SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Visualisasi dan Makna Simbolis Tokoh Gatutkaca pada Wayang Kulit Surakarta dengan Yogyakarta

brahmana rendra vayoga

Abstrak


ABSTRAK

Vayoga, Brahmana Rendra.2014. Perbedaan Visualisasi dan Makna Simbolis Tokoh Gatutkaca pada Wayang Kulit Surakarta dengan Yogyakarta. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyato, M. Hum, (II) Drs. Eko Budi Winarno

Kata Kunci: Perbedaan visualisasi, makna simbolis, tokoh gatutkaca

Perbedaan wayang kulit Surakarta dan Yogyakarta disebabkan karena adanya penyesuaian dengan kebudayaan di lingkungan setiap wilayah masing-masing. Sehingga memiliki karakter khusus yang akan menjadi ciri atau identitas yang kuat dari wayang kulit yang dimiliki oleh wilayah Surakarta dan Yogyakarta. Pada penelitian ini, peneliti akan membandingkan dua objek wayang kulit yaitu wayang kulit gaya Surakarta dan wayang kulit gaya Yogyakarta pada tokoh Gatutkaca. Dipilihnya dua gaya tersebut karena kedua daerah memiliki kultur yang hampir sama, tetapi memiliki perbedaan yang cukup menonjol pada bentuk wayang kulitnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan visualisasi dan makna simbolis antara wayang kulit gaya Surakarta dengan wayang kulit gaya Yogyakarta pada tokoh Gatutkaca.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah tokoh Gatutkaca Surakarta dan Yogyakarta. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara. 

Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil perbedaan visual dan makna simbolis wayang kulit gaya Surakarta dan Yogyakarta pada tokoh Gatutkaca. Perbedaan yang paling terlihat yaitu pada posisi badan Gatutkaca Surakarta lebih tinggi dan ramping. Sedangkan pada Gatutkaca Yogyakarta posisi badan lebih gemuk dan cebol. Bentuk Gatutkaca Surakarta dan Yogyakarta bermata thelengan, berhidung bentulan, bermulut gethetan dan bagian kaki berbentuk jangkahan. Makna simbolis terdapat pada atribut yang dikenakan Gatutkaca yaitu memakai sanggul supit urang dengan dikancing garuda mungkur dengan mahkota jamang tiga susun dan bersuping mangkara. Atribut bagian tangan memakai kelat bahu naga pangangrang bergelang calumpringan, bagian tubuh memakai praba dan kalung ulur-ulur nagamamongsa. Bagian bawah mekai dodot dan kaki mamakai keroncong raton.

Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan penelitian ini memberikan pengalaman yang bermanfaat kepada penulis. Sehingga ketika terdapat suatu masalah yang sejenis, peneliti dapat melakukan penelitian sesuai dengan prosedur serta memberikan pengetahuan kepada penulis bahwa wayang bukan hanya memiliki unsur seni namun di dalam wayang terdapat bentuk yang memiliki makna simbolis. Kepada penelitian lain, diadakan lagi penelitian yang sejenis dengan objek yang berbeda, apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis dengan objek atau subjek yang berbeda, skripsi ini bisa digunakan sebagai referensi dan perbandingan yang nantinya dapat dikembangkan lagi untuk lebih baik.