SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERKEMBANGAN TEMPAT PERTUNJUKAN DAN FUNGSI MUSIK SARONEN DI DUSUN GUNGGUH DESA SEDDUR KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN MADURA

Fajar Ari Sandi Arifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Musik Saronen adalah kesenian musik tradisional yang ada di Kabupaten Pamekasan. Pada tahun 1975 musik saronen digunakan untuk mengiringiludruk,remoh, dan acara ritual seperti rokatan.Padatahun 2001-2015musik saronendikenal sebagai hiburan dalam mengiringikarapan sapi dan sape sono’,hal ini menjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam perkembangan tempat pertunjukan dan fungsi musik saronendi Dusun Gungguh Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.

Tujuan penelitian untuk 1) Mendeskripsikan perkembangan tempat pertunjukan musik saronen di Dusun Gungguh Desa Seddur Kabupaten Pamekasan tahun 1975-2000 dan 2001-2015; 2) Mendeskripsikan perkembangan fungsi musik saronen di Dusun Gungguh Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan tahun 1975-2000 dan 2001-2015.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Dusun Gungguh Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.Narasumber penelitian ini adalah Mochammad Mochtar, Abdul bari dan Ludfi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan metode.

Hasil penelitian1) Perkembangan tempat pertunjukan saronen1975-2000 dan 2001-2015,bahwa pada tahun 1975-2000 musik saronen menggunakan tempat pertunjukan berbentuk prosenium, sedangkan2001-2015 musik saronen menggunakantempat pertunjukan berbentuk arena,musik yang disajikan tahun 1975-2000 ketika mengiringi ludruk menggunakan notasi jula juli sebagai pembuka dan adegan konflik, sedangkan satu notasi lagi sebagai pengiring adegan dialog, tahun 2001-2015 mengiringi sape sono’ menggunakan satu pola permainan dengan irama lorongan toju’ dan lorongan jhelen, menggunakan instrumengamelan berlarasslendro;2) Perkembangan Fungsi Musik saronen1975-2000 sebagai hiburan ketika mengiringi ludruk, remoh, mamaca,sebagai saranaritual di acaraslametan dan rokatan bhuju’,tahun 2001-2015mengiringi jheren kenca’ dan sape sono’sebagai hiburan, berfungsi sebagai sarana ritual tahun 2001-2015 di acara slametan dan rokatan bhuju’,berfungsi sebagai presentasi estetis dalamacara festival tahunan yang disebut gubeng.

Berdasarkan hasil penelitiandiharapkan ada penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan hasil penelitian ini,seperti sejarah terbentuknya musiksaronen, struktur penyajian pertunjukan musik saronen di Dusun Gungguh Desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.