SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Simbol Properti Tari Sodor Pada Ritual Karo Di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan

Putri Nurul Islam

Abstrak


Ritual adat Karo di desa Wonokitri, kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan merupakan ritual adat yang menggunakan ikon utama, yaitu sebuah tarian yang disebut tari sodor.Tari sodor adalah tarian sakral yang menceritakan tentang asal mula lahir dan kembalinya manusia. Tari sodor hanya dilakukan pada bulan Karo sasi Tengger. Tari sodor identik menggunakan  properti yaitu tongkat bambu (pring) “Sangkan Paraning Dumadi” yang artinya lahir dan kembalinya manusia di dunia ini.

Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan bentuk properti tari sodor pada ritual Karo di desa Wonokitri, kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan, (2) mendeskripsikan makna simbolik properti tari sodor pada ritual Karo di desa Wonokitri, kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan jenis penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, dan triangulasi metode.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk properti tari sodor pada ritual Karo meliputi, tongkat bambu (pring), biji jagung (las), janur kuning dan serabut kelapa (sepet). (2) makna simbolik properti tari sodor pada tongkat bambu (pring) menggambarkan lahirnya manusia, manusia berasal dari hubungan antara setya dan setuhu atau laki-laki dan perempuan, dari segi bentuk tongkat bambu menggambarkan alat kelamin manusia dan dari segi warna tongkat bambu  berwana hijau yang menggambarkan proses penciptaan mausia itu alami, manusia lahir dari muda hingga tua.

 

Adanya penelitian ini, disarankan bagi petugas yang terlibat dalam proses ritual Karo diharapkan dapat memberikan dorongan positif dalam mengembangkan tari sodor pada ritual adat Karo tanpa merubah pakem atau sifat tradisi khususnya pada propertinya agar tetap terjaga dan lestari