SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Minat Belajar Siswa Kelas VII-D pada Mata Pelajaran Seni Budaya Sub Bidang Seni Tari di SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung

Laili Khoirun Nisak

Abstrak


ABSTRAK

Nisak, Laili Khoirun. 2017. Minat Belajar Siswa Kelas VII-D pada Mata Pelajaran Seni Budaya Sub Bidang Seni Tari di SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Lilik Indrawati, M.Pd, (II)  Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd

 

Kata Kunci: minat belajar, seni budaya, seni tari.

           

            Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa banyak macamnya. Salah satu faktor tersebut adalah minat. Suatu kegiatan yang dilakukan sesuai minat atau keinginan akan menghasilkan prestasi yang menyenangkan. Begitu sebaliknya jika kegiatan dilakukan tidak sesuai dengan minat atau keinginan akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan. Mata pelajaran seni budaya khususnya seni tari adalah salah satu mata pelajaran yang diterapkan di sekolah umum seperti di SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung, berdasarkan observasi tampak perilaku siswa kurang memperhatikan guru ketika mengajar seni tari seperti mengobrol sendiri, gaduh, bermain handphone dan tidak segera menjalankan tugas guru. Perilaku tersebut dapat dikatakan sebagai ciri-ciri kurang berantusias mengikuti pelajaran yang dalam hal ini berkaitan dengan minat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan minat siswa dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi minat siswa kelas VII-D pada mata pelajaran seni budaya sub bidang seni tari di SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung tahun ajaran 2016/2017.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII-D tahun ajaran 2016/2017 di SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel populasi atau sampel total yaitu siswa kelas VII-D di SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung tahun ajaran 2016/2017, berjumlah 38 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan skala Guttman. Untuk menguji kelayakan instrumen peneliti menggunakan uji validasi isi dan uji realibilitas dengan teknik test-retest dengan uji coba angket dilakukan dengan menyebar angket ke anggota bukan sampel. Analisis data menggunakan jenis analisis statistik deskriptif dengan perhitungan persentase.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa (1) pada indikator ketertarikan menggambarkan bahwa sebagian besar siswa (68%) tertarik pada seni tari namun sebagian besar siswa (63%) tidak menyukai pelajaran seni tari dengan alasan membosankan, pada indikator keseriusan, sebagian besar siswa (79%) tidak berantusias untuk menunjukkan hasil belajarnya di depan kelas namun ia lebih suka mengerjakan tugas secara pasif dengan alasan malu dan tidak percaya diri, pada indikator semangat, sebagian besar siswa (74%) tidak berantusias menjawab pertanyaan dengan alasan tidak menguasai materi dan takut salah. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi tidak minat belajar seni tari pada siswa adalah faktor internal yaitu bakat, dan faktor eksternal yaitu dukungan orang tua, guru di sekolah, dan dukungan masyarakat.

Minat belajar siswa kelas VII-D pada pelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Bandung tahun ajaran 2016/2017 tergolong rendah, terlihat bahwa ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran seni tari rendah, akibatnya siswa tidak serius dalam mengikuti pelajaran dan tidak berpartisispasi aktif saat pelajaran berlangsung. Siswa pada umumnya hanya tertarik menjadi penikmat seni tari, tetapi tidak tertarik untuk mempelajarinya. Alasannya adalah, siswa tidak merasa percaya diri untuk berpartisipasi aktif saat pelajaran seni tari. Hal ini dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga karena kurangnya komunikasi antara siswa dan orang tua mengenai pelajaran di sekolah, kurangnya guru dalam merancang media pembelajaran dan minimnya strategi guru dalam memberikan penegasan atau penguatan agar siswa belajar lebih giat. Saran dalam penelitian ini adalah peneliti selanjutnya peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya sebaiknya menambah jumlah populasi lan lebih luas dalam mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi minat belajar. Selain itu, dapat juga menggunakan sampel sekolah lain dan menambah jumlah sekolah yang diteliti sehingga dapat memberikan hasil yang signifikan.