SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Muatan Pendidikan Seksual dalam Serat Centhini

Ahmad Shufi Mumtazzun Ni'am

Abstrak


Abstrak

Pendidikan seksual yang sejatinya merupakan panduan bersikap sesuai dengan jenis kelamin seringkali hanya diartikan sebagai panduan cara berhubungan seks semata. Budaya Jawa yang dianggap sebagai kebudayaan yang tertutup terhadap masalah seksual justru menghasilkan Serat Centhini yang mengungkapkan masalahmasalah seksual tersebut secara vulgar Paham klangenan dan sistem budaya katuranggan yang hedonistik dan dianut oleh para bangsawan dan priyayi pada masa Sunan Paku Buwana IV turut mempengaruhi perkembangan budaya Jawa melalui karya-karya sastra seperti Serat Centhini. Teks-teks seksual dalam Serat Centhini yang vulgar mengandung muatan pendidikan seksual ala Jawa yang disesuaikan dengan jiwa zaman ketika pembuatannya.

Kata Kunci : Pendidikan Seksual, Serat Centhini

Abstract

Sexual education is not only about how to have sex but also guidance to behave according to gender. Javanese culture is regarded as a closed culture in sexuality but resulted Serat Centhini that reveals sexuality such as vulgar. Priyayi‟s hedonistic klangenan concept and katuranggan system during Sunan Paku Buwana IV era also affected Javanese cultur throught their literature work, such as Serat Centhini. Serat Centhini‟s vulgar sexual texts containing javanese style sexual education that adapted the period mind.

Keyword: Sexual Education, Serat Centhini