SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Ki Ageng Suryomentaram Dalam Pendidikan Taman Siswa Di Yogyakarta Masa Pergerakan Nasional (1922-1932)

Zahwa Ade

Abstrak


ABSTRAK

Zahwa, Ade. 2019. “Peran Ki Ageng Suryomentaram Dalam Pendidikan Taman Siswa Di Yogyakarta Masa pergerakan Nasional (1922-1932)”. Skripsi, Program studi Ilmu Sejarah, Jurusan sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Joko Sayono, M.Pd, M.Hum.

Kata Kunci: Peran, Ki Ageng Suryomentaram, Taman Siswa

Ki Ageng Suryomentaram adalah seorang pemikir dari Jawa karyanya adalah Kawruh Jiwa. Putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono ke VII. Setelah memberontak dan melepaskan jabatan pangerannya, Ki Ageng Suryomentaram memimpin paguyuban Slasa Kliwon. Dalam perkumpulan ini Ki Ageng Suryomentaram bersama Ki Hajar Dewantara dan anggota paguyuban Slasa Kliwon membicarakan mengenai hal-hal yang dapat dilakukan untuk melepaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Pada tahun 1922, dalam perkumpulan ini disepakati pendirian sekolah Taman Siswa. Dengan alasan pembangunan jiwa bangsa melalui pendidikan adalah jalan yang paling dibutuhkan masyarakat pada masa itu, untuk melepaskan diri dari jajahan bangsa asing.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran Ki Ageng Suryomentaram dalam pendidikan Taman Siswa pada 1922-1932. Dengan pembahasan utama latar belakang kehidupan Ki Ageng Suryomentaram, peran yang dilakukan oleh Ki Ageng Suryomentaram dalam pendidikan Taman Siswa pada masa pergerakan nasional dan kontribusi yang Ki Ageng Suryomentaram berikan untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan khususnya di Taman Siswa.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan bantuan teori peranan sosial. Adapun langkah-langkah yang peneliti ambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(1) Pemilihan Topik; di dalamnya dijelaskan topik dipilih beserta keterangannya,

(2) Heuristik; penjabaran sumber primer dan sumber sekunder yang peniliti gunakan,

(3) Kritik; intern dan ekstern,

(4) Interpretasi; dengan analisis dan sistesi, dan

(5) Historiografi; bentuk penulisan yang akan dilakukan.

Adapun hasil penelitian yang didapatkan bahwa:

(1) Ki Ageng Suryomentaram adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang memilih untuk melepaskan jabatan pangerannya; bergabung dalam Slasa Kliwon, Manggala Tiga Belas dan Kesatuan Rakyat Jelata; penemuannya tentang jiwa dituliskan kedalam Kawruh Jiwa.

(2) Ki Ageng Suryomentaram terlibat dalam pendirian Taman Siswa melalui paguyuban Slasa Kliwon dan menjadi guru orang tua, pemikirannya mengenai pendidikan Taman Siswa dituangkan dalam naskah Unipersitit dan ceramah Kawruh Pamomong.

(3) Kontribusi Tidak langsung Ki Ageng Suryomentaram adalah ilmiahnya Kawruh Jiwa yang menempatkannya menjadi salah seorang pemikir ilmiah yang mendirikan Taman Siswa, pemikiran Ki Ageng Suryomentaram banyak digunakan oleh para peneliti dari dalam maupun luar negeri; kontribusi langsungnya adalah pemikiran ilmiah Ki Ageng Suryomentaram dimasukkan kedalam rencana pembelajaran semester jurusan psikologi Univeritas Sarjanawiyata Tamansiswa.

ABSTRACT

Zahwa, Ade. 2019. “The role of Ki Ageng Suryomentaram in Taman Siswa education at Yogyakarta The National Movement (1922-1932)”. Thesis, Program of historical sciences, historical studies, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor: (1) Dr. Joko Sayono, M. Pd, M. Hum.

Keywords: Role, Ki Ageng Suryomentaram, Taman Siswa

Ki Ageng Suryomentaram is one of many outstanding Javanes intelectual. His work “Kawruh Jiwa” prevail his concern to the suffering native/javanese life under colonial domination. After rebelling and releasing his princely position; The son of Sri Sultan Hamengkubuwono VII; Ki Ageng Suryomentaram along with Ki Hajar Dewantara, he invites many javannese aristrocrat/nobel to make association nomid Slasa Kliwon. This association discussed the problem of Indonesian which have been supressed by Dutch colonialism. In 1922, this assembly agreed the establishment of Taman Siswa School. By reason, the development of the nation's mind through education is the most needed by the society at that time.

This study was conducted to determine the role of Ki Ageng Suryomentaram in education of Taman Siswa in 1922-1932. With the main discussion of the life background of Ki Ageng Suryomentaram, the role of Ki Ageng Suryomentaram in the education of Taman Siswa during The National Movement and contributions that Ki Ageng Suryomentaram provide for education and science, especially in the Taman Siswa.

This study uses historical research methods with the help of social role theory. As for the steps researchers take in this study are as follows:

(1) topic selection; It describes the selected topic and its description,

(2) heuristics; The description of primary sources and secondary sources that use the utility,

(3) criticism; internal and external,

(4) interpretation; With analysis and cytanions, and

(5) historiography; form of writing to be done.

The results of the research has showed that:

(1) Ki Ageng Suryomentaram growth to be a different person amongst many javanese nobel, his engaged to many western book and modern education has changed the way he see their people; Joining the association Slasa Kliwon, the Manggala Tiga Belas and the Pasukan Rakyat Jelata; His discoveries about the soul are written into the Kawruh Jiwa.

(2) Ki Ageng Suryomentaram engaged in the establishment of the Taman Siswa through Slasa Kliwon and become a teacher of adult, his thoughts on the education of the Taman Siswa are outlined in the paper Unipersitit and Kawruh Pamomong lecture.

(3) Indirect contribution of Ki Ageng Suryomentaram is the scientific of Kawruh Jiwa who put him into one of the scientific thinkers who established Taman Siswa, thought Ki Ageng Suryomentaram widely used by researchers from within and abroad; His immediate contributions are the scientific thought of Ki Ageng Suryomentaram to be included in the study plan for semester majoring in psychology Univeritas Sarjanawiyata Tamansiswa.