SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perancangan Cerita Bergambar Kisah Nabi Yunus Untuk Menanamkan Nilai Belas Kasih dan Pembentukan Moral Pada Anak-Anak

Maria Vianne Setyandaru

Abstrak


Kesadaran pentingnya penanaman nilai sebagai pembentukan moral yang baik sebaiknya disadari sejak dini pada anak-anak. Dalam lingkup nasrani pengajaran agama sejak dini pada anak dapat dilakukan melalui ‘sekolah minggu’ dengan mengenalkan dan mendidik anak sesuai dengan Alkitab dan ajaran Yesus. ‘Sekolah minggu’ di Gereja St. Albertus De Trapani Malang merupakan salah satu ‘sekolah minggu’ dengan intensitas minat anak dalam mengikuti kegiatan tersebut dikategorikan cukup baik. Namun hal ini masih bertolak belakang dengan pemahaman anak akan materi yang disampaikan karena keterbatasan sarana yang dimiliki menjadi kendala ‘sekolah minggu’ tersebut. Kisah Nabi Yunus di Alkitab Perjanjian Lama merupakan salah satu kisah yang sangat menarik bagi anak-anak dan memiliki pesan-pesan moral yang positif yang dapat dikutip untuk mendidik anak-anak. Selain itu kisah ini mudah disampaikan, singkat, jelas, dan mudah dicerna anak-anak.

Tujuan perancangan ini adalah ingin mendidik anak-anak dengan menanamkan nilai belas kasih sejak dini sehingga terbentuk moralitas yang baik dewasa nanti. Selain itu juga untuk membantu sarana pendukung bahan ajar di ‘sekolah minggu’.

Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan metode prosedural. Model perancangan yang dipilih yaitu model perancangan milik Bruce Archer yang telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perancangan, yang disusun secara sistematis terdiri dari Latar Belakang, Pengumpulan Data, Analisis Data, Konsep Perancangan, Proses Perancangan, hingga Desain Akhir.

Perancangan akan menghasilkan sebuah karya buku cerita bergambar yang berjudul “Kisah Nabi Yunus & Ikan Besar”. Gaya ilustrasi yang digunakan pada buku cerita bergambar menggunakan gaya ilustrasi kartun dengan teknik vektor sesuai gaya perancang sendiri. Buku cerita ini juga menggunakan warna-warna yang disukai anak-anak, yaitu full colour yang cerah dan kontras (tajam). Selain media utama terdapat pula media pendukung berupamerchandise berupa boneka tangan, kaos,sling bag, gantungan kunci, pin, stiker, dan pembatas buku.

 

Kesimpulan yang dapat ditarik dalam perancangan ini  yaitu melalui media buku cerita bergambar ini diharapkan mampu menyampaikan pesan moral kepada anak berupa ajakan untuk berbelas kasih kepada sesama dimulai dengan hal sederhana seperti saling memaafkan, selalu berdoa dan percaya kepada Tuhan, sehingga dengan demikian mampu membentuk moralitas yang baik saat dewasa nanti. Namun sebaiknya dalam merancang sebuah media buku bergambar lebih memperhatikan lagi target audiens agar konten buku seperti penggunaan bahasa dapat disesuaikan dengan pemahaman usia pembaca.