SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dinamika Orientasi Pemilih Dalam Pemilu Tahun 1977-2014 Di Kabupaten Sampang

Zukhriyah Zukhriyah

Abstrak


Dinamika politik yang  mempengaruhi sistem pemerintahan di Indonesia, juga berdampak terhadap gerakan politik tingkat lokal. Salah satunya perubahan orientasi pemilih  di Kabupaten Sampang. sejak masa orde baru, masyarakat Kabupaten Sampang menjadi sorotan dalam orientasi politiknya yang mengalami perubahan.  yakni setalah fusi partai diberlakukan oleh Presiden Soeharto, pada pemilu 1977,1982, dan 1987 PPP memperoleh kemenangan, kemudian disusul dengan kebijakan Pancasila sebagai asas tunggal dan keluarnya NU dari PPP, pada pemilu 1992 dan 1997 Golkar berhasil menggeser posisi PPP, sehingga menyebabkan peristiwa kerusuhan yang merugikan banyak pihak. Sementara itu PDI masih dalam posisinya sebagai pelengkap dalam pesta demokrasi. Namun, setalah Presiden Soeharto lengser pada bulan mei 1998. Kemudian, lahir masa reformasi dengan sistem politik yang berbeda. Fusi partai tidak berlaku lagi dan terbentuk partai-partai baru. Salah satunya PKB yang lahir dari kalangan NU. Meskipun, lahir sebagai partai baru PKB memperoleh kepercayaan dari masyarakat Sampang, sehingga pada pemilu 1999, 2004, 2009, dan 2014 PKB menggeser posisi PPP, Golkar, PDI dan partai baru yang bermunculan seperti Demokrat, Gerindra dan PAN, yang mana pada saat itu partai tersebut dibentuk oleh kalangan elite politik yang juga dikenal oleh masyarakat.