SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Mobile Learning Tentang Pemerintahan K.R.T Sosrokusumo Untuk Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas X TKJ 1 SMK PGRI 1 Nganjuk

Muhammad Wildan Al Faruq

Abstrak


PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING TENTANG PEMERINTAHAN K.R.T SOSROKUSUMO UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X TKJ 1 SMK PGRI 1 NGANJUK

Muhammad Wildan Al Faruq, Yuliati

Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jln. Semarang 5 Malang 65145

e-mail: wildan.son234@gmail.com

ABSTRACT

This development research will minimize the use of learning resources used in historical subjects. Mobile learning is a result of development based on potential problems that exist in the field so that mobile learning media is developed. The purpose of this study is the result of the development of mobile learning learning media about the Government of K..R.T Sosrokusumo for class X TKJ 1 SMK PGRI 1 Nganjuk. This product has gone through the validation stage of material experts, media experts, and small group product trials, as well as large group usage trials. Based on the results of validation, mobile learning media is stated to be very valid or very well used in historical learning.

Keywords: mobile learning, the government of K.R.T Sosrokusumo, historical learning

 

ABSTRAK

Penelitian pengembangan ini berdasarkan akan minimnya penggunaan sumber belajar yang digunakan pada mata pelajaran sejarah. Media pembelajaran sejarah mobile learning ini merupakan suatu hasil dari pengembangan yang berdasarkan dari potensi masalah yang ada di lapangan sehingga dikembangkanlah media pembelajaran mobile learning. Tujuan dari penelitian ini ialah menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran mobile learning tentang Pemerintahan K.R.T Sosrokusumo untuk siswa kelas X TKJ 1 SMK PGRI 1 Nganjuk. Produk ini telah melalui tahap validasi ahli materi, ahli media, dan uji coba produk kelompok kecil, serta uji coba pemakaian kelompok besar. Berdasarkan hasil validasi, media pembelajaran mobile learning ini dinyatakan sangat valid atau sangat layak digunakan dalam pembelajaran sejarah.

Kata Kunci: mobile learning, pemerintahan K.R.T Sosrokusumo, pembelajaran sejarah

Pembelajaran Menurut Mulyasa (2005: 110) adalah proses interaksi antara peserta didik dan lingkunganya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, dimana dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang berasal dari individu, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. Perubahan pola pembelajaran pada era disrupsi 4.0 sangat berbeda bila disamakan dengan 15-20 tahun lalu dalam dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran pada era disrupsi 4.0 harus selalu melibatkan media dalam proses pembelajaran, tidak terkecuali pembelajaran sejarah.  Menurut Kuntowijoyo (1995: 18) Sejarah adalah cabang ilmu yang mengaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupanya yang terjadi dimasa lampau. Salah satu media pembelajaran yang dapat menarik minat peserta didik dalam pembelajaran sejarah adalah mobile learning atau biasa disebut mobile learning.

Mobile learning adalah pembelajaran yang unik karena pebelajar dapat mengakses materi pembelajaran, arahan, dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran kapan pun dan dimanapun melalui perangkat telekomunikasi seperti handphone, smartphone dan tablet (Rusman 2013:346-347). Penggunaan media pembelajaran harus sesuai dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah, sehingga proses pembelajaran tidak akan terhambat dan memudahkan siswa dalam belajar. Untuk itu perlu adanya suatu alternatif baru dalam pembelajaran agar dapat menarik minat dan memotivasi siswa dalam menarima pembelajaran sejarah. Alternatif yang ditawarkan adalah berupa produk mobile learning. Mobile learning didefinisasikan sebagai pembelajaran dimana siswa tidak terpaku pada tempat, lokasi yang ditentukan sebelumnya dan siswa memanfaatkan kesempatan belajar yang ditawarkan pada teknologi mobile (O’Malley 2003: 7).  

Media pembelajaran berupa mobile learning ini berbasis pada android. Jadi hanya handphone yang menggunakan sistem android yang dapat mendownload aplikasi yang telah disediakan. Selain hanya berbasis android, mobile learning ini menggunakan sistem online untuk memudahkan peneliti memperbahurui materi setiap saat dan sistem online ini tidak memerlukan paket data yang banyak sehingga siswa tidak perlu khawatir kehabisan paket data. Alasan peneliti menggunakan media pembelajaran mobile learning hanya terbatas hanya di sistem android ialah, sesuai observasi awal yang dilakukan oleh peneliti yakni siswa SMK PGRI 1 Nganjuk banyak menggunakan handphone yang berbasis android. Alasan lainnya mengapa mobile learning ini tidak menggunakan sistem offline adalah karena di SMK PGRI 1 Nganjuk khususnya di dalam kelas signal masih sangat kuat dan ditunjang oleh subjek penelitian yaitu kelas X TKJ 1 yang mahir dalam hal komunikasi dan selalu mempunyai paket data karena ketentuan jurusan, sehingga produk mobile learning ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran sejarah.

Penelitian terdahulu yang menjadi acuan peneliti yaitu adalah penelitian milik Mochamad Iqbal Muhlasin (2016) Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “Histo-App” penelitian Mochamad Iqbal Muhlasin ini gunanya untuk mengetahui efektif tidaknya produk “Histo-App” dalam pembelajaran sejarah. Selanjutnya penelitian terdahulu milik Hermin Mariane (2017) Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang Aplikasi Sejarah (APRAH) produk “Histo-App” ini membahas tentang nilai-nilai sumpah pemuda dan maknanya bagi kehidupan kebangsaan Indonesia pada masa kini.Penelitian terdahulu yang terakhir adalah milik Ari Andriansyah (2018) Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “History Modul & Quiz (Himoquiz)”. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan diatas yaitu terletak pada teknik penyusunan mobile learning, materi yang dilampirkan serta aplikasi yang digunakan untuk pengembangan mobile learning tersebut. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk pengembangan berupa media pembelajaran mobile learning tentang materi sejarah Pemerintahan K.R.T Sosrokusumo.

 

METODE

Model yang digunakan dalam pengembangan mobile learning sejarah Pemerintahan K.R.T Sosrokusumo adalah Research and Development (R&D). Sugiyono (2016: 9) menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan R&D merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Dengan adanya penelitian ini dapat, dikatakan bahwa tujuan penyusunan produk untuk memberi kemudahan pada siswa khususnya dalam pembelajaran sejarah. Model pengembangan ini secara khsusus membahas tentang pengembangan media pembelajaran khusunya mobile learning yang masih sangat minim pada kelas X TKJ 1 SMK PGRI 1 Nganjuk .

Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan seperti dijelaskan Sugiyono (2016: 409) adalah sebagai berikut:

1) Potensi dan masalah,

2) Pengumpulan data,

3) Desain produk,

4) Validasi desain,

5) Revisi Desain,

6) Uji coba produk,

7) Revisi produk,

8) Uji coba pemakaian,

9) Revisi produk, dan

10) Produksi missal.

Media pembelajaran mobile learning ini terdapat dua tahapan validasi. Yang pertama yakni validasi materi yang dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A, sedangkan validasi media dilakukan oleh Bapak Wahyu  Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd. Setelah melalui tahap validasi, selanjutnya dilaksanakan uji coba produk kelompok kecil yang dilakukan pada 9 siswa atau responden di kelas X TKJ 1. Setelah melakukan uji coba produk kelompok kecil, berikutnya uji coba pemakaian kelompok besar, dengan jumlah 35 siswa atau responden dalam kelas yang sama.

Instrumen pada pengumpulan data dalam penelitian dan pengembangan ini ialah dengan menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada saat validasi ahli materi dan media dan juga saat uji coba lapangan, dimana peneliti mendapat masukan dari validator, guru pengajar serta siswa yang di uji coba, sedangkan observasi dilakukan pada saat uji coba lapangan dengan melihat penggunaan produk media pembelajaran oleh siswa. Angket tersebut berisi tentang seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada para siswa untuk dijawab. Hasil dari angket yang telah diberikan nantinya digunakan untuk mengetahui kevalidan dari media pembelajaran mobile learning.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Setelah pembuatan bahan ajar berupa mobile learning selesai, maka selanjutnya akan dilakukan proses validasi kepada ahli materi dan ahli media. Tujuan untuk dilakukannya validasi ialah untuk mengukur kesesuaian materi atau kelayakan media yang digunakan serta mengetahui tingkat validitas media pembelajaran sebelum diujicobakan di lapangan dengan menggunakan instrumen berupa angket. Berikut rumus untuk mengolah data kuantitatif subjek uji coba yakni, (Arikunto, 2006: 246):

Keterangan:

P = Presentase rata-rata

∑ = Jumlah jawaban skor oleh responden

∑x1 = Jumlah jawaban ideal suatu item

100% = Konstanta

Untuk menentukan ketercapaian dalam penelitian dan pengembangan ini maka digunakan ketentuan sebagai berikut:

Tabel 1.1 Kriteria Validitas Ahli Materi, Media, Uji Coba Produk, dan Uji Coba Pemakaian

Tingkat Kriteria

85% - 100% Sangat valid (tanpa revisi)

70% - 84% Valid (tanpa revisi)

55% - 69% Cukup valid (revisi)

50% - 54% Kurang valid (revisi)

0% - 49% Tidak valid (revisi)

Sumber: Arikunto (2009: 245)

Pengembangan bahan ajar berupa mobile learning sejarah Pemerintahan K.R.T Sosrokusumo ini akan dinyatakan berhasil atau sesuai jika tingkat ketercapaian tersebut minimal 70%. Apabila sudah mencapai 70%, maka mobile learning dapat dikatakan layak dan siap untuk diterapkan atau dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah.

 

HASIL

Hasil Uji Coba Media Pembelajaran Mobile Learning

Pada tahapan validasi media pembelajaran ini dilakukan oleh orang yang ahli pada bidangnya berdasarkan saran dari dosen pembimbing. Validasi bertujuan untuk mengetahui data berupa kevalidan dari media pembelajaran mobile learning. Setelah divalidasi, maka mobile learning dapat diujicobakan pada kelompok kecil dan uji coba pemakaian kelompok besar.

1. Validasi Ahli Materi

Validasi ahli materi dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A. pada lembar validasi materi, terdapat 12 item penilaian serta dilengkapi kolom kritik dan saran. Hasil yang di dapat dari validator materi yakni diperoleh prsentase sebesar 96% dengan kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan

2. Validasi Ahli Media

Validasi ahli media dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd. pada lembar validasi media, terdapat 15 item penilaian serta dilengkapi dengan kolom kritik dan saran. Hasil yang di dapat dari validator media yakni diperoleh presentase sebesar 78% dan masuk ke dalam kriteria valid dan siap untuk digunakan.

3.Uji Coba Produk Kelompok Kecil

Uji coba produk kelompok kecil dilakukan dengan mengambil siswa kelas X TKJ 1 sebanyak 9 orang untuk diberikan angket yang telah berisi item penilaian serta juga dilengapi dengan komentar dan saran terhadap media pembelajaran mobile learning. Hasil yang di dapat dari uji coba produk kelompok kecil yakni diperoleh presentasi sebesar 85,1%, sehingga dapat dikategorikan atau masuk kriteria sangat valid atau sangat layak digunakan.

4. Uji Coba Pemakaian Kelompok Besar

Uji coba pemakaian kelompok besar dilakukan di dalam kelas X Boga SMK Muhammadiyah 3 Singosari dengan melibatkan siswa sebanyak 30 siswa. Seluruh siswa diberikan angket penilaian yang berisi item penilaian serta terdapat komentar dan saran guna memberi masukan terhadap media E-modul. Hasil yang di dapat dari uji coba pemakaian kelompok besar yakni diperoleh presentase sebesar 88,6%, sehingga media pembelajaran mobile learning masuk dalam kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.

Revisi Produk

Pada tahap revisi produk, bertujuan untuk memperbaiki kualitas media pembelajaran E-modul agar layak untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa. Kritik dan saran yang pertama diberikan oleh ahli materi, sebagai berikut:

1) Menambahkan foto K.R.T Sosrokusumo serta disarankan untuk menambahkan materi  “Biografi K.R.T Sosrokusumo” pada awal sub judul,

2) Memperbaiki beberapa kesalahan pengetikan dalam materi, serta menambahkan rujukan dalam setiap paragraf,

3) Penambahan daftar rujukan dalam materi, disarankan untuk menambah daftar rujukan dari yang awalnya 2 sumber menjadi 3 sumber.

Revisi produk yang berikutnya yakni mendapat kritik dan saran dari ahli media, yaitu:

1). Penggunaan font dan ukuran judul mobile learning yang masih kurang jelas sebaiknya ukuran huruf diperbesar dan diganti dengan font yang jelas dan menarik. Diharapkan juga untuk mengganti warna judul karena terlalu menyatu dengan background, dan di dalam background diharapkan untuk memberikan nama peneliti.

2). Penggunaan tampilan ikon yang kurang sesuai dengan judul sub materi sebaiknya diganti dengan yang lebih sesuai dan menarik.

 

PEMBAHASAN

Validasi Materi

Hasil yang telah diberikan oleh validator materi, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 46 dari total skor ideal 48. Jadi hasil dari validasi materi menunjukkan presentase sebesar 96%. Hasil tersebut dapat dikategorikan masuk dalam kriteria sangat valid (tanpa revisi) untuk digunakan. Akan tetapi, walaupun sudah mendapat hasil sangat valid, proses revisi masih tetap dilakukan sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan oleh validator materi.

Validasi Media

Hasil yang telah diberikan oleh validator media, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 47 total skor ideal 68. Jadi hasil dari validasi media menunjukkan presentase sebesar 78%. Hasil tersebut dapat dikategorikan masuk dalam kriteria valid (tanpa revisi) untuk digunakan pada tahap selanjutnya. Meskipun demikian, proses revisi masih tetap dilakukan sesuai dengan kritik dan saran yang telah diberikan.

Uji Coba Produk Kelompok Kecil

Pada tahap uji coba produk kelompok kecil yang dilakukan pada 9 siswa kelas X TKJ 1, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 460 dari total skor ideal 540. Jadi hasil dari uji coba produk kelompok kecil menunjukkan presentase sebesar 85,1%. Hasil tersebut termasuk ke dalam kategori sangat valid (tanpa revisi) untuk digunakan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar.

Uji Coba Pemakaian Kelompok Besar

Uji coba pemakaian kelompok besar dilakukan pada 35 siswa kelas X Boga. Berdasarkan dari data kuantitatif produk yang diujicobakan mendapatkan skor keseluruhan 1862 dari total skor ideal 2100. Dengan demikian, hasil dari uji coba pemakaian kelompok besar menunjukkan presentase sebesar 88,6%. Hasil tersebut menempatkan pada kriteria sangat valid (tanpa revisi) untuk digunakan sebagai sumber belajar alternatif bagi pembelajaran sejarah.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Produk yang telah dikembanngkan oleh peneliti pada penelitian dan pengembangan ini berupa produk media pembelajaran dengan konsep aplikasi m-modul yang hanya dapat diakses oleh handphone android yang berisi tentang materi Pemerintahan K.R.T Sosrokusumo. Materi yang diambil berdasarkan pada KD 3.5 yakni, Menganalisis Proses Masuk dan Perkembangan Penjajahan Bangsa Barat (Portugis, Belanda, Inggris) di Indonesia. Produk ini ditujukan pada siswa kelas X TKJ 1 SMK PGRI 1 Nganjuk. Media pembelajaran ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi handphone ialah untuk memudahkan siswa dalam belajar secara mandiri. Selain materi, pada media mobile learning juga dilengkapi dengan foto-foto atau gambar yang dapat menunjang proses pembelajaran.

Alasan yang menjadi dasar dari penelitian dan pengembangan ini ialah minimnya penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran sejarah. Hal tersebut diperkuat dengan observasi awal serta wawancara yang dilakukan peneliti di SMK PGRI 1 Nganjuk, pada proses pembelajaran sejarah kebanyakan pembelajaran sering menggunakan proses ceramah, selain itu siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Menurut beberapa siswa, pembelajaran sejarah sudah cukup baik, akan tetapi lama kelamaan bosan karena guru sering menggunakan proses ceramah dan jarang menggunakan media pembelajaran yang menarik. Selain itu yang menjadi permasalahan ialah minimnya sumber belajar yang digunakan di dalam kelas, sehingga siswa yang ingin belajar mengenai sejarah menjadi terhambat akan permasalahan tersebut.

Pada penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan 10 langkah-langkah penelitian milik. Media pembelajaran mobile learning ini telah melalui tahapan uji validasi yang dilakukan oleh ahli materi, yaitu Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A serta ahli media yaitu, Bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd. Adapun hasil dari validasi materi yang dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A, menunjukkan hasil presentase sebesar 96%. Sedangkan hasil validasi media yang dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd, menunjukkan hasil presentase sebesar 78%. Hasil yang didapatkan dari uji coba produk kelompok kecil dengan 9 siswa menunjukkan hasil presentase sebesar 85,1%. Sedangkan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar dengan 35 siswa, menunjukkan hasil presentase sebesar 88,6% yang masuk ke dalam kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan sebagai sumber belajar pada proses pembelajaran sejarah.

 

Saran

Saran Pemanfaatan

Pada penerapannya, media pembelajaran mobile learning sebaiknya tetap pada pengawasan guru karena peserta didik terlibat langsung dalam penggunaan handphone. Guru juga sebagai fasilitator yang dapat membantu siswa dalam memahami materi yang terdapat pada mobile learning. Tempat penelitian juga harus diperhatikan, karena setiap sekolah memiliki aturan sendiri-sendiri dalam penggunaan handphone, selain itu sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah juga harus diperhatikan dalam melakukan penelitian, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal.

Saran Penyebaran

Langkah penyebaran yang dapat dilakukan ialah dengan cara disebarluaskan dengan cara mengunggah link yang berkaitan dengan aplikasi mobile learning pada sosial media seperti Instagram, twitter, facebook dan sebagainya sehingga masyarakat juga dapat mengunduh dan selanjutnya dapat memanfaatkannya.

Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Media pembelajaran mobile learning sebaiknya tidak hanya terbatas pada sistem online saya, sebaiknya terlebih dahulu melihat sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah, apabila sekolah tidak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung sebaiknya produk mobile learning diproduksi secara offline sehingga tidak menyulitkan siswa dalam mengakses.

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Mulyasa. 2011. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

O’Malley,C, dkk. 2003. Guidelines For Learning/Teaching/Tutoring in a Mobile Environtment (Online), (http://www.mobilearn.org/download/results/guidelines.pdf , diakses pada 4 Februari 2019)

Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.