SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Motion Graphic Mata Pelajaran Seni Budaya Kompetensi Batik Kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas Mojokerto

Ema Salmianti

Abstrak


Dunia pendidikan tidak lepas dari guru, peserta didik, dan lingkungan yang mendukung. Seperti halnya guru yang tidak lepas dari media pembelajaran. Beberapa pembelajaran di sekolah khususnya mata pelajaran seni budaya menggunakan bahan ajar berupa buku teks pelajaran dan LKS. Berdasarkan observasi di SMPN 1 Trawas, diperoleh informasi bahwa selama proses belajar mengajar guru hanya menggunakan LKS sebagai bahan ajar, sedangkan siswa merasa kurang paham akan penjelasan yang ada di buku dikarenakan ada banyaknya tulisan dan minim gambar. Oleh karena itu perlunya pengembangan media pembelajaran yang efektif agar memudahkan pemahaman siswa dalam belajar. Produk yang dikembangkan adalah media pembelajaran berbasis motion graphic yang di dalamnya termasuk audio dan visual yang menarik. Produk ini dikemas dalam bentuk CD yang berisi pengertian batik, sejarah batik, macam-macam batik di Indonesia, perlengkapan membatik, dan proses membatik.

Penelitian dan Pengembangan ini menggunakan model R&D menurut Sugiyono. Tahap yang dilakukan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu mencari potensi masalah, mengumpulkan informasi, desain produk, validasi desain, perbaikan desain, uji coba produk, dan pembuatan produk massal. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan kuisioner. Subjek uji coba penelitian dan pengembangan ini melalui uji ahli media yaitu Bapak Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn., dan Ibu Dhara Alim Cendikia, S.Sn., M.Ds., dan uji ahli materi yaitu Ibu Ike Ratnawati, S.Pd., M.Pd., dan guru seni budaya Bapak Andrion Soesianto, S.Pd., serta uji kelompok kecil pada 20 orang responden kelas VIII SMPN 1 Trawas.

Data yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kuantitatif deskriptif. Persentase hasil uji coba ahli media sebesar 94,5%, sedangkan uji coba ahli materi sebesar 88,4%, serta uji coba kelompok kecil sebesar 93,43%. Dengan persentase tersebut media pembelajaran berbasis motion graphic ini mendapat jumlah keseluruhan sebesar 92,11% dengan kualifikasi sangat layak digunakan.

 

Produk media pembelajaran berbasis motion graphic ini diharapkan dapat dimanfaatkan semua pihak untuk dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih baik lagi.