SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perancangan Wayfinding System Kampung Coklat Blitar Untuk Mendukung AKtivitas Branding

Icha Chindyana

Abstrak


ABSTRAK

Chindyana, Icha. 2017. Wayfinding System untuk Membantu Aktivitas Branding, Blitar Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn. (2) Andreas Syah Pahlevi S.Sn, M.Sn

Kata Kunci: Environmental Graphic Design, Wayfinding System, Grafis Lingkungan, Branding, Kampung Coklat Blitar.

Kampung Coklat Blitar, salah satu tempat wisata edukasi kakao yang terletak di Jl, Benteng Blorok No. 18, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar, merupakan salah satu tempat wisata edukasi yang melakukan pembibitan coklat hingga dapat memproduksi coklat menjadi olahan siap makan, bahkan mengekspor biji coklat. Banyaknya pengunjung yang terus bertambah setiap tahunnya menuntut agar tempat wisata meningkatkan sarana dan pelayanan untuk pengunjung, terutama dalam mengakses informasi di lokasi wisata.

Wayfinding system dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan tanda, petunjuk arah, ornamen grafis pada sebuah bangunan, dan segala bentuk objek baik dua maupun tiga dimensi. Wayfinding adalah salah satu media yang berfungsi untuk membentuk dan mengorganisir lingkungan agar lebih layak ditempati, melalui serangkaian tanda yang mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat secara luas. Perancangan wayfinding ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu aktivitas branding Kampung Coklat, sehingga dapat menjadi tempat wisata yang berkualitas dan memiliki citra positif, baik dalam segi pelayanan, pemeliharaan lingkungan, maupun kemudahan pengunjung dalam mengakses informasi di tempat wisata.

Penelitian ini menggunakan rancangan secara problem solving dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan        wawancara, observasi, kuisioner, dan studi literatur. Tiga komponen dalam penelitian yaitu: (1) Place, lingkungan fisik wisata Kampung Coklat; (2) Actor, manager operasional/event dan PR, masyarakat sekitar wisata, dan pengunjung; (3) Activity. Kemudahan dalam mengakses fasilitas, kenyamanan pengunjung dengan lingkungan, interaksi antara tempat wisata dengan wisatawan. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan dari analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, seiring dengan meningkatnya pengunjung tiap tahunnya serta akan diadakan perluasan area wisata, maka Kampung Coklat perlu meningkatkan layanan dan fasilitas untuk pengunjung terutama kemudahan dalam mengakses informasi. Kedua, wayfinding yang dirancang di lokasi wisata harus bersifat informatif dan strategis dalam segi penempatan maupun segi ergonomi, sehingga wayfinding dapat berfungsi dengan baik. Ketiga, persepsi dan perilaku pengunjung sangat menentukan dalam proses keputusan kunjungan, untuk inilah wayfinding dibutuhkan untuk memberikan citra positif kepada pengunjung.

 

ABSTRACT

Chindyana, Icha. 2017. Wayfinding System to Help Branding Activity, Blitar. Undergraduate Thesis. Department of Art and Design, Faculty of Letter, State University of Malang. Supervisors: (1) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn. (2) Andreas Syah Pahlevi S Sn, M.Sn

Keywords: Environmental Graphic Design, Wayfinding System, Graphic environment, Branding, Kampung CoklatBlitar.

Kampung CoklatBlitar, located in Jl. BentengBlorok No. 18, Plosorejo, Kademangan, Blitar, is one of educational tour that do chocolate breeding to be able to produce chocolate into ready-to-eat process, even exporting cocoa beans. The increasing number of visitorse very year demands that the tourism attractions increase its facilities and services for the visitors, especially accessing information at the tourism sites.

Wayfinding system can be defined as something that related to signs, directions, graphic ornaments on a building, and any forms whether 2 dimensions or 3 dimensions. Wayfinding is one of media that serves to formed and organized the environment to be more feasible occupied, through a series of signs that easily understood by audiance. This wayfinding’s are implanted with the purpose to help the branding activities of Kampung Coklat, so it can become a tourism attraction with a certain quality and have a positive image in terms of services, environmental maintenance, and ease of visitors in accessing information at the tourism sites.

This research used problem solving research design with descriptive qualitative approach. The data was collected through interview, observation, questionnaire, and study of literature. The three components in the research were: (1) Place, Kampung Coklat physical environment; (2) Actor, operational/event manager and PR, neighboring community, and visitors; (3) Activity. The convenience in accessing the facilities, visitors comfort with the environment, interaction between tourism sites with the visitors. The data analysis started from data reduction, data display, and drawing conclusion.

Based on the data analysis, obtained the research result conclusion as follows. First, as the number of visitors increased every year and the tourism area will be expanded, so Kampung Coklat needed to increase its services and facilities for the visitors especially in accessing information. Second, the wayfinding which designed in tourism sites must be informative and strategic in terms of placement and ergonomic, so the wayfinding can function well. Third, perception and behavior of visitors were crucial in the visitors’ decision process, therefore wayfinding was needed to provided positive image to the visitors.