SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRUKTUR PENYAJIAN DAN BENTUK MUSIK IRINGAN PADA KESENIAN JARANAN JUR DI DESA SUKOREJO, KECAMATAN SUTOJAYAN, KABUPATEN BLITAR

dika alus yoeana

Abstrak


ABSTRAK

Yoeana, Dika Alus. 2015. Struktur Penyajian dan Bentuk Musik Iringan pada kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra, Ida Siti Herwati, M.Pd, (2) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si.

Kata kunci: Struktur Penyajian, Bentuk Musik Iringan Kesenian Jaranan Jur

Kesenian Jaranan Jur adalah kesenian Jaranan yang berasal dari Kabupaten Blitar tepatnya di desa Sukorejo. Struktur penyajiannya terdapat pukulan musik yang terbagi lima adegan dan bentuk musik iringan pada kesenian Jaranan Jur menggunakan lima jenis instrumen yaitu kendang, kenong, gong, angklung dan sronen yang memakai nada pelog sebagai salah satu pelarasannya. Kesenian Jaranan Jur ini dipagelarkan saat menginjak hari raya besar Suro untuk memperingati Nabi Muhammad S.A.W di depan rumah Gunaryanto. Hal ini menjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam Struktur Penyajian dan Bentuk Musik Iringan Pada Kesenian Jaranan Jur.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan struktur penyajian kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar (2) Mendeskripsikan bentuk musik Iringan kesenian Jaranan Jur di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Narasumber penelitian ini adalah Sanimin dan Gunaryanto sebagai pengrawit. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan metode.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Strukur Penyajian Musik Iringan pada Kesenian Jaranan Jur disajikan dalam tiga tahapan yaitu pada bagian awal, inti, dan akhir. Dalam bagian awal penyajian kesenian Jaranan Jur dimulai dengan pembukaan yaitu pengumandangan gendhing giro. Kemudian pada bagian inti terdapat pukulan dandan, tayungan, pecahan, sabetan, peperangan, bubaran, sembahan, ukel, barongan dan ndadi yang sudah dibagi dalam lima adegan. Bagian akhir penyajian Jaranan Jur diakhiri dengan musik iringan sampak; (2) Bentuk musik pengiring kesenian Jaranan Jur yang pertama mengarah pada sistem nada yang dipakai dalam permainan musik iringan kesenian Jaranan Jur yaitu laras pelog, kemudian yang ke dua mengarah pada tembang yang menggunakan lagu lama yaitu lagu yang berlaras slendro, kemudian yang ke tiga mengarah pada jenis instrumen musik yang dapakai untuk mengiringi kesenian tersebut seperti kendang, sronen, gong, angklung, dan kenong.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kesenian Jaranan Jur dapat diteruskan oleh masyarakat setempat terutama generasi muda agar meningkatkan budaya yang ada dan diwariskan turun -temurun dari nenek moyang dan lebih giat mengembangkan keterampilan khususnya pada musik pengiring, agar musikalitas yang terbangun bisa menjadikan permainan alat musik menjadi lebih sempurna dan dapat menarik perhatian para generasi muda.