SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

VISUALISASI OBJEK KARYA TATIK SIMANJUNTAK YANG BERJUDUL SHINTA OBONG DAN DEWA RUCI BIMA SERTA LATAR BELAKANG PROSES PENCIPTAAN OBJEK DALAM KARYA TERSEBUT

Lia Anistia

Abstrak


ABSTRAK

 

Anistia.Lia. 2016. Studi Lukisan Tatik Simanjuntak yang Berjudul Shinta Obong dan Dewa Ruci Bima Ditinjau dari Visualisasi Objek Wayang dan Latar Belakang Proses Penciptaan Karya.Skripsi, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra, UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I) Dra Lilik indrawati M.Pd, (II) Ike RatnawatiS.Pd, M.Pd

 

Kata Kunci :Seniman, Lukisan, dan Latar Belakang Seniman memunculkan objek.

Seni Lukis adalah salah satu cabang seni rupa yang berkembang dari masa ke masa hingga sekarang ini. Dari masa yang lalu hingga sekarang, sudah banyak sekali berbagai jenis lukisan yang telah muncul dengan beragam motif dan jenis lukisannya. Tatik Simanjuntak merupakan seorang seniman lukis media kaca yang sudah sangat berbakat dan telah mengikuti pameran diberbagai tempat selain itu pengalaman dan penghargaan sudah banyak beliau dapatkan.

Tatik Simanjuntak dengan gaya lukis dekoratif keunikan tersebutlah yang dapat melatarbelakangi peneliti untuk menelitinya terlebih lukisan seperti ini tidak banyak diikuti oleh pelukis lain pada umumnya di kota Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek yang dimunculkan Tatik pada karya yang berjudul Shinta Obong dan Dewa Ruci Bima. Dari hal tersebut peneliti memunculkan sebuah masalah diantaranya (1) Visualisasi objek apa sajakah yang muncul pada lukisan Tatik Simanjuntak yang berjudul Shinta Obong dan Dewa Ruci Bima ? (2) Latar belakang apa yang memotivasi Tatik Simanjuntak memunculkan objek-objek tersebut dalam lukisannya.

 

Dalam lukisan yang berjudul Shinta Obong terdapat beberapa tokoh yang dimunculkan Tatik dalam lukisannya tokoh tersebut terdiri dari Ramawijaya, Prabu Dasamuka, Hanoman, Patih prahasta, dan dayang-dayang sebagai tokoh figuran, Tatik memunculkan karya yang berjudul Shinta Obong ini dikarenakan Tatik sangat mengagumi cerita pewayangan, pada saat itu Tatik berinisiatif untuk membuat karya dengan tema yang berbeda, selama ini Tatik selalu mengusung tema cerita pewayangan dengan tokoh laki-laki dan Tatik ingin membuat tema pewayangan ini sedikit berbeda dengan tema perempuan. Dalam lukisan kedua yang berjudul Dewa Ruci dan Bima terdapat hanya dua tokoh didalamnya sesuai dengan judul Tatik hanya melukiskan dua tokoh tersebut dalam lukisannya yaitu Dewa Ruci dan Bima saja, Tatik memunculkan lukisan ini dikarenakan ada orang asing yang inggin dibuatkan tentang lukisan dengan tema Bima, orang tersebut berkata bahwa akhir-akhir ini dia sangat menyukai buku wayang tentang Bima, dia banyak membaca segala hal tentang Bima.