SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELATIHAN DAN PENDISTRIBUSIAN GAJAH DI PUSAT KONSERVASI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS TAHUN 1985-2015

Aka Putra Brahmana

Abstrak


ABSTRAK

Taman Nasional Way Kambas merupakan kawasan hutan lindung dan tempat konservasi hewan dan tanaman langkah yang hampir punah. Di dalam Taman Nasional Way Kambas memiliki unit kerja yang melakukan kegiatan pendidikan dan latihan satwa Gajah yaitu Pusat Latihan Gajah (PLG). PLG merupakan tempat Konservasi insitu Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus). PLG juga melakukan pendistribusian atau pengiriman gajah-gajah ke derah-derah atau wilayah-wilayah di indonesia yang membutukan diantaranya di Solo, Kerinci, Bandung, dan Andalas Timber. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Dimana metode tersebut terdapat lima tahapan, yang diantaranya pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, foto, peta, dan sumber lisan/wawancara), kritik (intern dan ekstern), interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi. Hasil yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, perburuan gajah sumatra yang mulai terjadi sejak kedatangan bangsa kolonial menjadi suatu permasalahan yang terjadi hiangga sekarang, Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) saat ini berada dalam status Kritis (Critically Endangered) dalam daftar merah spesies terancam punah yang dikeluarkan oleh Lembaga Konservasi Dunia IUCN (International Union For Conservation Of Nature). Kedua, Pendirian pusat pelatihan gajah di Taman Nasional Way Kambas pada tahun 1985 merupkan upaya untuk melestraikan dan perlindungan gajah sumatra, didirikannya bertujuan untuk melatih gajah hasil tangkapan sampai bisa dikendalikan untuk menanggulangi gangguan gajah atau konflik dengan manusia. Ketiga, gajah setelah selesi mendapatkan pelatihan akan didistribusian atau dilakukan pengiriman ke lembaga-lembaga konservasi diseluruh indonesia yang membutuhkan.

Kata Kunci: Gajah, Pelatihan, Pendistribusian

ABSTRACT

Way Kambas National Park is a protected forest area and an almost extinct conservation of animals and plants. Inside Way Kambas National Park has a work unit that conducts Elephant education and training activities, the Elephant Training Center (PLG). The PLG is a place for the conservation of the Sumatran Elephant Society (Elephas Maximus Sumatranus). The PLG also distributes or dispatches elephants to regions or regions in Indonesia that require them in Solo, Kerinci, Bandung, and Andalas Timber. The method used in this study is the historical method. Where the method has five stages, which include topic selection, heuristics (collecting written sources, photos, maps, and oral sources/interviews), criticism (internal and external), interpretation (analysis and synthesis) and historiography. The results that can be obtained from this study are as follows. First, the Sumatran elephant hunt that began to occur since the arrival of the colonial nation became a problem that is happening now, Sumatran Elephants (Elephas Maximus Sumatranus) are currently in Critically Endangered status on the red list of endangered species issued by the IUCN (International Union For Conservation of Nature) World Conservation Institute. Second, the establishment of an elephant training center in Way Kambas National Park in 1985 was an effort to orchestrate and protect Sumatran elephants, which was established aimed at training captured elephants until they could be controlled to cope with elephant disruption or conflict with humans. Third, elephants after receiving training will be distributed or sent to conservation institutions throughout Indonesia in need.

Keywords: Elephant, Training, Distribution