SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kinerja Guru Sejarah SMK Negeri Dalam Pembelajaran Sejarah di Kabupaten Pasuruan

YOGA AJI KUSUMA DWI

Abstrak


RINGKASAN

Yoga, Aji Kusuma Dwi. 2019. Kinerja Guru Sejarah SMK Negeri Dalam Pembelajaran di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Joko Sayono, M.Pd., M.Hum.

Kata Kunci: kinerja guru, sejarah, pembelajaran sejarah

Kinerja guru merupakan faktor yang menentukan kualitas di dalam pembelajaran. Guru dapat dikatakan baik jika kinerja yang ditunjukkan selama pembelajaran di kelas berjalan dengan baik. Salah satu kompetensi yang dimiliki oleh guru yakni memiliki aspek kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik ini terkait dengan proses pembelajaran di kelas. Tentu saja guru harus memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan, seperti menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kinerja guru SMK Negeri dalam pembelajaran sejarah, yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran sejarah di Kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah, yakni SMKN 1 Purwosari, SMKN 1 Bangil dan SMKN 2 Sukorejo. Informan dalam penelitian ini yakni guru sejarah yang menjadi anggota MGMP Sejarah Kabupaten Pasuruan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.  Dalam mereduksi data, peneliti berfokus pada perencanaan, pelaksanaaan, dan evaluasi pembelajaran oleh guru. Penyajian data dalam bentuk narasi yang bersifat deskriptif.

Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, kinerja guru dalam melakukan perencanaan pembelajaran dalam membuat perangkat seperti RPP sudah sesuai dengan kurikulum terbaru, guru menyusun perangkat secara bersama-sama dengan tim guru sejarah sekolah masing-masing. Kedua, kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran terlaksana dengan cukup baik. Kegiatan pembelajaran seringkali kurang sesuai dengan yang ada di RPP namun sudah dimaksimalkan. Guru dalam memanfaatkan sumber belajar yang bervariasi sekaligus pemanfaatan media pembelajaran di kelas secara inovatif dirasa masih kurang. Ketiga, kinerja guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan menyusun sendiri soal-soal ulangan harian dan melaksanakan program perbaikan yakni remidial, namun untuk program pengayaan tidak dilaksanakan karena terbatasnya alokasi waktu. Kinerja guru yang baik dapat memberi dampak positif terhadap minat belajar sejarah kepada peserta didik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberi saran kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian tentang kinerja guru ini dengan subyek penelitian yang lebih banyak dan beragam. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat melihat kinerja guru dari aspek kompetensi yang lebih luas seperti aspek kompetensi sosial, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi pedagogik.