SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Lakon Wayang Kulit Purwa Dewa Ruci Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Batik Lukis.

Mochamad Ichwan Aziz

Abstrak


ABSTRAK

 

Ichwan, Mochamad. 2017. Lakon Wayang Kulit Purwa Dewa Ruci Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Batik Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ike Ratnawati S. Pd, M. Pd, (II) Lisa Sidyawati S. Pd, M. Pd.

 

Kata Kunci: Lakon, Wayang Kulit Purwa, Dewa Ruci, Penciptaan, Batik Lukis.

Rasa Nasionalisme muncul akibat rasa kebanggaan akan budaya lokal. Kebudayaan lokal khususnya Jawa memiliki nilai adi luhur, yang tercermin pada karya seni sastra, seni rupa dan seni pertunjukan. Hal ini menimbulkan pencipta untuk membuat menciptakan karya seni batik lukis. Karya seni batik lukis tentang Lakon Wayang Kulit Purwa Dewa Ruci, menceritakan sosok Brantasena mencari sebuah Tirtapawitra atau air kehidupan.  Selanjutnya terdapat nilai pendidikan yang terdapat pada Lakon Wayang Kulit Purwa Dewa Ruci.

Penciptaan karya seni batik lukis yang diawali dari kebanggaan akan budaya lokal sebagai sumber ide dan menghasilkan sebuah konsep yakni Lakon Wayang Kulit Purwa Dewa Ruci. Selanjutnya konsep tersebut diolah sehingga menghasilkan ke enam judul karya sebagai wujud Lakon Wayang Kulit Purwa Dewa Ruci. Dalam proses perwujudan ditempuh melalui satu gambar desain setiap judul karya. Hal ini yang menjadi acuan dalam proses visualisasi. Proses visualisasi yakni dengan cara ngloyor, menghilangkan kanji pada kain mori; memola, memindahkan desain pada kain batik; menyanting, menutup kain dengan malam sesuai pola yang diinginkan; mewarnai, memberikan warna pada kain dan nglorot, menghilangkan malam pada kain.  Setelah karya sudah jadi, kemudian karya disajikan dalam bentuk pameran yang didalamnya terdapat uji karya dan melalui apresiasi.

Hasil karya yang divisualisasikan menampilkan 6 karya seni batik lukis, diantaranya Titah Sang Begawan, Geger Candramuka, Segoro Kidul, Geger Tunggal Bayu, Geger Nemburnawa dan Bima Mawas Diri. Perwujudan karya dengan menggunakan media fisik berupa malam dan kain. Karakteristik karya seni batik lukis tersebut merupakan karya yang bergaya dekoratif figuratif dan menggunakan ornamen yang mengacu pada atribut pewayangan sehingga terkesan tradisional.

 

Penciptaan karya seni batik lukis ini, pencipta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang didalamnya terdapat permasalahan hingga mendapatkan solusi. Penciptaan karya seni batik lukis ini merupakan upaya yang akan diimplementasikan menjadi karya seni dan dijadikan media edukasi bagi penikmat dan diri sendiri, dengan harapan supaya generasi muda lebih menghargai kebudayaan dan memiliki rasa ketimuran yang tinggi sehingga dapat membentuk karakter bangsa yang kuat dan beradab.