SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH VIDEO 2 DIMENSI MOTION GRAPHIC BERBASIS ADOBE AFTER EFFECT PADA MATERI PERJUANGAN MARSINAH UNTUK SISWA KELAS X TATA NIAGA (TN) SMK PGRI TUREN KABUPATEN MALANG

Nohan Abdurrahman

Abstrak


 

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH VIDEO 2 DIMENSI MOTION GRAPHIC BERBASIS ADOBE AFTER EFFECT PADA MATERI PERJUANGAN MARSINAH UNTUK SISWA KELAS X TATA NIAGA (TN) SMK PGRI TUREN KABUPATEN MALANG

Nohan Abdurrahman, Yuliati, Indah Wayu Puji Utami Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Malang

E-mail: nohanartega@gmail.com

 

ABSTRAK: Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran sejarah video 2 dimensi motion graphic berbasis adobe aftereffect pada materi perjuangan marsinah tahun untuk siswa kelas X Tata Niaga SMK PGRI Turen pada Kompetensi Dasar 3.14 yang berbunyi “Mengevaluasi Perkembangan Kehidupan Politik dan Ekonomi Bangsa Indonesia Pada Masa Orde Baru”. Proses penelitian dan pengembangan pada media pembelajaran ini menggunakan model prosedural yang diadaptasi dari Sadiman.

1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa;

2) merumuskan tujuan instruksional (Instructional Objective) pembelajaran;

3) merumuskan butir-butir materi secara erperinci yang mendukung tercapainya tujuan;

4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan;

5) menulis naskah media;

6) Validasi ahli dan  revisi;

7) uji coba dan revisi;

8) produk akhir.

Produk yang dibuat telah melalui tiga tahapan. Tahap pertama hasil uji validasi materi menunjukan validitas materi mencapai 92,5%. hasil uji validasi media menunjukan validitas media mencapai 97,5%, Hasil uji kelompok kecil di kelas X AK menunjukan presentase media sebesar 84%. Hasil uji kelompok besar di kelas X TN juga menunjukan hasil presentase yang sama yaitu sebesar 84%.

Meskipun hasil nilai kelayakan dan efektifitas  produk video motion graphic tergolong media yang “sangat valid” dan “sangat efektif” untuk digunakan. Produk ini belum dikatakan sempurna setelah perbaikan, namun terdapat kekurangan. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan media pembelajaran yang terbaru dalam pembelajaran sejarah selalu bebrubah seiring berkembangnya zaman dan teknologi. Untuk pengembangan lebih lanjut perlu dipertimbangkan teknologi informasi yang berkembang serta observasi peserta didik lebih luas lagi.

 

Kata Kunci : Perjuangan Marsinah, Video motion graphic, Media Pembelajaran.

 

PENDAHULUAN

Teknologi pembelajaran merupakan aplikasi atau media yang telah dirancang secara mutakhir dan dimanfaatkan sebagai teori dan praktek dalam pembelajaran, sekaligus sebagai sumber belajar. Saat ini teknologi yang sudah banyak digunakan dalam dunia pendidikan adalah teknologi informasi. Adanya teknologi yang digunakan untuk media pembelajaran dapat berdampak positif bagi para peserta didik, yaitu mereka dapat lebih mudah dalam mencari informasi yang diperlukan selama proses pembelajaran dan memungkinkan kecepatan transformasi ilmu pengetahuan (Darmawan, 2011:4).

Media pembelajaran merupakan alat untuk menyampaikan informasi dari pendidik kepada peserta didik. Wilkinson (1984:5) menyatakan bahwa media pendidikan atau media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai penyampaian informasi yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik selain menggunakan media buku teks dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran digunakan untuk menarik minat siswa dalam pembelajaran di kelas. Media yang digunakan berupa media audio seperti rekaman suara, visual seperti foto dan video, maupun audio-visual.

Pembelajaran kreatif dan inovatif  harus dimiliki seorang guru dalam menyelenggarakan pembelajaran sejarah, mengingat mata pelajaran ini merupakan suatu wahana penting dalam pendidikan suatu bangsa. Salah satu media visual yang dapat dijadikan sebagai inovasi baru dalam pembelajaran adalah media motion graphic. Motion graphic merupakan gambar ilustrasi yang dibuat  menyimpang atau melebih-lebihkan dari bentuk dasarnya yang efektif dan mengena dalam penyampaian peran sosial.

Berdasarkan observasi  lapangan di kelas X Tata Niaga (TN) di SMK PGRI Turen Kabupaten Malang, terdapat beberapa alasan menjadikan kelas X tersebut sebagai objek penelitian. Pertama, SMK PGRI Turen merupakan sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 (K13). Kedua, SMK PGRI Turen secara sarana dan prasarana cukup lengkap. Selain itu, peserta didik di sekolah tersebut sudah mengikuti perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran. selama proses pembelajaran guru hanya menggunakan alat bantu papan tulis sebagai media pendukung dan penyampaian materi yang dilakukan dengan metode ceramah. Namun dalam proses pembelajaran sejarah seringkali peserta didik tidak fokus dalam pembelajaran dan bermain dengan Handphonenya sendiri seperti bermain game Mobile Legend, PUBG Mobile dan membuka media sosial. Selain itu, di SMK PGRI Turen penggunaan media pembelajaran sebagai penunjang proses pembelajaran menurut peneliti sudah menjadi kewajiban.

Sebagaimana yang dijelaskan di atas, maka dibutuhkan inovasi baru dalam memanfatkan gadget smartphone dalam pembelajaran sejarah. Salah satu yang dapat digunakan untuk mempermudah peserta didik dalam mempelajari sejarah dengan ilustrasi video dua dimensi (2D) motion graphic Menggunakan Software Adobe Aftereffect. Materi yang digunakan dalam penelitian ini membahas tentang perjuangan Marsinah yang memperjuangkan hak buruh pada masa Orde Baru. Marsinah adalah salah satu aktivis buruh pada masa Orde Baru yang memperjuangkan kesejahteraan buruh di Sidoarjo.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran sejarah video 2 dimensi motion graphic berbasis adobe aftereffect pada materi perjuangan marsinah tahun untuk siswa kelas X Tata Niaga SMK PGRI Turen pada Kompetensi Dasar 3.14 yang berbunyi “Mengevaluasi Perkembangan Kehidupan Politik dan Ekonomi Bangsa Indonesia Pada Masa Orde Baru”.

 

METODE

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development metode untuk melakukan penelitian, mengembangkan dan menguji suatu produk penelitian. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model prosedural dari Sadiman (2011:100).

Proses penelitian dan pengembangan pada media pembelajaran ini menggunakan model prosedural yang diadaptasi dari Sadiman. Menurut Sadiman dkk (2011:100), langkah-langkah dalam mengembangkan program media adalah:

1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa;

2) merumuskan tujuan instruksional (Instructional Objective) pembelajaran;

3) merumuskan butir-butir materi secara erperinci yang mendukung tercapainya tujuan;

4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan;

5) menulis naskah media;

6)Validasi ahli dan  revisi;

7) uji coba dan revisi;

8) produk akhir.

Adapun langkah-langkah penelitian yang diterapkan oleh Sadiman adalah sebagai berikut :

 

Gambar 3.1. Prosedur pengembangan media pembelajaran menurut Sadiman dkk (2011: 99-187)

 

HASIL & PEMBAHASAN

A. Penyajian Data

Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk video motion graphic pada materi perjuangan Marsinah. Materi dalam video ini disesuaikan dengan kompetensi dasar 3.14 (Mengevaluasi perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru) yang tertera pada kurikulum 2013. Penyajian data dalam penelitian pengembangan media pembelajaran video motion graphic pada materi perjuangan Marsinah meliputi hasil validasi ahli materi, hasil validasi ahli media, dan angket peserta didik. Berikut adalah sajian data hasil penelitian pengembangan video motion graphic ini.

 

1. Desain Awal Produk

a. Produk yang Dihasilkan

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran berupa video motion graphc. Produk ini adalah media pembelajaran berbasis Adobe After Effect yang disusun secara sistematis bertujuan untuk membantu peserta didik yang dapat dibuka di media sosial yang dapat dibuka di media sosial Youtube untuk membantu peserta didik mengenali peristiwa perjuangan Marsinah pada masa Orde Baru.

Tahap awal dalam penelitian dan pengembangan ini adalah melakukan observasi awal yang dilakukan pada hari sabtu, 22 September 2018 dengan wawancara guru mata pelajaran Sejarah Indonesia ibu Li’ati, S.Pd selaku guru di kelas X TN SMK PGRI Turen. Wawancara ini ditujukan seberapa jauh dalam penggunaan dan pemanfaatan media pembelaran yang digunakan selam proses pembelajaran sejarah di kelas X TN.

Setelah melakukan wawancara dengan ibu Li’ati, dapat diketahui bahwa pemanfaatan dan penggunaan media dalam proses pembelajaran sejarah belum pernah dilakukan. Guru masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan memanfaatkan papan tulis sebagai alat bantu. Penggunaan metode dan alat bantu tersebut membuat peserta didik jenuh  dalam mengikuti pembelajaran.

 

b. Deskripsi Hasil Pengembangan Produk Media Pembelajaran Video Motion Graphic

Media pembelajaran yang dihasilkan adalah video motion graphic yang dikembangakan untuk mencapai kompetensi dasar 3.14 (Mengevaluasi perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru). Produk media yang dihasilkan dapat menunjang proses pembelajaran jika media tersebut efektif dan efisien. Produk media ini dikatakan efektif apabila mampu membantu peserta didik dalam memahami materi.

Peserta didik tidak lagi kesulitan dalam membayangkan peristiwa perjuangan Marsinah. Selain itu, peserta didik juga dapat mengkur kemampuan mereka setelah melihat video yang sudah disajikan di media sosial Youtube dengan mengerjakan soal yang dibagikan kepada peserta didik mengenai materi perjuangan Marsinah, sehingga media pembelajaran ini dikatakan efisen karena dalam waktu singkat membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pemebelajaran yang diharapkan dari sebuah proses pembelajaran

 

B. Analisis Data

1. Analisis Data Materi

Instrumen validasi ahli materi ini dibuat berdasarkan indikator-indikator yang menyangkut kajian pokok dalam materi perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru. Rentang skor penilaian untuk setiap indikator adalah 1-4. Penjabaran indikator-indikator instrumen validasi ahli materi dapat dilihat pada tabel 4.1. Validator materi dalam penelitian pengembangan video motion graphic ini adalah Arif Subekti, S,P.d, M.Hum selaku dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang. Validasi materi selesai dilakukan pada tanggal 18 Januari 2019, di Ruang Dosen Jurusan Sejarah, Gedung I5 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Hasil uji validasi materi menunjukan validitas materi mencapai 92,5%. Dengan demikian materi yang digunakan sesuai untuk diterapkan dalam media pembelajaran video motion graphic di Sekolah Menengah Kejuruan, khususnya bagi peserta didik kelas X TN (Lihat tabel 1).

 

2. Analisis Data Media

Instrumen validasi yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini merujuk pada Akbar (2013:16) dalam bukunya yang berjudul Instrumen Perangkat Pembelajaran. Rentang skor penilaian untuk setiap indikator adalah 1-4.. Validator media dalam penelitian pengembangan ini adalah M. Nurfahrul Lukmanul Khakim, S.Pd, M.Pd selaku dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Validasi media selesai dilakukan pada tanggal 22 Maret 2019, di Ruang Dosen Jurusan Sejarah, Gedung I5 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Berikut adalah tebel hasil uji validasi ahli media. Hasil uji validasi media di atas menunjukan validitas media mencapai 97,5% (Lihat tabel 2). Dengan demikian media yang digunakan sesuai untuk diterapkan dalam media pembelajaran video motion graphic terbukti sangat efektif digunakan Pembelajaran di kelas X TN (Lihat grafik 1).

 

Grafik 1. Hasil Validasi Materi dan Media

(Sumber analisis data validasi materi dan media, 2019)

 

Tabel 1. Data Hasil Validasi Ahli Materi

Tabel 2. Data Hasil Validasi Ahli Media

No.   Pernyataan   X   Xi   HU (%)

1. Materi relevan dengan kompetensi dasar (KD) dan tujuan pembelajaran   3  4   75

2.                            Isi materi mencakup pengetahuan yang diperlukan siswa            

3              4              75

3.                            Penyajian materi dalam media pembelajaran cukup jelas              3              4              75

4.                            Susunan materi disajikan secara sistematis sesuai urutannya       4              4              100

5.                            Kedalaman uraian materi sesuai dengan jenjang bidang studi     3              4              75

6.                            Materi sesuai dengan tingkatan siswa    3              4              75

7.                            Teknis penulisan pada penyajian materi sudah baik         3              4              75

8.                            Konsep penyajian materi yang digunakan sudah baik      4              4              100

9.                            Tampilan isi materi menarik secara keseluruhan                3              4              75

10.                          Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa      4              4              100

11.                          Materi yang disampaikan menggunakan kalimat yang jelas dan komunikatif         4              4              100

Jumlah  37           44           92,5

No.               Pernyataan   X             Xi            HU (%)

1.                            Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran               4              4              100

2.                            Kemampuan media dalam menarik perhatian peserta didik        

4              4              100

3.                            Kemampuan media untuk dapat menciptakan rasa senang peserta didik               4              4              100

4.                            Kemampuan media dalam membantu peserta didik memahami materi  4              4              100

5.                            Kemampuan media sebagai stimulus belajar       3              4              75

6.                            Kemudahan media dalam praktik belajar pembelajaran 4              4              100

7.                            Efisiensi media dalam kaitannya dengan waktu 4              4              100

8.                            Efisiensi media dalam kaitannya dengan biaya    4              4              100

9.                            Efisiensi media dalam kaitannya dengan tenaga 4              4              100

10.                          Keamanan media bagi siswa       4              4              100

Jumlah  39           40           97,5

 

Tabel 3. Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil

No.         Nama    X             Xi            HU

(%)         Keterangan

1              Nanik Ismawati 34           40           85           Sangat Efektif

2              Faisol Ridhuwan               35           40           88           Sangat Efektif

3              Mawar Dany      35           40           88           Sangat Efektif

4              Au;ia Nurida R   33           40           83           Sangat Efektif

5              Annisa Nurisma                31           40           78           Cukup Efektif

6              Reli Wijayanti     33           40           83           Sangat Efektif

7              Lutfiyah Yovie    34           40           85           Sangat Efektif

Jumlah  235         280         84           Sangat Efektif

 

Tabel 4. Data Hasil Uji Coba Kelompok Besar

No          Nama    X             Xi            HU

(%)         Keterangan

1              Revi       33           40           83%        Sangat Efektif

2              Robiatul               33           40           83%        Sangat Efektif

3              Maya     36           40           90%        Sangat Efektif

4              Putri     35           40           88%        Sangat Efektif

5              Elsa        34           40           85%        Sangat Efektif

6              Aisyatul                32           40           80%        Cukup Efektif

7              Laila       32           40           80%        Cukup Efektif

8              Ellen      31           40           78%        Cukup Efektif

9              Ella Alfia               33           40           83%        Sangat Efektif

10           Susana Milia       35           40           88%        Sangat Efektif

11           Audri     34           40           85%        Sangat Efektif

12           Nitra      34           40           85%        Sangat Efektif

13           Riris        32           40           80%        Cukup Efektif

14           Laely      33           40           83%        Sangat Efektif

15           Andik    31           40           78%        Cukup Efektif

16           Arya       33           40           83%        Sangat Efektif

17           Septian 30           40           75%        Cukup Efektif

18           Aldino   32           40           80%        Sangat Efektif

19           Vemas  33           40           83%        Sangat Efektif

20           Davit      33           40           83%        Sangat Efektif

21           Bagus    33           40           83%        Sangat Efektif

22           Faris       33           40           83%        Sangat Efektif

23           Hendra 35           40           88%        Sangat Efektif

24           Natasya                34           40           85%        Sangat Efektif

25           Ayuk      34           40           85%        Sangat Efektif

Jumlah  235         280         84%        Sangat Efektif

 

3.  Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil dan Uji Coba Kelompok Besar

Instrumen validasi dalam bentuk angket ini berisikan pernyataan-pernyataan yang dibuat khusus bagi taraf peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan. Rentang skor penilaian untuk setiap indikator adalah 1-4. Pernyataan-pernyataan dalam angket peserta didik disajikan pada tabel hasil uji coba kelompok kecil dan tabel uji coba kelompok besar (Lihat tabel 3 & 4).

Uji coba kelompok kecil dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2019 di kelas X AK dengan jumlah 7 peserta didik. Selanjutnya uji kelompok besar dilakukan pada tanggal 6 April 2019 di kelas X TN dengan seluruh peserta didik sejumlah 25 peserta didik (Lihat grafik 2)

 

Grafik 2. Hasil uji coba kelompok kecil dan besar

(Sumber analisis data uji coba kelompok kecil dan besar, 2019)

Berdasarkan grafik hasil prsentase uji coba kelompok kecil mencapai nilai efektitifitas sebesar 84%, presentase tersebut menunjukan kriteria “sangat efektif”. Hasil uji kelompok besar mencapai nilai efektifitas 84%, presentase tersebut tergolong kriteria ”sangat efektif. Dalam penelitian ini produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran video motion graphic Perjuangan Marsinah. Video motion graphic dikembangkan dalam format mp4 yang dipublikasikan ke media sosial Youtube. Karakter ilustrasi Marsinah adalah tokoh utama dalam video motion graphic, penulis juga sertakan peta, foto, ilustrasi, dan musik instrumen yang sesuai dengan suasana yang ada di video.

Meskipun hasil nilai kelayakan dan efektifitas  produk video motion graphic tergolong media yang “sangat valid” dan “sangat efektif” untuk digunakan. Produk ini belum dikatakan sempurna setelah perbaikan, namun terdapat kekurangan. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan media pembelajaran yang terbaru dalam pembelajaran sejarah selalu bebrubah seiring berkembangnya zaman dan teknologi. Untuk pengembangan lebih lanjut perlu dipertimbangkan teknologi informasi yang berkembang serta observasi peserta didik lebih luas lagi.

 

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam penelitian ini produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran video motion graphic Perjuangan Marsinah. Video motion graphic dikembangkan dalam format mp4 yang dipublikasikan ke media sosial Youtube. Karakter ilustrasi Marsinah adalah tokoh utama dalam video motion graphic, penulis juga sertakan peta, foto, ilustrasi, dan musik instrumen yang sesuai dengan suasana yang ada di video.

Media pembelajaran video motion graphic ini telah melewati tahap revisi berdasarkan saran dari ahli materi dan ahli media, sementara itu berdasarkan uji coba kelompok kecil dan besar ada sedikit perubahan berdasrkan masukan yang diberi oleh peserta didik.  Dalam menyusun produk media pembelajaran video motion graphic, peneliti diberikan berbagai saran oleh dosen pembimbing, ahli materi, ahli media dan peserta didik. Produk video motion graphic dibuat dengan menggunakan software Adobe Aftereffect. Pemilihan software Adobe aftereffect dalam penelitian dan pengembangan ini berdasarkan kelebihannya untuk membuat ilustrasi berupa animasi 2 dimensi, sehingga pembuatan media pembelajaran video motion graphic menjadi lebih mudah.

Pada langkah selanjutnya, untuk mengetahui kriteria kelayakan dan keefektifan media pembelajaran video motion graphic peneliti melakukan validasi kepada para ahli dan uji coba kelompok kecil dan kelompok besar kepada peserta didik. Pada tahap ini akan diperoleh beberapa kritik dan saran dari para peserta didik yang dapat dijadikan sebagai evaluasi dalam penyempurnaan produk akhir. Presentase nilai dari ahli materi sebesar 92,5%  dan ahli media sebesar 97,5%. Nilai presentasi yang diberikan oleh para ahli menjadikan produk media pembelajaran video motion graphic masuk dalam kriteria “sangat valid” untuk digunakan.

Hasil uji coba produk kelompok kecil menunjukan persentase 84% dan hasil uji coba pada kelompok besar juga mencapai persentase yang sama yaitu 84%, menurut Akbar (2015:41-42) presentase 84% tergolong kriteria ”sangat efektif. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar, serta saran dan kritik yang telah diberikan ahli materi dan ahli media dapat disimpulkan bahwa media Video Motion Graphic Perjuangan Marsinah termasuk dalam kategori sangat valid dan sangat efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah.

Meskipun hasil nilai kelayakan dan efektifitas  produk video motion graphic tergolong media yang “sangat valid” dan “sangat efektif” untuk digunakan. Produk ini belum dikatakan sempurna setelah perbaikan, namun terdapat kekurangan. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan media pembelajaran yang terbaru dalam pembelajaran sejarah selalu bebrubah seiring berkembangnya zaman dan teknologi. Untuk pengembangan lebih lanjut perlu dipertimbangkan teknologi informasi yang berkembang serta observasi peserta didik lebih luas lagi.

 

Saran

Berdasarkan hasil pengembangan produk media pembelajaran video motion graphic berbasis Adobe aftereffect pada materi Perjuangan Marsinah. Mengacu pada KD 3.14 (Mengevaluasi perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru) Pada kurikulum 2013 untuk SMK yang dapat membantu peserta didik dalam mengetahui perjuangan Marsinah. Pemanfaatan di dalam kelas pada kegiatan kelompok lebih efektif digunakan, kemudian video diakses melalui media sosial Youtube.

Sebelum penggunaan media pembelajaran video motion graphic, guru harus mengontrol koneksi internet dengan memanfaatkan fasilitas wifi di sekolah, agar saat pelaksanaan pembelajaran tidak mengganggu proses pemutaran video yang diakses melalui media sosial youtube. Tahap penyebaran yang dilakukan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk media pembelajaran video motion graphic dalam lingkup pendidikan yang lebih luas. Maka produk ini dikemas dalam format Mp4 selanjutnya di unggah ke media sosial Youtube, sehingga bisa diakses dan diunduh oleh semua orang dengan mudah.

 

DAFTAR RUJUKAN

Akbar, S. 2017. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Arsyad. 2016. Media Pembelajaran.Jakarta: Raja Grafindo Persada

Darmawan, D. 2011. Teknologi Pembelajaran. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya Sadiman, dkk .1996. Fungsi Dan Peran Media Pemberlajaran : Yogyakarta : Yayasan bentang Budaya

Wilkinson, G.L. 1984. Media dalam Pembelajaran: Penelitian Selama 60 Tahun. Terjemahan Harsya W. Bachtiar. Jakarta: Rajawali.