SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MURAL DAN GRAFITI SEBAGAI SALAH SATU UNSUR PENCIPTAAN TATA RUANG OTW FOOD STREET MALANG

Ade Umul Hikmah

Abstrak


ABSTRAK

Hikmah, Ade Umul. 2016. Mural dan Grafiti Sebagai Salah Satu Unsur Penciptaan Tata Ruang OTW Food Street Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardani, M.Pd, (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci: mural, grafiti, interior, OTW Food Street, Malang

OTW Food Street merupakan salah satu waralaba tempat makan dari Jakarta yang berdiri sejak tahun 2015. OTW Food Street ada beberapa cabang di Jakarta yaitu di Meruya, Depok dan juga Kelapa Gading. OTW Food Street Malang berdiri pada tanggal 31 Maret 2016 yang berlokasi di Jalan Bondowoso no. 20, Malang. OTW Food Street menggunakan konsep semi mini foodcourt. Kata OTW dalam OTW Food Street merupakan akronim dari On The Way yang dalam bahasa Indonesia berarti “dalam perjalanan”. Konsep interior yang disajikan oleh pemilik yaitu berupa tema rustic industrial. Mural dan grafiti sendiri merupakan salah satu unsur penciptaan ruang dari OTW Food. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan mural dan grafiti sebagai salah satu unsur penciptaaan  dalam tata ruang OTW Food Street.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penjaringan data menggunakan data yang berasal dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik wawancara kepada pemilik dan mural artist, observasi dan dokumentasi. Dalam hal ini peneliti sebagai  instrumen utama, sedang untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi sumber dan data agar data yang dihasilkan menjadi lebih valid. Kegiatan analisis data menggunakan analisis mengalir yaitu reduksi data, sajian data dan simpulan verifikasinya.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut.(1) Konsep interior yang ingin disajikan oleh pemilik yaitu rustic industrial yang menonjolkan material bangunan yang terkesan “belum selesai”  seperti pada dinding, lantai dan plafon serta furniture yang dominan menggunakan material kayu dan besi bekas; (2) Mural yang dijadikan salah satu unsur penciptaan dalam tata ruang  OTW Food Street menggunakan objek manusia berkepala hewan dan untuk setiap cabang memiliki objek yang berbeda dengan disesuaikan kondisi daerah dan untuk OTW Food Street yang ada di Malang menggunakan hewan yang menjadi simbol dari kota Malang yaitu Singa; (3) Grafiti di OTW Food Street Malang lebih banyak digunakan untuk menerangkan slogan-slogan yang mewakili OTW Food Street tentang travelling dan makanan.

 

Sedangkan untuk saran kepada pihak OTW Food Street Malang ialah hendaknya perlu dilakukan perubahan kembali pada mural dan grafiti yang sudah ada untuk memberikan suasana yang baru bagi para pengunjung yang datang berkunjung ke OTW  Food Street namun masih tetap mempertahankan ciri khas dari kota Malang.