SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DAMPAK PEMBANGUNAN JALUR KERETA API TERHADAP KONDISI SOSIAL-EKONOMI KOTA BLITAR (1884-1919)

Tri Retnosari

Abstrak


Abstrak

 

Transportasi berkembang pesat setelah diterbitkanya Undang-undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang-undang Gula (Suiker Wet) pada 1870. Dengan adanya dua undang-undang ini menyebabkan banyaknya investor menanamkan modal dalam bentuk perkebunan yang banyak dibuka di wilayah pedalaman,termasuk Blitar. Pada awalnya pengangkutan hasil perkebunan dilakukan dengan gerobak, karena terbatasnya pengangkutan menyebabkan beberapa hasil perkebunan rusak atau tidak dapat diolah secara maksimal. Oleh karena itu dibangunlah jalur kereta api, karena kereta api dinilai lebih efektif dari sarana transportasi lain. Penelitian ini membahas faktor penyebab pembangunan jalur kereta api ke arah Blitar dan dampak yang ditimbulkan pada kondisi sosial-ekonomi di Blitar pada 1884-1919. Penulis menggunakan metode peneliian sejarah. Hasil dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pembangunan jalur kereta api di Blitar merupakan salahsatu dampak diterbitkanya Undang-undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang-undang Gula (Suiker Wet) pada 1880. Adanya undang-undang ini menyebabkan pembukaan perkebunan kopi dan tebu di wilayah Blitar. Dampak dari pembangunan jalur kereta api ini Blitar menjadi terhubung baik dari jalur barat maupun timur. Kereta api juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, yaitu munculnya sektor pekerjaan baru yaitu kui panggul, pedagang, dan pegawai perusahaan.

Kata kunci: Kereta api, Blitar, Sosial-ekonomi

 

Abstract

 

Transportation developed rapidly after the promulgation of the Agrarian Law (Agrarische Wet) and the Sugar Act (Suiker Wet) in 1870. With the existence of these two laws, it caused many investors to invest in the form of plantations which were widely opened in rural areas, including Blitar. Initially transportation of plantation products was carried out by cart, due to limited transportation, some of the plantation products were damaged or could not be processed optimally. Therefore a railway line was built, because the train was considered more effective than other means of transportation. This study discusses the factors causing the development of the railroad track in the direction of Blitar and the impact caused by the socio-economic conditions in Blitar in 1884-1919. The author uses the method of historical research. The results of this study concluded that the construction of the railroad track in Blitar was one of the impacts of the issuance of the Agrarian Law (Agrarische Wet) and the Sugar Law (Wet Suiker) in 1880. The existence of this law led to the opening of coffee and sugar cane plantations in the region Blitar. The impact of the construction of this railroad line Blitar became connected both from the west and east lines. Railroad also has an impact on economic activity, namely the emergence of new employment sectors, namely the pelvis, traders, and company employees.

Keywords: Train, Blitar, Socio-economic