SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERUSAHAAN POS INDONESIA (KANTOR POS MALANG 2016-2018)

Inges Reagita Anjani

Abstrak


Abstrak

 

PT Pos Indonesia merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki sejarah panjang, bahkan sudah dibentuk sebelum Negara Indonesia merdeka. Kantor Pos pertama didirikan di Batavia oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff. Setelah Pemerintah Kolonial memperluas wilayahnya, cabang Kantor Pos pertama ditempatkan di daerah sebagai sub divisi seperti Malang. Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan pertumbuhan Kantor Pos di wilayah Malang. Sejak awal pendiriannya, Kantor Pos mengemban tugas untuk melayani publik, khususnya untuk menjamin keamanan dari surat-surat yang dikirim oleh penduduk. Dalam perjalanya, PT Pos Indonesia mengalami beberapa perubahan status, mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone), lalu diubah menjadi PN Postel (Peusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi), lalu diubah lagi menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi akibat adanya pemecahan perusahaan, lalu disempurnakan menjadi Perum Pos dan Giro dan pada akhirnya menjadi PT Pos Indonesia.

Kata kunci: Pos Indonesia, Kantor Pos, PTT, Telekomunikasi, Surat

 

Abstract

 

PT Pos Indonesia is one of the State Company that actually founded since the Dutch Colonial Period. The main post capitol office of this company was located in Batavia by the Governor General of Baron van Imhoff. After the Colonial state expand the territory beyond, the Post Office branch were set in regions as a sub division such as Malang. These research tried to describe the growth of Post Office in the region of Malang. From this inception, the Post Office assumed the task of serving the public, specifically to guarantee the security of letters sent by residents. PT Pos Indonesia underwent several status changes, starting from PTT (Post, Telegraph and Telephone), then changed to PN Postel (Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi), then it was changed again into PN Pos dan Giro and PN Telekomunikasi as a result of solving the company, and eventually it became PT Pos Indonesia.

Keywords: Pos Indonesia, Post Office, PTT, Telecomunication, Letter