SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IKLAN SPRITE “NYATANYA NYEGERIN” VERSI KENYATAAN YANG MENYEGARKAN PADA MEDIA TELEVISI DITINJAU DARI SEMIOTIKA VISUAL

Alifa Fitriani

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriani, Alifa. 2017. Iklan Sprite “Nyatanya Nyegerin” versi Kenyataan yang Menyegarkan pada Media Televisi ditinjau dari Semiotika Visual. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Dhara Alim Cendekia S.Sn, M.Ds

Kata Kunci : Semiotika Roland Barthes, Iklan Televisi, Sprite “Nyatanya Nyegerin

 

Iklan Sprite “Nyatanya Nyegerin” versi Kenyataan yang Menyegarkan membuat produk Sprite mengalami peningkatan pada posisi Top Brand. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna pada iklan. Penelitian menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif, yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah metode semiotika interpretatif. Dari penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif berdasarkan elemen desain periklanan yang meliputi gambar (ilustrasi), huruf (tipografi), warna, dan layout dan makna denotasi konotasi.

Objek penelitian adalah iklan Sprite “Nyatanya Nyegerin” versi Kenyataan yang Menyegarkan yang akan dibahas dan dianalisis dalam setiap shoot. Setiap shoot akan diidentifikasi, kemudian dilakukan pemaknaan sesuai elemen desain periklanan secara konotasi dan denotasi dalam teori Roland Barthes.

Hasil penelitian menunjukkan Sprite “Nyatanya Nyegerin” menggunakan jenis humor intelektual, penggunaan strategi iklan sebagai reminding, persuasive, persuading,dan permainan emosi menghasilkan daya tarik emosi, kode hermeneutik, dan tanda konotasi yang secara implisit disampaikan berpengaruh terhadap naiknya posisi brand, dan meningkatnya penjualan produk Sprite kepada audiens.

Tanda dan makna pada shoot ketiga merupakan unsur utama dalam pemaknaan iklan Sprite “Nyatanya Nyegerin” versi Kenyataan yang Menyegarkan, hiasan miniatur buaya memegang lehernya menggunakan kedua tangannya. Seakan miniatur  seperti buaya tercekik karena tenggelam sehingga mengeluarkan gelembung. Gelembung dikonotasikan sebagai bahan minuman bersoda. Maka ketika buaya mengeluarkan gelembung dapat dikonotasikan konsumen tidak akan bisa membuat bahan yang sama kualitasnya dengan Sprite karena kualitas Sprite tidak tertandingi. Pemilihan layoutdigambarkan hiu dan buaya di akuarium, akuarium dikonotasikan sebagai benda buatan, dan tidak seoriginal laut. Dapat disimpulkan bahwa konotasi dari iklan Sprite “Nyatanya Nyegerin” versi Kenyataan yang Menyegarkan menggunakan bahan berkualitas tinggi yang tidak dapat ditandingi.

Strategi super ‘A’ menghasilkan daya tarik emosi, dan kode hermeneutik menjadikan iklan Sprite “Nyatanya Nyegerin” meraih Top Brand. Penggunaan makna pada tanda membuat audiens bersemiotik, respon audiens tersebut mengantarkan iklan Sprite menjadi Tob Brand.