SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERKEMBANGAN SENI LUKIS DI KOTA MALANG TAHUN 1968-2013

Nur Hidayat

Abstrak


Abstrak

 

Seni merupakan hasil dari pola piker yang dituangkan dalam sebuah media. Seni lukis merupakan Seni lukis merupakan salah satu bagian dari seni rupa, seni lukis merupakan percampuran warna warna cair yang digoreskan di atas media datar berupa kanvas, dinding ataupun kertas. Seni lukis berkembang di Hindia Belanda bermula pada abad ke 18 di Kota Natavia, dan seirng berjalanya waktu Kota Malang juga menjadi tempat berkembanganya seni lukis, di Kota Malang seni berkembang dengan pesat yang ditandai dengan berkembangnya organisasi yang menaungi seni lukis, contohnya UKM Sanggar Minat, Komunitas Kentjing Andjing, dan Pena Hitam. Berkembangnya organisasi seni lukis di Kota Malang memberikan dampak positif di bidang social ekonomi, contohnya ketika tren sepatu lukis dan penjualan lukisan kanvas meningkat dan mambatu perekonomian masyarakat sekitar.

Kata kunci: Seni lukis, Kota Malang, Sosial, ekonomi

 

Abstract

 

Art is the result of thinking patterns expressed in a media. Painting is painting is one part of fine art, painting is a mixture of liquid colors that are etched on flat media in the form of canvas, walls or paper. Painting developed in the Dutch East Indies starting in the 18th century in the City of Natavia, and over time Malang City also became a place for the development of painting, in the city of Malang the art developed rapidly which was marked by the development of organizations that housed painting, for example Sanggar Interests UKM, Kentjing Andjing Community, and Black Pen. The development of painting organizations in Malang City has a positive impact on the socio-economic field, for example when the trend of painting shoes and the sale of canvas paintings has increased and the economic development of the surrounding community has increased.

Keywords: Paintings, Malang City, Social, Economy