SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Upacara Ruwatan Masal di kayangan Api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro: Suatu studi Komersialisasi Tradisi

Andamari Kusuma Wardhany

Abstrak


Upacara ruwatan merupakan salah satu upacara yang masih dilaksanakan oleh
masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Upacara ruwatan ini bertujuan untuk membuang
sengkolo atau bencana yang ada pada tubuh seseorang yang mempunyai sukerto
(kotoran). Bentuk pelaksanaan upacara ruwatan dilakukan secara masal oleh masyarakat
Kabupaten Bojonegoro dengan harapan bencana yang akan menimpa hidupnya bisa
terlepas dan kembali menjadi orang yang bersih. Upacara ruwatan masal masih
dilaksanakan dan mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat
Kabupaten Bojonegoro.
  Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan terjadinya proses perubahan bentuk
upacara ruwatan di daerah Bojonegoro, (2) menjelaskan perubahan makna upacara
ruwatan dari para pelaku Upacara ruwatan, (3) menjelaskan proses komersialisasi dalam
upacara ruwatan masal di Kayangan Api.
  Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jadi data yang digunakan
berasal dari hasil observasi proses upacara ruwatan masal, hasil wawancara dari para
informan, dan data tertulis yang berupa dokumentasi desa.
  Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa upacara ruwatan masih
penting untuk dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Bojonegoro. Pelaksanaan
upacara ruwatan dilakukan oleh masyarakat Bojonegoro dengan berbagai cara.
Mengadakan pertunjukan wayang bagi masyarakat yang mampu; dilakukan dengan cara
hanya mengundang dalang tanpa melakukan pertunjukan wayang dan gamelan bagi yang
kurang mampu; dilakukan dengan memanggil kiai dengan pembacaan ayat suci Al-
Qur’an sebagai media pengambilan sukerto bagi yang beragama Islam. Ketiga bentuk
pelaksanaan ini dilakukan secara individu. Upacara ruwatan di jaman modern ini
dilakukan secara masal di Kayangan Api dengan koordinasi Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan kabupaten Bojonegoro. Terjadi perubahan bentuk upacara ruwatan dari
ruwatan individu menjadi ruwatan masal yang disebabkan adanya biaya yang sangat
tinggi bila dilaksanakan secara individu. Upacara ruwatan masal terjadi melalui tiga
tahap pelaksanaan yaitu tahap pra acara, tahap acara inti, dan tahap penutupan. 
  Upacara ruwatan masal ini dikemas semenarik mungkin agar layak untuk dijual
dan layak untuk dikunjungi. Perubahan bentuk upacara ruwatan menyebabkan terjadinya
perubahan makna. Tingkat kesakralan yang dirasakan pada upacara ruwatan telah luntur
seiring diadakan secara masal. Dengan adanya sponsor yang mendukung acara
menyebabkan perubahan makna upacara dari makna religi menjadi makna yang
berorientasi ekonomi.