SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Relevansi antara Ilustrasi dengan Materi pada Buku Ajar Mata Pelajaran Matematika untuk SD Kelas IV

Yogi Rahayu

Abstrak


Relevansi adalah hubungan tertentu antara ilustrasi dengan pesan yang
disampaikan oleh materi. Dalam penelitian ini hubungan tersebut terdiri atas 3
kategori yaitu hubungan rasional (disebut keterhubungan), hubungan esensial
(disebut kepentingan) dan hubungan kemutlakan (disebut kejelasan).
Keterhubungan ialah bentuk relevansi antara ilustrasi dengan isi materi dimana
keduanya memiliki hubungan yang masuk akal (rasional). Kepentingan ialah
bentuk relevansi antara ilustrasi dengan materi, dimana keduanya memiliki
hubungan yang esensial (tidak dapat dipisahkan). Sedangkan kejelasan ialah
bentuk relevansi antara ilustrasi dengan materi, dimana keberadaan ilustrasi
tersebut mutlak ada untuk memperjelas materi. Kerelevanan merupakan salah satu
faktor penting yang berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan latar belakang tersebut secara umum perlu diadakan
penelitian untuk mengetahui sejauhmana relevansi antara ilustrasi dengan materi
pada buku ajar pelajaran matematika sekolah dasar kelas IV, sedangkan secara
operasional penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) bagaimana profil isi
lima buku ajar pelajaran matematika untuk SD kelas IV (2) apa ragam tanda pada
teks ilustrasi buku ajar matematika SD kelas IV (3) apa ragam makna pada teks
ilustrasi buku ajar matematika SD kelas IV (4) sejauhmana hubungan relevansi
antara ilustrasi dengan materi pada buku ajar matematika SD kelas IV. Penelitian
ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif, dengan semiotika sebagai
kajian analisis dengan menggunakan metode observasi. Objek dari penelitian ini
adalah ilustrasi sebagai tanda pada buku ajar matematika bab operasi hitung
campuran. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil relevansi
antara ilustrasi dengan materi yang telah ditemukan pada ke-5 buku ajar yang
diteliti. Buku ajar yang diteliti terdiri dari lima penerbit, yaitu penerbit Erlangga,
Yudhistira, Aneka Ilmu, Piranti Darma Kalokatama dan Cempaka Putih.
Dari analisis deskriptif diketahui bahwa profil isi buku ajar matematika
untuk bab operasi hitung campuran pada SD kelas IV yang diteliti pada lima buku
ajar menghasilkan data bahwa, terdapat dua buku ajar yang tidak memiliki sub
judul dan pengantar materi selain judul, penjelasan materi, ilustrasi, contoh soal
dan soal. Penerbit tersebut yaitu Piranti Darma Kalokatama dan Yudhistira.
Terdapat satu penerbit yang tidak mempunyai bagian pengantar materi yaitu
penerbit Aneka Ilmu. Yang terakhir, terdapat dua buku ajar yang tidak memiliki
sub judul dan pengantar materi selain judul, penjelasan materi, ilustrasi, serta
contoh soal dan soal sebagai pelengkap buku ajar. Penerbit tersebut adalah
Erlangga dan Cempaka Putih. Untuk penggunaan elemen tanda pada kelima buku
ajar didominasi oleh jenis tanda non figuratif gambar penghias geometris, disusul
elemen ilustrasi tanda figuratif gambar ekspresi, kemudian elemen ilustrasi tanda
non figuratif gambar penghias non geometris, dan yang terakhir elemen ilustrasi
tanda figuratif gambar geometris. Sedangkan fungsi elemen ilustrasi sendiri yang
banyak digunakan pada kelima buku ajar matematika adalah fungsi elemen
ilustrasi sebagai penghias teks utama. Perbandingan ragam makna pada teks
ilustrasi buku ajar matematika untuk bab operasi hitung campuran pada SD kelas
IV dapat diketahui bahwa, dari kelima buku ajar yang diteliti terdapat satu
penerbit yang menggunakan ilustrasi bermakna konotatif yang memaknai sebuah
tanda dengan budaya sedangkan keempat penerbit lainnya menggunakan ilustrasi
bermakna denotatif yaitu jenis makna yang yang merujuk pada arti kamus atau
makna leksikal, obyektif dan apa adanya. Untuk relevansi, terdapat satu penerbit
yang memiliki predikat cukup relevan antara ilustrasi dengan materi dalam buku
ajar, hal ini sesuai dengan penelitian dimana buku ajar tersebut sebagian besar
ilustrasi dengan materi memiliki keterhubungan, kepentingan dan kejelasan
sebagai aspeknya. Sedangkan empat penerbit lainnya mendapat predikat kurang
relevan, hal ini dikarenakan antara ilustrasi dengan materi aspek keterhubungan,
kepentingan dan kejelasan sebagian kecil disajikan dalam buku ajar.
Dari hasil penelitian ini, saran yang diberikan untuk penelitian lanjut ialah
penelitian tentang keefektifan ilustrasi pada buku sejenis. Penelitian ini dipandang
perlu mengingat, seperti temuan dalam penelitian ini, ilustrasi keberadaannya
cukup dominan sebagai pesan pembelajaran.