SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan E-Modul Tentang Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya Untuk Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas X Boga di SMK Muhammadiyah 3 Singosari

Muhammad Haris Akbar

Abstrak


PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL TENTANG PERJUANGAN KEMERDEKAAN DI MALANG RAYA UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH

Muhammad Haris Akbar , Ari Sapto , Yuliati  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jln. Semarang 5 Malang 65145

e-mail: harizmha@gmail.com

 

ABSTRAK: Penelitian pengembangan ini didasari oleh terbatasnya sumber belajar pada mata pelajaran sejarah. Media pembelajaran sejarah e-modul ini merupakan suatu hasil dari pengembangan yang berdasarkan dari potensi masalah yang ada sehingga dikembangkanlah media pembelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran e-modul tentang Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya untuk kelas X Boga di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Produk ini telah melalui tahap validasi ahli materi, ahli media, dan uji coba produk kelompok kecil, serta uji coba pemakaian kelompok besar. Berdasarkan hasil validasi, media pembelajaran e-modul ini dinyatakan sangat valid atau sangat baik digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

Kata Kunci: E-modul, Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya, Pembelajaran Sejarah

 

ABSTRACT: This research development is based on limited learning resources on historical subjects. This E-module is a result of development based on the potential problems that exist so that the learning media is developed. The purpose of this research is to produce E-module learning media development products about the struggle of Independence in Malang Raya for the Boga X class at the Muhammadiyah 3 Singosari Vocational School. This product has gone through the validation stage of material experts, media experts, and small group product trials, as well as large group usage trials. Based on the results of validation, E-module learning media is stated to be very valid or very well used in historical learning.

 

Keywords: E-module, Struggle of Independence in Malang Raya, History Learning

Pembelajaran menurut Rusman (2017: 84) pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Perubahan dinamika dalam pembelajaran di era sekarang sangat berbeda jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu dalam dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar sekarang sedikit banyak harus melibatkan media pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran sejarah merupakan suatu aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan cara menjelaskan pada siswa tentang gambaran kehidupan masyarakat masa lampau yang menyangkut peristiwa-peristiwa penting dan memiliki arti khusus (Latief, 2006: 99).

Sumber belajar berupa media pembelajaran e-modul dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan dan keterampilan dalam proses belajar mengajar (Mulyasa, 2004: 48). Upaya yang dilakukan untuk memenuhi sumber belajar siswa yakni dengan menggunakan media pembelajaran yang sederhana, agar siswa dapat mengaksesnya secara mudah. Untuk itu perlu adanya alternatif baru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa agar lebih bersemangat dalam belajar sejarah. Alternatif yang ditawarkan yakni berupa e-modul. Menurut Fausih (2014: 4) bahwa e-modul memiliki karakteristik dapat dipelajari dimanapun dan kapanpun oleh siswa, siswa tidak bergantung pada orang lain (self instructional), e-modul memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Media pembelajaran berupa e-modul ini berbasis pada android. Jadi hanya handphone yang menggunakan sistem android yang dapat mendownload aplikasi yang telah disediakan. Selain hanya berbasis android, e-modul ini menggunakan sistem offline untuk memudahkan siswa yang tidak memiliki jaringan internet (tidak memiliki paket internet). Alasan peneliti menggunakan media pembelajaran e-modul hanya terbatas hanya di sistem android ialah, sesuai observasi awal yang dilakukan oleh peneliti yakni siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari banyak menggunakan handphone yang berbasis android. Alasan lainnya mengapa e-modul ini tidak menggunakan sistem online adalah karena di SMK Muhammadiyah 3 Singosari khususnya di dalam kelas signal masih sangat susah ditangkap oleh handphone, oleh karena itu peneliti lebih memilih media pembelajaran ini digunakan secara offline.

Penelitian terdahulu yang menjadi acuan peneliti yakni penelitian milik Eka Triya Agustina tahun 2014. Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “Pengembangan Media Pembelajaran E-modul Sejarah Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat Pada Awal Perkembangan Islam di Indonesia”. Penelitian Eka Triyana ini gunanya untuk mengetahui efektif tidaknya pembelajaran E-modul dalam pembelajaran Sejarah. Selanjutnya penelitian terdahulu yang lain ialah milik Irma Erfiana Tahun 2017. Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “Pengembangan Modul Sejarah Islam di Malang Sebagai Sumber Pembelajaran Siswa Pada Matapelajaran Sejarah Kelas X di SMK Negeri 7 Malang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran dengan hasil dari validasi para ahli diperoleh presentase sebesar 88,56%. Penelitian terdahulu yang diambil ialah penelitian milik Anita Sari tahun 2017. Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “Pengembangan Media E-Book Sejarah Berbasis 3D Pageflip Pada Materi Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Pendudukan Jepang di SMAN Kabuh”. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan diatas yaitu terletak pada struktur penyusunan e-modul, materi yang dilampirkan serta aplikasi yang digunakan untuk pengembangan e-modul tersebut. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk pengembangan berupa media pembelajaran e-modul tentang materi sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya.

 

METODE

Model Penelitian dan Pengembangan

Penelitian ini nantinya akan mengarah pada penelitian pengembangan. Model yang digunakan dalam pengembangan e-modul sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya adalah Research and Development (R&D). Menurut Sukamdinata (2013: 164) penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau penyempurnaan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya penelitian ini dapat, dikatakan bahwa tujuan penyusunan produk ini untuk memberi kemudahan pada siswa khususnya dalam pembelajaran sejarah. Model pengembangan ini secara khsusus membahas tentang pengembangan media pembelajaran khusunya e-modul yang masih sangat minim pada tempat yang akan diteliti.

Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan seperti dijelaskan Sugiyono (2016: 409) adalah sebagai berikut:

1) Potensi dan masalah,

2) Pengumpulan data,

3) Desain produk,

4) Validasi desain,

5) Revisi Desain,

6) Uji coba produk,

7) Revisi produk,

8) Uji coba pemakaian,

9) Revisi produk, dan

10) Produksi missal.

Akan tetapi, dalam melakukan penelitian pengembangan ini, peneliti memodifikasi model pengembangan yang dipaparkan oleh Sugiyono dengan menghapus satu langkah, yaitu produksi missal. Hal tersebut dilakukan oleh peneliti karena menurut peneliti, langkah-langkah hasil modifikasi sudah mencakup keseluruhan tujuan dari penelitian. Selain itu, keterbatasan waktu dan biaya juga menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk memodifikasi langkah-langkah tersebut. Langkah-langkah yang telah dimodifikasi ialah sebagai berikutL

1) Potensi dan masalah,

2) Pengumpulan data,

3) Desain produk,

4) Validasi desain,

5) Revisi Produk,

6) Uji coba  produk kelompok kecil,

7) Revisi produk,

8) Uji coba pemakaian kelompok besar, dan

9) Revisi produk akhir.

Media pembelajaran e-modul ini terdapat dua tahapan validasi. Yang pertama yakni validasi materi yang dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A, sedangkan validasi media dilakukan oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. Setelah melalui tahap validasi, selanjutnya dilaksanakan uji coba produk kelompok kecil yang dilakukan pada 8 siswa atau responden di kelas X Boga. Setelah melakukan uji coba produk kelompok kecil, berikutnya uji coba pemakaian kelompok besar, dengan jumlah 30 siswa atau responden.

Instrumen pada pengumpulan data dalam penelitian dan pengembangan ini ialah dengan menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada saat validasi ahli dan juga saat uji coba lapangan, dimana peniliti mendapat masukan dari validator, guru pengajar serta siswa yang di uji coba. Sedangkan observasi dilakukan pada saat uji coba lapangan dengan melihat penggunaan produk sebagai media pembelajaran oleh siswa. Angket tersebut berisi tentang seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada para siswa untuk dijawab. Hasil dari angket yang telah diberikan nantinya digunakan untuk mengetahui kevalidan dari media pembelajaran e-modul.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Setelah pembuatan bahan ajar berupa e-modul  selesai, maka selanjutnya akan dilakukan proses validasi kepada ahli materi dan ahli media. Tujuan untuk dilakukannya validasi ialah untuk mengukur kesesuaian materi atau kelayakan media yang digunakan serta mengetahui tingkat validitas media pembelajaran sebelum diujicobakan di lapangan dengan menggunakan isntrumen berupa angket. Berikut rumus untuk mengolah data kuantitatif subjek uji coba yakni, (Arikunto, 2006: 246):

P=(∑▒x)/(∑▒x_1 )   ×   100%

Keterangan:

P  = Presentase rata-rata

∑  = Jumlah jawaban skor oleh responden

∑x1  = Jumlah jawaban ideal suatu item

100%  = Konstanta

Untuk menentukan ketercapaian dalam penelitian dan pengembangan ini maka digunakan ketentuan sebagai berikut:

Tabel 1.1 Kriteria Validitas Ahli Materi, Media, Uji Coba Produk, dan Uji Coba Pemakaian

Tingkat  Kriteria

85% - 100%  Sangat valid (tanpa revisi)

70% - 84%  Valid (tanpa revisi)

55% - 69%  Cukup valid (revisi)

50% - 54%  Kurang valid (revisi)

0% - 49%  Tidak valid (revisi)

Sumber: Arikunto (2009: 245)

Pengembangan bahan ajar berupa e-modul sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya ini akan dinyatakan berhasil atau sesuai jika tingkat ketercapaian tersebut minimal 70%. Apabila sudah mencapai 70%, maka e-modul dapat dikatakan layak dan siap untuk diterapkan atau dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah.

 

HASIL

Hasil Uji Coba Media Pembelajaran E-modul

Pada tahapan validasi media pembelajaran ini dilakukan oleh orang yang ahli pada bidangnya. Validasi bertujuan untuk mengetahui data berupa kevalidan dari media pembelajaran e-modul. Setelah divalidasi, maka e-modul dapat diujicobakan pada kelompok kecil dan uji coba pemakaian kelompok besar.

Validasi Ahli Materi

Validasi ahli materi dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A. pada lembar validasi materi, terdapat 12 item penilaian serta dilengkapi kolom kritik dan saran. Hasil yang di dapat dari validator materi yakni diperoleh prsentase sebesar 92% dengan kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan

Validasi Ahli Media

Validasi ahli media dilakukan oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. pada lembar validasi media, terdapat 17  item penilaian serta dilengkapi dengan kolom kritik dan saran. Hasil yang di dapat dari validator media yakni diperoleh presentase sebesar 97% dan masuk ke dalam kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan pada uji coba produk kelompok kecil.

Uji Coba Produk Kelompok Kecil

Uji coba produk kelompok kecil dilakukan dengan mengambil sample siswa kelas X Boga sebanyak 8 orang untuk diberikan angket yang telah berisi item penilaian serta juga dilengapi dengan komentar dan saran terhadap media pembelajaran e-modul. Hasil yang di dapat dari uji coba produk kelompok kecil yakni diperoleh presentasi sebesar 88,9%, sehingga dapat dikategorikan atau masuk kriteria sangat valida atau sangat baik digunakan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar.

Uji Coba Pemakaian Kelompok Besar

Uji coba pemakaian kelompok besar dilakukan di dalam kelas X Boga SMK Muhammadiyah 3 Singosari dengan melibatkan siswa sebanyak 30 siswa. Seluruh siswa diberikan angket penilaian yang berisi item penilaian serta terdapat komentar dan saran guna memberi masukan terhadap media e-modul. Hasil yang di dapat dari uji coba pemakaian kelompok besar yakni diperoleh presentase sebesar 89,2%, sehingga media pembelajaran e-modul masuk dalam kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.

Revisi Produk

Pada tahap revisi produk, bertujuan untuk memperbaiki kualitas media pembelajaran e-modul agar layak untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa. Kritik dan saran yang pertama diberikan oleh ahli materi, sebagai berikut: 1) Mengubah Judul dan Sub Judul, serta menambahkan rujukuan di materi dan memperbaiki kata-kata yang tidak sesuai. Pada Judul disarankan untuk mengganti kata “Kabupaten/Kota” dengan “Raya” di belakang kata Malang. Kemudian membenahi Sub Judul yang awalnya “Sejarah Kota Malang” menjadi “Latar Hastoris Malang” serta memperbaiki kata dan juga menambahkan rujukan pada materi, 2) memperjelas maksud “kata kedua belah pihak” dengan menambahkan objek yang dituju “(Indonesia dan Belanda)”, 3) Pemberian keterangan pada gambar yang dicantumkan pada materi, serta mengganti gambar yang kurang jelas.

Revisi produk yang berikutnya yakni mendapat kritik dan saran dari ahli media, yaitu: 1) Terdapat beberapa kata yang masih salah ketik, serta penggunaan (.) titik (,) koma yang tidak presisi. Salah satu contoh kesalahan ketik pada materi ialah “tahuncaka” kemudia diperbaiki menjadi “tahun caka”. 2) Pada bagian akhir, khususnya pada sub judul Perlawanan Brigade IV Pada Saat Agresi Militer II tidak didapati gambar yang melengkapi pernyataan pada materi.

 

PEMBAHASAN

Validasi Materi

Hasil yang telah diberikan oleh validator materi, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 44 dari total skor ideal 48. Jadi hasil dari validasi materi menunjukkan presentase sebesar 92%. Hasil tersebut dapat dikategorikan masuk dalam kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan. Akan tetapi, walaupun sudah mendapat hasil sangat valid, proses revisi masih tetap dilakukan sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan oleh validator materi.

Validasi Media

Hasil yang telah diberikan oleh validator media, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 66 total skor ideal 68. Jadi hasil dari validasi media menunjukkan presentase sebesar 97%. Hasil tersebut dapat dikategorikan masuk dalam kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan pada tahap selanjutnya. Meskipun demikian, proses revisi masih tetap dilakukan sesuai dengan kritik dan saran yang telah diberikan.

Uji Coba Produk Kelompok Kecil

Pada tahap uji coba produk kelompok kecil yang dilakukan pada 8 siwa kelas X Boga, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 427 dari total skor ideal 480. Jadi hasil dari uji coba produk kelompok kecil menunjukkan presentase sebesar 88,9%. Hasil tersebut termasuk ke dalam kategori sangat valid atau sangat baik untuk digunakan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar.

Uji Coba Pemakaian Kelompok Besar

Uji coba pemakaian kelompok besar dilakukan pada 30 siswa kelas X Boga. Berdasarkan dari data kuantitatif produk yang diujicobakan mendapatkan skor keseluruhan 1606 dari total skor ideal 1800. Dengan demikian, hasil dari uji coba pemakaian kelompok besar menunjukkan presentase sebesar 89,2%. Hasil tersebut menempatkan pada kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan sebagai sumber belajar alternatif bagi pembelajaran sejarah.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Produk yang telah dikembanngkan oleh peneliti pada penelitian dan pengebangan ini berupa produk media pembelajaran dengan konsep aplikasi e-modul via handphone android yang berisi tentang materi Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya. Materi yang diambil berdasarkan pada KD 3.8 yakni, Strategi dan Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dari Ancaman Sekutu dan Belanda. Produk ini ditujukan pada siswa kelas X Boga SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Media pembelajaran ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi handphone ialah untuk memudahkan siswa dalam belajar secara mandiri. Selain materi, pada media e-modul juga dilengkapi dengan foto-foto atau gambar yang mendukung pernyataan atau memperkuat pernyataan pada materi. Adapun dalam e-modul juga terdapat soal-soal latihan dan juga uji kompetensi, sehingga siswa dapat mengisi pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan pada produk tersebut.

Alasan yang menjadi dasar dari penelitian dan pengembangan ini ialah pada pembelajaran sejarah seringkali kurang melibatkan penggunaan atau memanfaatkan media pembelajaran yang aplikatif ataupun inovatif dalam prosesnya. Hal tersebut diperkuat dengan observasi awal serta wawancara yang dilakukan peneliti di SMK Muhammadiyah 3 Singosari, pada proses pembelajaran sejarah kebanyakan pembelajaran hanya bersifat satu arah, selain itu siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Hal-hal demikian dikarenakan guru masih menggunakan metode ceramah pada siswa. Menurut beberapa siswa, pembelajaran sejarah sudah cukup baik, akan tetapi lama kelamaan bosan karena terus mendengarkan, terkadang juga waktu guru menjelaskan juga tidak terdengar sampai belakang. Selain itu yang menjadi permasalahan ialah minimnya sumber belajar yang digunakan di dalam kelas, sehingga siswa yang ingin belajar mengenai sejarah menjadi terhambat akan permasalahan tersebut.

Pada penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian milik Sugiyono yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti. Media pembelajaran e-modul ini telah melalui tahapan uji validasi yang dilakukan oleh ahli materi, yaitu Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A serta hali media yaitu, Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. Adapun hasil dari validasi materi yang dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A, menunjukkan hasil presentase sebesar 92%. Sedangkan hasil validasi media yang dilakukan oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd, menunjukkan hasil presentase sebesar 97%. Hasil yang didapatkan dari uji coba produk kelompok kecil dengan 8 siswa menunjukkan hasil presentase sebesar 88,9%. Sedangkan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar dengan 30 siswa, menunjukkan hasil presentase sebesar 89,2% yang masuk ke dalam kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan sebagai sumber belajar pada proses pembelajaran sejarah.

 

Saran

Saran Pemanfaatan

Pemanfaatan media pembelajaran e-modul pada implementasiannya sebaiknya tetap dibawah pengawasan guru, karena siswa terlibat langsung dalam penggunaan handphone. Dengan demikikan, guru selain berperan sebagai fasilitator juga dapat membantu siswa dalam memahami isi materi yang terdapat pada e-modul. Selain itu, tempat penelitian juga harus diperhatikan, karena setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing terhadap penggunaan handphone pada siswa. Media pembelajaran e-modul ini diharapkan mampu menjadi perantara antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal.

Saran Penyebaran

Langkah penyebaran yang dapat dilakukan ialah dengan cara disebarluaskan dengan cara mengunggah link yang berkaitan dengan aplikasi e-modul pada sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook dan sebagainya sehingga masyarakat juga dapat mengunduh dan selanjutnya dapat memanfaatkannya.

Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Media pembelajaran e-modul dapat dimanfaatkan tidak hanya terbatas pada pengguna android saja, akan tetapi nantinya diharapkan dapat mencakup pengguna selain android, misalnya seperti IOS yang dijalankan pada program Iphona, Ipad atau yang lainnya

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.  Arikuno, S. 2009. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta: Rineka Cipta.

Fausih, M. 2014. Pengembangan Media E-modul Matapelajaran Produktif Pokok Bahasan “Instalasi Jaringan LAN (Local Area Network)” Untuk Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Komputer di SMK Negeri 1 Labang Bangkalan Madura. (Online). Diakses dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jmtp/article/view/10375 pada tanggal 12 Desember 2018.

Latief, J.A. 2006. Manusia, Filsafat dan Sejarah. Palu Selatan: Bumi Aksara. Mulyasa, E. 2004. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Remaja Rosdakarya. Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukamdinata, N.S. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.