SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fungsi Tari Gambyong Dalam Ritual Larung Sesaji di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo

Novita Desy Herawati

Abstrak


Herawati Novita Desy. 2016. Fungsi Tari Gambyong dalam Ritual Larung Sesaji di Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Hj.E.W. Suprihatin Dyah P., M.Pd, Pembimbing (II) Tutut Pristiati S.Sn

 

Kata kunci: Tari Gambyong, Larung Sesaji, Telaga Ngebel

Upacara larung sesaji di Telaga Ngebel dilakukan dalam 2 kali. Upacara larung sesaji pertama diadakan pada malam 1 suro dan upacara larung sesaji kedua pada tanggal 1 suro. Pada upacara larung sesaji tanggal 1 Suro selalu menampilkan Tari Gambyong. Tari Gambyong merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan saat upacara larung sesaji. Walaupun tidak berhubungan langsung dengan ritual, tetapi Tari Gambyong wajib ditampilkan dan harus selalu ada saat upacara larung sesaji tanggal 1 suro.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Penyajian upacara larung sesaji  di Telaga Ngebel dan 2) Fungsi Tari Gambyong dalam upacara larung sesaji di Telaga Ngebel.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Narasumber dalam penelitian ini adalah Hartono, Anis, Budi, Supadi, dan Sapto. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data mulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi teknik dan sumber.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Upacara larung sesaji di Telaga Ngebel dilakukan dalam 2 kali. Upacara larung sesaji pertama diadakan pada malam satu suro yang dianggap sebagai ritual yang sakral bagi para pini sepuhTelaga Ngebel. Prosesinya berupa siram jamas, tirakatan & damar jiwo, danlarungan. Upacara larung sesaji kedua dilaksanakan pada tanggal satu suro yang digunakan oleh Disbudpar Kabupaten Ponorogo untuk menarik wisatawan berkunjung ke Telaga Ngebel. Prosesinya berupa penyambutan, arak-arakan, danlarungan. Pada upacara larung sesaji tahap kedua selalu menampilkan Tari Gambyong; 2) Fungsi Tari Gambyong dalam upacara larung sesaji adalah fungsi primer untuk menyambut tamu dan fungsi sekunder untuk hiburan.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tari Gambyong selalu ditampilkan pada upacara larung sesaji kedua tanggal 1 suro yang berfungsi untuk menyambut tamu dan untuk hiburan. Saran bagi peneliti diharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang perkembangan upacara larung sesaji di Telaga Ngebel.