SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN HISTORICAL MODULE AND POP UP (MOS UP) DALAM MATERI PAHLAWAN NASIONAL PADA MASA KOLONIALISME KELAS XI IIS MA SUMBER BUNGUR PAKONG

Kutsiyah Kutsiyah

Abstrak


Abstrak

Penelitian ini membahas mengenai kurangnya penggunaan bahan ajar yang kreatif dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Historical Module and Pop Up. Model penelitian pengembangan yang digunakan oleh peneliti adalah model dari Sugiyono, langkah langkah model ini dimulai dari potensi masalah, pengumpulan data, desain  produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, dan revisi produk, namun produk yang akan dikembangkan oleh peneliti tidak diproduksi masal dikarenakan kendala dalam pembiyaan. Instrumen pengumpulan data yang diperoleh oleh peneliti berupa lembar validasi ahli materi, validasi ahli bahan ajar, dan  uji coba produk atau angket validasi peserta didik di MA Sumber Bungur Pakong Pamekasan dikelas XI IIS 2. Hasil uji validasi ahli bahan aja mendapatkan nilai persentase sebesar 85%, hasil uji validasi ahli bahan ajar mendapatkan nilai persentase 82,14%, hasil uji coba angket validasi peserta didik pada kelompok kecil mendapatkan nilai persentase 79,7%, dan hasil uji coba angket validasi peserta didik pada kelompok besar mendapatkan nilai persentase 88,8%. Dapat disimpulkan bahwa dengan perolehan nilai persentase dari validasi ahli materi, validasi ahli bahan ajar, dan uji coba kelompok kecil dan besar menunjukan produk yang dikembangkan oleh peneliti termasuk kategori sangat sesuai/layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran sejarah.

Kata Kunci: pengembangan, Historical Module and Pop Up, pahlawan nasional, kolonialisme

Abstract

This study discussed the lack of use of creative teaching materials in learning history. This study aimed to develop the Historical Module and Pop Up teaching materials. The development research model used by researchers was a model from Sugiyono, the steps of this model begun from potential problems, data collections, product designs, design validations, design revisions, product trials, product revisions, usage trials, and product revisions, but products that will be developed by researchers are not mass produced due to financing constraints. The instruments of data collection obtained by researchers were material expert validation sheets, validation of teaching material experts, and product trials or validation questionnaires of students in MA Sumber Bungur Pakong Pamekasan in class XI IIS 2. The validation test results of teaching materials experts got a percentage value of 85%, the results of the validation test of teaching materials experts got a percentage value of 82.14%, the results of questionnaire validation trials in small groups got a percentage value of 79.7%, and the results of questionnaire trials validation of students in large groups got a percentage value of 88.8%. It can be concluded that the acquisition of percentage values ​​from material expert validation, teaching material validation, and small and large group trials showed that the product developed by the researcher was very suitable/ appropriate to be used as teaching material in the process of learning history.

Keywords: development, Historical Module and Pop Up, national hero, colonialism