SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Debat Rapat Dewan Kota untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi di Kelas XI IIS 2 MAN 3 Blitar

FITRIANA SURURIN

Abstrak


RINGKASAN

Fitriana, Sururin. 2019. Penerapan Model Debat Rapat Dewan Kota untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi di Kelas XI IIS 2 MAN 3 Blitar. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum.

Kata Kunci: Model Pembelajaran Debat Rapat Dewan Kota, minat belajar

Pembelajaran sejarah di kelas XI IIS 2 MAN 3 Blitar mengalami masalah pembelajaran yakni rendahnya minat belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan pembelajaran di kelas, guru menggunakan model pembelajaran yang sama setiap pertemuan yakni ceramah. Siswa menjadi kurang semangat dan mudah cepat merasa bosan pada saat pembelajaran berlangsung. Upaya yang pernah digunakan guru untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah menerapkan model debat dimana partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat dengan baik. Akan tetapi, model debat yang diterapkan guru kurang maksimal dan belum terlaksana secara berkelanjutan.

Peneliti bersama guru mata pelajaran sejarah berkolaborasi untuk kembali menerapkan debat yang lebih menarik sebagai upaya memperbaiki minat belajar siswa XI IIS 2 adalah dengan penerapan model pembelajaran Debat Rapat Dewan Kota. Model Debat Rapat Dewan Kota merupakan kombinasi dari dua strategi untuk menstimulasi diskusi kelas agar

lebih hidup dan menarik. Penggunaan Rapat Dewan Kota dapat divariasikan ke dalam Debat sehingga alur dalam Debat Rapat Dewan Kota berbeda dengan debat pada umumnya. Dengan penerapan model tersebut diharapkan siswa dapat berminat dan terdorong untuk mengikuti pembelajaran sejarah dengan semangat. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yakni penelitian yang dilakukan di dalam kelas bertujuan untuk memecahkan dan memperbaiki masalah dalam pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini terdiri dari dua pemberian tindakan dimana masing-masingnya terdiri dari langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Minat belajar siswa di kelas XI IIS 2 dilihat dari empat aspek yakni perasaan senang, keterlibatan siswa, ketertarikan dan perhatian siswa. Keempat aspek tersebut diamati melalui lembar observasi yang dilakukan observer selama pembelajaran berlangsung dan wawancara dengan guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan siswa menjadi berminat dan semangat serta membangun kerjasama yang baik selama penerapan model. Hasil data siklus I menunjukkan minat siswa mencapai 49% dengan format kelas besar yakni dua kelompok sedangkan hasil data siklus II menunjukkan minat siswa mencapai 77% dengan format kelas yang lebih kecil yakni dengan empat kelompok atau tiga kali sesi debat, sehingga peningkatan dari

presentase siklus I ke siklus II sebesar 28%. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Debat Rapat Dewan Kota dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penerapan model ini dapat dijadikan salah satu model pembelajaran yang interaktif bagi siswa terutama dalam mata pelajaran sejarah. Penggunaan format kelompok debat yang kecil lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok.vii

SUMMARY

Fitriana, Sururin. 2019. Implementation of City Council Meeting Debate Model to Improve Students’ Learning Interest on Material About Proclamation Events in XI IIS 2 MAN 3 Blitar. Thesis, Department of History, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor: Dr. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum.

Keywords: Learning Model of City Council Meeting Debate, Learning Interest

History learning in XI IIS 2 of MAN 3 Blitar face a problem, that is low interest in students’ learning. Based on observation in class, teacher are always used classical method particularly speaking in front of the class in all whole time. Students’ become less in enthusiasm and get bored easily during learning. The effort that the teacher has been used to increase students’ interest is using debate which is students’ participations can increase well. However, this debate model is less maximal and not sustainable yet. The researcher and history teacher collaborated to implement this debate model again, as an improvement of students’ interest with the implementation of City Council Meeting Debate Model.

This model is a combination between two strategies to stimulate class discussion becomes more interesting. The using of City Council Meeting can be combined in to a debate, then this debate will be different with the others. The implementation of this model is expected that students’ have an interest and motivated to join history learning. This research used Class Action Research (CAR) or a research that was done in class to solve the learning problem. This reseacrh consists of two cycles, there are planning, action, observation and reflection. In adition, students’ interest in class of XI IIS 2 could be observed according to four aspect, they were pleasant feeling, students’ participation, students’ interest and students’ attention.

These aspects were observed through observation sheets that conducted by observer during learning process and interview with teacher and students’. According to the result, it shows that students’ become interested and enthusiastic in building good cooperation during the process of model implementation. The result of first cycle shown that students’ interest reached 49% with two group in a large class, whereas the second cycle shown that students’ interest reached 77% with smaller group format which consists of four group or three times debate, then the enhancement of the precentage of cycle 1 and 2 is 28%. In conclusion city council meeting debate model can make students’ learning interest more increase. The implementation of this model can be used as a learning tool that is interactive for students’ especially in subject of history. The using of small group debate is more effective to increase students’ participation in group