SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kritik Terhadap Lukisan Kaligrafi Karya M. Sattar Periode 2005

Heti Indah Rahayu

Abstrak


Semua cabang seni Islam bertolak dari ide abstrak tidak terkecuali kaligrafi. Salah satu seniman lukis kaligrafi kota Malang  adalah M. Sattar. Seni lukis kaligrafi berkembang menjadi lebih kreatif dan lebih modern, itulah yang diperlihatkan M. Sattar dengan karya-karya kaligrafinya. Untuk mengetahui nilai estetik dari 7 lukisan M. Sattar yang berjudul “Untuk-Nya”, “Tidak Sama”, “Akhir”, “Luar”, “Lelehan-lelehan Merah Pada Dua Segitiga”, “Nama-Mu” dan “Milik-Nya”, dilakukan dengan cara pengamatan dan penghayatan terhadap lukisan kaligrafi karya M. Sattar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai estetik dari lukisan kaligrafi karya M. Sattar. Diharapkan penelitian ini akan menjadi karya kritik seni bagi Mahasiswa Program Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang. Objek dalam penelitian ini adalah 7 lukisan kaligrafi karya M. Sattar tahun 2005, masing-masing berjudul “Untuk-Nya”, “Tidak Sama”, “Akhir”, “Luar”, “Lelehan-lelehan Merah Pada Dua Segitiga”, “Nama-Mu” dan “Milik-Nya”.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 November sampai 12 Desember 2005. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kritik formalistik. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa mengalir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang melibatkan proses penghayatan dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan Derajat Kepercayaan (Credibility) dan Kebergantungan (Dependability), untuk mendapatkan data yang bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
Karakteristiknya mulai berbeda dengan lukisan-lukisan M. Sattar tahun  sebelumnya yaitu pada komposisi yang memenuhi bidang lukisan. Jika karya sebelumnya bermain dengan objek-objek geometris seperti segitiga, lingkaran dan persegi. Satu ciri khas yang masih berlaku pada semua lukisan M. Sattar, baik dari periode 1990-1999 atau pada periode 2000-2005 adalah dua titik. Dua titik itu kebanyakan muncul pada setiap lukisannya.
Jadi, lukisan M. Sattar periode 2005 sudah mengalami perubahan konsep dan gaya yang lebih representatif. Lukisannya periode sekarang lebih bergaya abstrak, akan tetapi lebih bernuansa kelembutan pada teknik dan warnanya.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut. Misalnya perkembangan gaya lukisan kaligrafi M. Sattar serta peranan garis-garis kaligrafi pada lukisan M. Sattar. Dengan menggunakan pendekatan kritik holistik, kritik formalistik, kritik jurnalistik atau kritik fenomenologis.