SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perancangan Intellectual Property "Tantraloka" Sebagai Arsip Visual Desain Karakter

Dawam Rizqi

Abstrak


ABSTRAK

Rizqi, Dawam. 2016. Perancangan Intellectual Property TANTRALOKA sebagai Arisp Visual Desain Karakter. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Didiek Rahmanadji M.Pd  (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn,  M.Sn

Kata Kunci: Perancangan, Intellectual Property, Tantraloka

Perkembangan Industri kreatif tidak lepas dengan perkembangan teknologi yang terus diperbarui.Penerapan teknologi di bidang Industri kreatif dalam produk Intellectual Property banyak diaplikasikan pada produk game, film, animasi, dan komik. Produk Intellectual Property telah menjadi kebutuhan umum bagi setiap manusia, mulai dari segi kebutuhan pendidikan hingga untuk hiburan, hal ini membuka peluang yang besar bagi pengembang konten kreatif untuk menciptakan produk Intellectual Property yang dapat bersaing di era modern saat ini.

Unsur penting yang harus diperhatikan dalam perancangan produk Intellectual Property berbasis cerita adalah desain karakter. Visualisasi desain karakter yang unik dan menarik akan memperkuat penokohan karakter sehingga cerita yang disampaikan akan menjadi lebih menarik, oleh karenanya perancangan sebuah Intellectual Property yang baik diawali dari penciptaan konsep karakter yang ideal menggunakan metode blackbox guna menghasilkan konsep dengan nilai originalitas yang tinggi. Pentingnya peran desain karakter dalam proses perancangan Intellectual Property menjadi latar belakang yang melandasi penciptaan Concept Art yang mencangkup konsep dunia fantasi dengan desain karakter mahluk mitologi dan legenda untuk kebutuhan Intellectual Property yang berjudul Tantraloka.

Sistematika perancangan yang digunakan adalah model perancangan deskriptif prosedural, yaitu model perancangan yang mengikuti langkah-langkah yang harus diikuti guna menghasilkan suatu produk, perancangan ini menggunakan prosedur yang dikembangkan oleh Bruce Archer yang kemudian dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan perancangan.

Hasil dari perancangan ini adalah Artbook sebagai media utama yang dirancang untuk menyampaikan konsep Intellectual Property berjudul Tantraloka, konten yang terdapat dalam Artbook meliputi konsep cerita, konsep karakter, konsep karakter, dan konsep item. Melalui hasil dari perancangan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk turunan berupa game dan animasi.