SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Tari Gembira Pada Anak Tunarungu SDLB Kelas IV Di SDLB B Pertiwi Ponorogo

Anita Endang Asmorowati

Abstrak


Salah satu Sekolah Dasar Luar Biasa di Ponorogo yang menyelenggarakan pembelajaran seni tari adalah SDLB B Pertiwi Ponorogo. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian adalah; bagaimana pembelajaran “Tari Gembira” pada pembelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian bidang seni tari di SDLB B Pertiwi Ponorogo dan apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran seni tari di SDLB B Pertiwi Ponorogo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran “Tari Gembira” pada pembelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian bidang seni tari di SDLB B Pertiwi Ponorogo dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran seni tari di SDLB B Pertiwi Ponorogo.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik telaah dokumen, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, sajian data serta penarikan kesimpulan. Dan untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi yang terdiri dari trianggulasi sumber dan trianggulasi metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan dan kepatutan untuk menjadi guru seni tari tidak harus berlatar belakang dari jurusan Pendidikan Seni Tari. Menjadi guru seni tari di SDLB harus berlatar belakang dari Pendidikan Luar Biasa (PLB). Untuk menjadi guru seni tari yang kompeten perlu dibekali pelatihan dan pembelajaran tari secara mendalam. (2) Perangkat mengajar yang dibuat oleh guru seni tari adalah rencana pembelajaran dan silabus. Materi yang diajarkan pada kelas IV di SDLB B Pertiwi Ponorogo adalah “Tari Gembira”. Tarian ini merupakan hasil karya cipta dari guru seni tari yang bersangkutan. Gerakan “Tari Gembira” diperoleh dari pengalamannya ketika mengikuti penataran dan pelatihan tari, mengikuti kursus di sanggar tari serta dengan melihat CD tari. (3) Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM), dalam pembelajaran ini guru menggunakan metode manual/isyarat, metode latihan/drill dan metode demonstrasi. (4) Penilaian hasil pembelajaran, mencakup 2 aspek yaitu aspek afektif dan aspek psikomotorik. Penilaian harus berdasarkan dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan. (5) Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran seni tari di SDLB B Pertiwi Ponorogo ini adalah; minat siswa, kebijakan kepala sekolah yang tetap melaksanakan pembelajaran seni tari meskipun tidak memiliki guru yang mengajar bidang studi seni tari, guru seni tari yang telah membantu kelancaran pelaksanaan pembelajaran seni tari di SDLB B Pertiwi Ponorogo serta sarana prasarana yang menunjang di dalam pelaksanaan pembelajaran seni tari. Adapun faktor penghambat adalah keterbatasan kemampuan guru seni tari yang tidak bisa menyampaikan materi seni tari sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar (1) Pengorganisasian perangkat pembelajaran sebaiknya tetap dilaksanakan sehingga guru mempunyai pegangan atau pedoman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dan berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan pembelajaran di kelas sesuai dengan perangkat pembelajaran  yang telah dibuat. Penilaian hendaknya dilakukan berdasarkan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secar optimal. (2) Pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan serta menambah jumlah sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar kelayakan. Keberadaan sarana prasarana yang memadai akan membuat proses belajar mengajar berlangsung secara efektif dan efisien. (3) Konsep pembelajaran seni tari dan hubungan antara pembelajaran seni tari dengan kondisi pendengaran siswa tunarungu dapat dikaji secara mendalam pada penelitian selanjutnya. (4) Diharapkan adanya perhatian khusus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo untuk mengupayakan tersedianya guru bidang studi seni tari. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.