthes dengan menemukan makna denotatif dan konotatif, maka hasil penelitian ini terungkap bahwa setiap iklan tersebut menggunakan citra ketangguhan yang dapat kita peroleh dengan menggunakan produk AP Boots. Masyarakat mampu mendapat segala ketangguhan dan keamanan dari sesuatu yang bersifat pelindungan untuk diri sendiri untuk setiap aktifitas saat menghadapi kondisi cuaca ekstrim yang melanda. Meski pada kenyataannya masyarakat Indonesia sendiri masih berada pada taraf menengah kebawah, dan masyarakat lebih suka menunggu situasi yang dirasa aman untuk melanjutkan aktifitas, meski dirasa aman tetap saja adanya banyak bahaya untuk diri sendiri yang menanti perlu diantisipasi.