SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Visual Karakter Tipe Tachi dalam Game Online Touken Ranbu

Enggar Setya Pratiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Givary, Fatwa. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Untuk Siswa SMP Kelas VIII Mata Pelajaran Prakarya.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M. Hum, (II) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, MT.

 

Kata kunci: Media pembelajaran, Animasi, Prakarya.

Proses pendidikan sebisa mungkin diselenggarakan secara menyenangkan dan memotivasi siswa. Untuk itu maka inovasi dalam media pembelajaran diperlukan agar meningkatkan proses pembelajaran. Namun dari hasil observasi media pembelajaran Prakarya di kelas VIII SMP 3 Ma’arif terlihat bahwa peserta didik bosan dengan pembelajaran Prakarya.Hal ini wajar karena mata pelajaran Prakarya tergolong baru di kurikulum 2013 sehingga masih minim dalam pengembangan medianya.Selama ini media yang digunakan hanyalah buku yang diterbitkan oleh pemerintah. Media yang dikembangkanadalahanimasi karena melibatkan dua sensor indra dalam menangkap informasisehinggamudahdipahami. Selain itu media animasi dipilih karena animasi merupakan tontonan yang banyak digemari oleh kalangan pelajar.

Tujuan penelitianiniadalah mengembangkan media pembelajaran animasi. Bab yang dikajiadalah Kerajinan, kompetensi dasar pengetahuan bahan dan proses limbah anorganik, dan  prinsip pengolahan limbah anorganik kelas VIII SMP. Media nantinyaberbentukvideo berformat MP4.

Metode pengembangan ini menggunakan model proseduralyang bersifat diskriptif dimana setiap langkah harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk.Alur model pengembangan dimulai dengan mencari potensi dan masalahdenganmelakukanobservasi dan melalui analisis penelitian sebelumnya.Mengambildata berupa materi pembelajaran yang dirujuk dari buku siswaKurikulum 2013, membuat desain awal, konsultasi, revisi, hingga uji coba yang dilakukan di SMP 3 Ma’arif.Bagianakhirprodukpengembangandapatditerapkan di sekolah.

 

Analisis data mengenai aspek efektifitas media menunjukkan kualifikasi layak, artinya media ini memang benar-benar dirancang dengan baik (learning resources by design). Aspek penyampaian materi untuk media masuk kualifikasi sangat layak. Berarti media dapat menjalankan fungsinya sebagai sebagai wadah dari pesan yang ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut. Aspek efektifitas materi dinilai baik dalam penggunaannya sebagai media pembelajaran. Sehinggamedia dapat untuk merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar siswa.Pengembangan lainnya selain media animasi ini untuk pembelajaran, media ini juga bisa dikembangkan untuk ditayangkan secara umum seperti film animasi di televisi.