SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)Bidang Studi Sejarah Di Kelas VIII SMP Negeri 4 Kepanjen.

Genta Mardhika Wijaya

Abstrak


Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) khususnya materi sejarah
merupakan pelajaran yang kurang diminati oleh siswa, karena saat ini kebanyakan
guru selalu menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi sehingga
membuat suasana kelas menjadi monoton. Untuk itu guru sebagai pengajar harus
kreatif dalam menyampaikan materi salah satunya adalah dengan menggunakan
model pembelajaran lain seperti model Problem Based Learning. Model Problem
Based Learning ini sejalan dengan Kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) yang menuntut guru menciptakan suasana kelas yang
menyenangkan, untuk itu peneliti melakukan penelitian di SMP Negeri 4
Kepanjen untuk mengetahui keefektifitasan dari Model Problem Based Learning
terhadap prestasi belajar pada bidang studi sejarah siswa kelas VIII. Dengan
hipotesis Model Problem Based Learning efektif untuk meningkatkan prestasi
belajar sejarah. Alasan pemilihan judul ini karena, (1) SMP Negeri 4 kepanjen
telah menerapkan KTSP dan menjadi rintisan Sekolah bertaraf internasional,
tetapi masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi, (2)
Model PBL adalah model pembelajaran inkuiri yang berpusat pada pemecahan
masalah oleh siswa tanpa bantuan dari guru, sehingga siswa lebih memahami isi
materi, selain itu permasalahan yang diberikan diambil dari dari dunia nyata.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) bagaimanakah hubungan 
model Problem Based Learning dengan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP
Negeri 4 Kepanjen pada mata pelajaran IPS bidang studi sejarah, (2)
bagaimanakah efektivitas model Problem Based Learning dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kepanjen pada mata pelajaran IPS
bidang studi sejarah, selain itu hipotesis dari penelitian ini adalah Model
Probblem Based Learning efektif untuk meningkatkan prestasi belajar, dengan
kriteria pengujian H0 diterima jika thitung < t tabel dan tolak H0  jika t hitung
mempunyai nilai-nilai lain dengan derajat kebebasan n1 + n2 – 2 dan peluang (1 -
α).
Model Problem Based Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran
yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk
belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta
untuk memperoleh pengetahuan dari konsep yang esensial dari materi pelajaran.
Dari pengalaman memecahakan masalah sendiri tanpa bantuan dari guru
mengakibatkan siswa tersebut lebih paham maka dapat membawa hasil dengan
prestasi belajar. Prestasi belajar adalah keluaran atau output dari siswa setelah
memperoleh pengalaman belajar dari guru  Efektifitas adalah berhasil guna atau membawa hasil. Sehingga kita dapat mengetahui apakah model pembelajaran
tersebut efektif untuk meningkatkan prestasi belajar.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu peneliti menggunakan
dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kedua kelas itu diberikan
perlakuan yang berbeda. Setelah itu dilakukan uji reliabilitas dan validitas,
normalitas, homogenitas, uji kesamaan rata-rata kemampuan awal, dan uji
hipotesis untuk menentukan keefektifitasan dari model Problem Based Learning.
Hasil dari penelitian adalah Model Problem Based Learning efektif
untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah, ini terbukti dengan hasil prestasi
belajar siswa kelas eksperimen dari rata-rata kemampuan awal 46,11 menjadi
84,22 dan uji hipotesis yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas
eksperimen dengan kelas kontrol yaitu t hitung = 4.86 dan t tabel = 1.66. Selain itu
pada proses pembelajaran siswa juga sangat aktif untuk mencari jawaban dari
pertanyaan yang diberikan.
Berdasarkan dari penelitian maka guru dapat menggunakan model
Problem Based Learning sebagai alternatif menyampaikan materi selain ceramah.
Sehingga kondisi kelas nantinya tidak monoton dan sesuai dengan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menginginkan pembelajaran yang aktif,
kreatif dan efektif.