SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARIKATUR DAN METODE DISKUSI UNTUK SISWA KELAS XI IPS 5 SMAN 1 BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN AJARAN 2016/2017

Eric Syahrul Akbar

Abstrak


UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARIKATUR DAN METODE DISKUSI UNTUK SISWA KELAS XI IPS 5 SMAN 1 BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN AJARAN 2016/2017

Eric Syahrul Akbar

Prodi Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Malang

Akbar, Eric Syahrul. 2017. Upaya Meningkatkan Minat Belajar Sejarah

Melalui Penggunaan Media Karikatur dan Metode Diskusi Untuk Siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Baureno Kabupaten Bojonegoro Tahun Ajaran 2016/2017. Progam Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas  Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ari Sapto, M.Hum dan Indah Wahyu Puji Utami, S.Hum, S.Pd, M.Pd.

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati siswa, diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Jika materi yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tersebut tidak akan belajar dengan baik karena tidak ada daya tarik baginya. Bila seseorang siswa merasa tertantang dan memiliki minat yang besar untuk belajar sesuatu hal maka siswa akan terdorong agar berada pada kondisi yang memungkinkan dirinya untuk dapat menyalurkan minatnya dan berusaha menghilangkan atau mengabaikan faktor yang akan menghalanginya. Hal ini juga berlaku dalam pembelajaran sejarah.

Penelitian ini bertujuan memberikan inovasi media pembelajaran sejarah guna meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran sejarah yang memanfaatkan Karikatur dan Diskusi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa di SMAN 1 Baureno Kabupaten Bojonegoro. Untuk mengetahui dan menjelaskan minat siswa dengan pengunaan media Karikatur dan Metode diskusi dalam materi Membangun Jati diri Keindonesiaan. Mata pelajaran Sejarah Indonesia kelas XI IPS 5 Semester Ganjil SMAN 1 Baureno. Bertujuan untuk meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Baureno. Penelitian ini menggunakan media Karikatur dan metode Diskusi, subyek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 5 SMAN 1 Baureno.

Kata kunci: Meningkatkan Minat, Media Karikatur, Metode Diskusi.

Akbar, Eric Syahrul. 2017. Efforts to Increase Interest in Learning History Through the use of Media Caricature and Methods Discussion For Student Class XI IPS 1 SMAN 1 Baureno Bojonegoro Academic Year 2016/2017. Study Programme of History Education. History Department. Faculty of Social Science. University of Malang. Advisor: Dr. Ari Sapto, M.Hum dan Indah Wahyu Puji Utami, S.Hum, S.Pd, M.Pd.

Keywords: Increases Interests, Media Caricature, Method Discussion.

Interest is the tendency remains to notice and remember some of the activities. Activities that interest students, attention is constantly accompanied by a sense of fun and gained a sense of satisfaction. If the material being studied is not in accordance with the interests of students, then students will not learn well because there is no appeal for him. When someone students feel challenged and have a great interest in learning something that the students will be encouraged to be in a condition that allows him to be able to channel their interests and try to eliminate or ignore factors that will hinder. This is also true in the teaching of history.

This study aims to provide innovative instructional media history in order to increase student interest in history courses that utilize Caricature and discussion that can be used by teachers and students at SMAN 1 Baureno Bojonegoro. To identify and explain the interests of students with the use of media caricature and discussion Method in Building materials Indonesianness identity. History Indonesia subjects XI IPS 5 SMAN 1 Baureno Odd Semester. Aims to increase interest in learning on the subjects of history class XI IPS SMAN 1 Baureno. This study uses a caricature of media and methods of discussion, research subjects are students of class XI IPS 5 SMAN 1 Baureno.

Keywords: Increases Interests, Media Caricature, Method Discussion

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati siswa, diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Lebih lanjut dijelaskan minat adalah suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2010:57). Jika materi yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tersebut tidak akan belajar dengan baik karena tidak ada daya tarik baginya. Hal ini didukung oleh pendapat Walgito (2004:38) minat adalah sebagai suatu keadaan dimana seseorang memiliki perhatian yang besar terhadap sesuatu objek yang disertai dengan keinginan untuk mengetahui dan mempelajari hingga akhirnya membuktikan lebih lanjut tentang objek tersebut. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa seseorang dikatakan berminat, jika memiliki beberapa unsur, antara lain sikap, ketertarikan, kemauan, dorongan dan ketekunan.

Rendahnya minat belajar akan menyebabkan siswa kesulitan dalam belajar. Menurut Syah (2013:163) salah satu jenis kesulitan belajar yang sering dialami oleh siswa yaitu kejenuhan belajar, jenuh dapat diartikan sebagai sikap yang menjemukan atau membosankan. Sardiman (2006: 94) juga mengungkapkan bahwa minat merupakan alat motivasi pokok bagi seseorang untuk berusaha termasuk belajar. Jadi bila seseorang siswa merasa tertantang dan memiliki minat yang besar untuk belajar sesuatu hal maka siswa akan terdorong agar berada pada kondisi yang memungkinkan dirinya untuk dapat menyalurkan minatnya dan berusaha menghilangkan atau mengabaikan faktor yang akan menghalanginya. Hal ini juga berlaku dalam pembelajaran sejarah.

Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini. Pertama, karya Risdiana Andriani (2010) “Minat Belajar Siswa RSBI Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Bidang Sejarah di SMPN 1 Jetis Ponorogo Tahun Ajaran 2009/2010”.  Penelitian tersebut menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan tentang kondisi minat belajar sejarah siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian tersebut menunjukan minat belajar IPS Terpadu bidang sejarah siswa kelas VII RSBI SMPN 1 Jetis Ponorogo sudah baik, dengan faktor internal yang berpengaruh baik terhadap minat belajar sejarah. Namun dari faktor eksternal yang berpengaruh kurang baik terhadap minat belajar sejarah.

 

Metode Penelitian

Suryosubroto (2002:129) diskusi adalah suatu percakapan ilmiah oleh beberapa yang bergabung dalam satu kelompok untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari pemecahan untuk mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode diskusi merupakan metode dimana semua siswa berperan aktif dalam memecahkan masalah dari proses pembelajaran dengan saling bertukar pikiran dan mengutarakan pendapat.

Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan di dalam kelas dengan tujuan memecahan masalah yang terjadi didalam kelas guna untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Pada intinya PTK merupakan suatu penelitian yang akar permasalahannya muncul di kelas, dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan sehingga sulit dibenarkan jika ada anggapan bahwa permasalahan dalam penelitian tindakan kelas diperoleh dari persepsi atau lamunan seorang peneliti (Arikunto dkk, 2010:104)

 

Hasil Penelitian dan Pembahasan

A.Meningkatkan Minat Belajar Menggunakan Metode Diskusi dan Media Karikatur

B.Minat dalam arti luas adalah sesuatu yang mampu menarik perhatian seseorang pada hal tertentu, seperti halnya minat dalam belajar yang mampu menarik perhatian siswa pada mata pelajaran yang diminati. Sedangkan arti minat sendiri menurut beberapa pandangan adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri (Slameto, 2010:180).

C.Minat dalam setiap diri seseorang berbeda karena minat erat kaitannya dengan hati atau kemauan seseorang untuk melakukan sesuatu. Sedangkan menurut Kartono (1996:112) minat merupakan momen dari kecenderungan yang terarah yang intensif kepada satu obyek yang dianggap penting. Minat erat hubungannya dengan kepribadian dan selalu mengandung unsur afektif/perasaan, kognitif dan kemauan. Ada beberapa indikator siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi hal ini dapat dilihat melalui proses belajar di kelas tentang minat belajar.

D.Sedangkan media dalam kegiatan pembelajaran sangat penting. Kehadiran media, didalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pengajaran sangat diperlukan. Hal tersebut juga diperjelas oleh Djamarah & Zain (2013:121) yang mengatakan bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.

Kondisi awal subjek penelitian diperoleh melalui wawancara dengan guru mata pelajaran sejarah dan observasi langsung ke sekolah. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lagsung tersebut diketahui bahwa siswa kelas XI IPS khususnya XI IPS 5 mempunyai rendahnya minat belajar sejarah dan juga hasil belajar yang rendah. Cara mengajar guru dikelas juga masih cenderung menggunakan metode yang bisa dikatan metode lama yaitu dengan ceramah. Akibatnya pembelajaran di kelas kurang efektif dan belum adanya keaktifan siswa dalam pembelajaran. Disamping itu dari hasil wawancara juga didapat bahwa metode pembelajaran yang di gunakan peneliti yaitu diskusi yang menggunakan media karikatur belum pernah diterapkan pada pembelajaran sebelumnya. Oleh karena itu dengan disampaikannya penerapan model belajar tersebut oleh peneliti kepada kepala sekolah dan guru kelas maka peneliti mendapat persetujuan untuk menggunakan model tersebut dalam peningkatan minat belajar sejarah. Setelah penelitian berlangsung, pembelajarana dan hasil belajar serta minat siswa meningkat, sebagaimana hasil pengamatan dari siklus I sampai siklus II. Peningkatan ini  juga diikuti oleh meningkatnya aktivitas siswa dalam pembelajaran cooperative. Peningkatan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi serta menggunkan media karikatur dari siklus I sampai siklus II dibahas oleh peneliti

 

Penutup

Kesimpulan

Sesuai dengan permasalahan dan hasil penelitian serta pembahasan dalam penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media karikatur dapat meningkatkan minat belajar sejarah siswa kelas XI IPS 5. Hal ini dibuktikan dengan hasil rata-rata nilai observasi awal yang meningkat pada nilai siklus I, dan siklus II. Peningkatan minat siswa dapat dilihat dari antusias siswa dan rasa ingin tahu akan materi yang di jelaskan selama proses penelitian.

Pelaksanaan penggunaan media karikatur dan metode diskusi yaitu

1) . Langkah pertama guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar,

2) . Selanjutnya guru menggunakan media karikatur. Siswa memberikan ide dan gagasan tentang gambar-gambar tersebut.

3) . Kemudian berikutnya guru memberi tugas, yaitu guru memberikan tugas pada siswa secara kelompok untuk memahami dan menganalisis gambar karikatur tersebut. Dan hasil yang diperoleh dapat sesuai dengan yang di inginkan.

4) . Berikutnya pelaksanaan tugas. Dalam pelaksanaan tugas ini. Guru selalu memberikan bimbingan atau pengawasan, memberikan dorongan sehingga anak mau bekerja. Diusahakan dikerjakan oleh masing-masing kelompok sendiri, tidak menyuruh orang lain dan siswa mencatat hasil-hasil yang mereka peroleh dengan sistematis.

5) . Siswa mempertanggung jawabkan Tugas. Dalam hal ini siswa  memberikan laporan tugas siswa baik lisan atau tertulis dari apa yang telah dikerjakannya, Ada tanya jawab atau diskusi kelompok.

6). Guru menyampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi dan memberikan penghargaan baik kepada individu maupun kelompok.

Berdasarkan kesimpulan dan hasil penelitian yang telah dikemukakan, implikasi pada pelaksanaan pembelajaran sejarah guna meningkatkan minat belajar siswa diharapkan menggunakan media karikatur sehingga pembelajaran tidak membosankan, melainkan merupakan pelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, siswa dapat aktif dalam proses pembelajaran.

Proses Pembelajaran sejarah melaui penggunaan  media karikatur dan metode diskusi dilakukan melalui 4 tahap, meliputi:

(1) tahap perencanaan yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan akan dilakukan tindakan kepada siswa;

(2) tahap implementasi tindakan, yaitu jabaran tindakan yang akan dilakukan, tindakan perbaikan, dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.

(3) tahap observasi, yaitu kegiatan pengumpulan data pada saat proses pembelajaran berlangsung, yang meliputi: aktivitas siswa, interaksi siswa dengan siswa, interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dengan bahan ajar dan sumber belajar lainnya, atau semua fakta yang ada selama proses pembelajaran berlangsung;

(4) tahap refleksi, yaitu kegiatan yang difokuskan pada upaya untuk menganalis, mensintesis, memaknai, menjelaskan dan menyimpulkan. Dan dalam pembelajaran ini nampak siswa siswa lebih antusias dan bersemangat untuk berpartisi dalam mengikuti proses pembelajaran, dan siswa tidak merasa jenuh selama proses pembelajaran berlangsung karena menggunakan metode yang baru bagi mereka.

 

Saran

Penggunaan media karikatur dan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah diperoleh banyak hal yang dapat dijadikan masukan bagi penyempurnaan pelaksanaan pembelajaran. Saran-saran berikut mungkin akan sangat berguna terutama bagi pembaca yang tertarik untuk menerapkan penggunaan media karikatur dalam pembelajaran.

1.Guru disarankan untuk menerapkan dan mengembangkan media karikatur dalam pengajaran sejarah lebih variatif dan kreatif.

2.Pada media berikutnya diusahakan menggunakan fasilitas ruangan kelas yang tersedia sebagai contoh papan tulis, sehingga siswa tidak hanya mendengar dan membaca.

3.Pada media berikutnya seharusnya Instrumen harus dikembangkan dan divalidasi

 

DAFTAR RUJUKAN

Andriani, R. 2010. Minat Belajar Siswa RSBI Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Bidang Sejarah di SMPN 1 Jetis Ponorogo Tahun Ajaran 2009/2010. Malang: Universitas Negeri Malang.

Arikunto, S. Dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi

Aksara.

Djaali. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta:PT. Bumi Aksara.

Djamarah, S.B & Zain, A. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA.

Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA.

Faizal, F. 2010. Pengembangan Strategi Pembelajaran IPS Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di kelas 7 SMPN 1 Pangarengan Kabupaten Sampang. Malang: Universitas Negeri Malang.

Huda, M. L. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Karikatur Berbasis Sparkol Videoscribe untuk Meningkatkan Minat Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS 2 MAN Malang 1. Malang: Universitas Negeri Malang.

Iskandar. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Gaung Persada.

Kartono, K. 1996. Psikologi Umum. Bandung: Mandar Maju.

Nasution, S. 1998. Didaktik Azas-Azas Mengajar. Bandung: Jemmars.

Rivai, A & Sudjana, N. 1991. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Rohani, A. 1997. Media Pengajaran. Bandung: Bina Baru.

Sabri, M. A. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Sadiman, A.S. Dkk. 2009. Media Pendidikan, Pengertian, Hakikat, Pengembangan,Pemanfaatan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Salim, A. 2006. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiarawacana.

Sanjaya,W. 2007. Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:

Kencana.

Sardiman. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Shalahuddin, M. 1990.Pengantar Psikologi Pendidikan. Surabaya: Bina Ilmu.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta.