SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Penggunaan Model Pembelajaran Treffinger dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IIS SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang

Adhelia Sulistya Putri

Abstrak


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Treffinger, kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, dan perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger dan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Treffinger lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas kontrol dengan peningkatan sebesar 66%, kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning lebih rendah daripada kelas eksperimen dan mengalami peningkatan sebesar 59%, dan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang menggunakan model pembelajaran Treffinger dan model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 5%. Hal ini berdasarkan hasil uji-t yang menunjukkan nilai thitung = 2,136 dan ttabel = 1,997, sehingga thitung > ttabel maka Ha diterima.