SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL KORESPONDENSI PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN CARA MEMBUAT SURAT NIAGA KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi pada Peserta Didik Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Pasuruan)

Chalimatus rindawati Sa'deyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Pengembangan modul Korespondensi yang sesuai dengan Kurikulum 2013 sangat dibutuhkan karena modul yang tersedia mengacu pada kurikulum lama. Melalui pengembangan modul ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran pada kompetensi dasar Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga. Pengembangan modul ini bertujuan untuk (1) menghasilkan modul Korespondensi pada kompetensi dasar Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga berbasis Kontekstual pada Peserta Didik SMK kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran, (2) untuk mengetahui kelayakan modul yang telah dihasilkan melalui hasil validasi, dan (3) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik dalam ranah kognitif dan psikomotor antara kelas yang menggunakan modul dengan kelas yang tidak menggunakan modul Korespondensi pada kompetensi dasar Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual.

Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan Borg & Gall dengan langkah-langkah yang telah disesuaikan dengan keadaan lapangan dan batas waktu yang diberikan oleh sekolah yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan. Validasi modul dilakukan oleh 1 ahli modul, 2 ahli materi, dan 33 peserta didik. Jenis data yang terdapat dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yaitu dari hasil wawancara, observasi, serta kritik dan saran dari ahli modul, ahli materi dan pengguna terhadap modul yang sudah dihasilkan. Data kuantitatif terdiri dari perhitungan skor pada lembar validasi oleh ahli modul, ahli materi, dan pengguna, hasil taraf kesukaran soal, hasil daya pembeda soal, serta hasil posttest kelas ekperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah lembar validasi, tes tertulis, wawancara,  dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengukur kelayakan modul adalah dengan uji validitas. Untuk menganalisis butir soal posttest yang baik maka digunakan taraf kesukaran soal dan daya pembeda soal. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu menggunakan independent sample t test dengan taraf kesukaran 5%.

Modul yang telah divalidasi oleh ahli modul adalah 94,22% yang menunjukkan bahwa modul sangat valid, hasil validasi ahli materi adalah 89,78% yang menunjukkan bahwa modul sangat valid, dan hasil uji coba pengguna adalah

 85,86% yang menunjukkan bahwa modul sangat valid. Setelah melaksanakanpembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh rata-rata nilai posttest kelas eksperimen adalah 82,79 dengan standar deviasi 7,232 dan rata-rata nilai kelas kontrol adalah73,35 dengan standar deviasi sebesar 5,592 yang artinya bahwa nilai peserta didik kelas eksperimen kurang homogen. Selanjutnya analisis uji t menunjukkan bahwa nilai thitung> ttabel (5,985 > 1,997) dengan probabilitas

< 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak yang artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

 

Kajian produk dari penelitian dan pengembangan ini adalah (1) produk yang dihasilkan berupa modul Korespondensi Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual, (2) hasil validasi dari ahli modul, ahli materi dan pengguna  menunjukkan kriteria sangat valid, (3) berdasarkan hasil posttest terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Saran Pemanfaatan modul pembelajaran bagi peserta didik yaitu (1) peserta didik disarankan untuk membaca dan mengikuti pentunjuk dalam menggunakan modul ini karena saat proses pembelajaran guru hanya sebagai fasilitator dan peserta didik harus lebih aktif dalam proses pembelajaran, (2) apabila peserta didik menemukan kesulitan atau hal-hal yang belum dimengerti, sebaiknya peserta didik menanyakan kepada guru yang bersangkutan. Saran pemanfaatan modul pembelajaran bagi guru yaitu (1) guru disarankan agar menggunakan Modul Korespondensi Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual pada saat proses pembelajaran, (2) saat proses pembelajaran, guru tidak lagi menjelaskan semua materi kepada peserta didik akan tetapi guru hanya sebagai fasilitator dan merumuskan pengetahuan peserta didik, (3) guru diharapkan menguasai materi yang ada di dalam Modul Korespondensi Menjelaskan Cara Membuat Surat Niaga Berbasis Kontekstual.Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan modul pembelajaran adalah menambahkan kompetensi dasar pada modul dan menambahkan banyak latihan soal yang dapat menimbulkan motivasi peserta didik dengan mengacu pada ranah psikomotor. Selain itu juga menambahkan contoh-contoh nyata dan lebih banyak ilustrasi untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi.