SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS ANDROID “EDS” DI SMK NEGERI 1 SINGOSARI MALANG TAHUN AJARAN 2018/2019

Nur Lia Syafitri

Abstrak


IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS ANDROID “EDS” DI SMK NEGERI 1 SINGOSARI MALANG TAHUN AJARAN 2018/2019

Nur Lia Syafitri1, Ari Sapto2, Indah Wahyu Puji Utami3  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang  Jl. Semarang 5 Malang 65145

Email: nurliasyafitri24@gmail.com

 

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS” yang diterapkan oleh guru pengampu matapelajaran sejarah terhadap peserta didik kelas X Teknik Otomasi Industri 2 di SMK  Negeri 1 Singosari, khususnya pada saat proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS”. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Untuk prosedur pengumpulan data dilakukan dengan studi wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan analisis penelitian data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan selama kegiatan pembelajaran di kelas X Teknik Otomasi Industri 2 menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” dapat membangkitkan minat dan motivasi peserta didik untuk belajar sejarah juga meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai matapelajaran sejarah peserta didik kelas X TOI 2 saat kegiatan evaluasi dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 80. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS” dapat digunakan oleh guru sebagai sarana perbaikan pembelajaran sejarah di kelas.

 

Kata kunci: media pembelajaran, aplikasi android “EDS”

Abstract : The objective of this research is explore the implementation of android-based "EDS" learning media in history subject applied by teachers teaching history subjects to class X students of Industrial Automation Engineering 2 at Singosari 1 State Vocational School, especially during the history learning process using android-based "EDS" learning media. The method used in this research is descriptive qualitative research. The data collection carried out by interviews, observation and documentation using analysis of data research models Miles and Huberman. Based on the results of the observations during the learning activities in class X Industrial Automation Engineering 2 shows that in the process of history learning by using android-based "EDS" learning media can arouse interest and motivation of students to learn history also improve student learning outcomes, it can be proven by the increasing of the history score of students of 2nd TOI X grade during the evaluation activities with the highest score of 95 and the lowest score of 80. It can be concluded that EDS-based historical learning media can be used by teachers as a means of improving history learning in the classroom.

 

Keywords: learning media, android application of "EDS"

Dunia pendidikan pada dasawarsa pertama abad  ke-21 secara nyata telah berkembang pesat dan mengalami kemajuan. Perkembangan teknologi telah membuka kemungkinan yang luas untuk dapat dimanfaatkan karena pesatnya teknologi sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dengan hadirnya teknologi yang mulai memasuki ranah pendidikan guna 

mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih berkompeten. Tentu saja hal tersebut harus diawali dari dasar yaitu proses belajar mengajar (Daryanto, 2010: 169). Proses belajar mengajar merupakan sebuah sistem, yang di dalamnya memiliki berbagai komponen yang saling bekerja sama dan terpadu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan pengajaran, guru, peserta didik, bahan pembelajaran, metode, strategi belajar mengajar, alat atau media, sumber pelajaran dan evaluasi (Sadiman, 2010: 11). Dengan demikian proses belajar mengajar merupakan suatu perpaduan yang tersusun rapi meliputi beberapa unsur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran.

Menurut Daryanto (2006:6) komponen pembelajaran yang berperan penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran salah satunya adalah media pembelajaran, yang merupakan wahana dan penyampaian informasi atau pesan pembelajaran pada peserta didik. Adanya media dalam proses pembelajaran diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran pada peserta didik. Selain itu, jika media pembelajaran dapat diterapkan dalam setiap proses pembelajaran akan memberikan dampak positif salah satunya dapat meningkatkan antusiasme belajar peserta didik. Oleh karena itu, guru hendaknya selalu menghadirkan media dalam setiap proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran dan peserta didik semakin aktif dalam proses belajar mengajar.

 Menurut Wati (2016: 03) media merupakan sesuatu yang bersifat meyakinkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Media merupakan bagian yang melekat atau tidak terpisahkan dari proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media berfungsi dan berperan mengatur hubungan efektif antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan alat atau teknik yang dapat digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dan peserta didik. Dengan demikian media pembelajaran memiliki sebuah peran penting dalam kegiatan pembelajaran yakni untuk mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 05 November 2018, dapat diketahui bahwa guru pengampu matapelajaran sejarah di SMK Negeri 1 Singosari yaitu Bapak Nur Cahyo Arief Amien, S.Pd telah menggunakan media saat proses pembelajaran di kelas X TOI 2. Berdasarkan observasi dapat diketahui bahwa pada saat proses pembelajaran sejarah berlangsung, guru pengampu matapelajaran telah menggunakan media dalam proses pembelajaran sejarah berbasis android “EDS”. Penggunaan EDS sebagai media pembelajaran memiliki dampak yang positif bagi peserta didik. Diantaranya dapat membangkitkan minat belajar peserta didik terhadap matapelajaran sejarah. Serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai matapelajaran sejarah peserta didik kelas X TOI 2 saat kegiatan evaluasi dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 80.

Pada saat proses pembelajaran sejarah yang berlangsung di kelas X TOI 2 dapat diketahui bahwa proses pembelajaran yang dilakukan berjalan secara tertib dan kondusif yang mana hampir seluruhnya peserta didik tidak ada yang mengantuk, bermain handphone bahkan bermain dengan temanya. Dari uraian yang disampaikan di awal dapat diketahui bahwa proses pembelajaran sejarah yang dilaksanakan di kelas X TOI 2, menunjukkan kegiatan pembelajaran dilakukan sangat menarik dan tidak membosankan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam setiap proses pembelajaran, hendaknya guru selalu menghadirkan media karena dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar peserta didik juga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi di kelas.

Berdasarkan uraian rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:  

1. Untuk mengetahui penerapan media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS“ yang diterapkan oleh guru sejarah untuk kelas X Teknik Otomasi Industri 2.

2. Untuk mengetahui dampak penerapan media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS” terhadap hasil belajar peserta didik yang diterapkan oleh guru sejarah untuk kelas X Teknik Otomasi Industri 2 di SMK Negeri 1 Singosari.

 

METODE

Metode  penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Menurut Sukmadinata (2015: 60) penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok, beberapa dekripsi tersebut digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah pada penyimpulan. Sedangkan jenis penelitian deskriptif adalah data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar dengan tujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat (Sugiyono, 2014: 9). 

Penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data penelitian dengan menggunakan studi wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan di sekolah.Wawancara dilakukan kepada guru pengampu matapelajaran sejarah, Waka Kurikulum dan peserta didik X TOI 2. Wawancara digunakan untuk mengetahui sudut pandang guru sebagai subjek penelitian terkait sebagai guru pengampu matapelajaran sejarah di kelas, sudut pandang peserta didik X TOI 2 sebagai subjek penelitian terkait pelaksana pembelajaran dan sudut pandang Waka Kurikulum mengenai sistem kurikulum yang diterapkan di sekolah. Untuk instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan wawancara dan lembar observasi berkaitan mengenai kegiatan pembelajaran di kelas. Untuk kegiatan observasi dilakukan dengan mengacu pada lembar observasi yang berkaitan dengan kondisi di lingkungan sekolah. Selanjutnya dokumentasi berisi data-data pendukung yang dapat digunakan oleh peneliti untuk melengkapi data yang dibutuhkan. 

Terkait dengan objektifitas dan keabsahan data, peneliti melakukan pemeriksaan data dengan menggunakan triangulasi. Triangulasi merupakan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti sekaligus untuk menguji data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data (Sugiyono, 2015: 330). Dalam hal ini peneliti menggunakan dua macam triangulasi yaitu triangulasi sumber, yang dilakukan dengan cara mengecek baik kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda, yaitu lisan dan perbuatan antara guru dan peserta didik. Untuk triangulasi metode dilakukan dengan cara pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi melalui pengecakan derajat kepercayaan dari sumber data dengan cara yang sama. Selain itu untuk memperoleh keabsahan data, peneliti juga melakukan pengamatan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas dengan tujuan untuk mendapatkan data yang akurat dan sesuai dengan yang dilakukan oleh guru dan peserta didik pada saat proses pembelajaran. Peneliti juga melakukan member check kepada subjek yang dianggap mengetahui terkait penggunaan media pembelajaran sejarah yang diterapkan di kelas X Teknik Otomasi Industri 2.

Selanjutnya terkait analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan model Miles dan Huberman yang merupakan model interaktif. Analisis data dalam penelitian kualitatif adalah proses sistematis sebagai upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk mengorganisasikan data, mengelompokan menjadi satuan-satuan, mensintesis, mencari, menemukan pola, menemukan apa yang penting, dan memutuskan apa yang dapat dilaporkan kepada orang lain. Analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif. Analisis data deksriptif digunakan  untuk memberikan gambaran mengenai subjek penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari subjek yang diteliti. Menurut Sugiyono (2013: 246-252) terdapat beberapa tahapan dalam analisis data penelitian kualitatif yaitu, data reduction, data display, conclusion drawing/ verification. 

 

HASIL

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam 2 kali pertemuan dengan total alokasi waktu 4 jam atau 2 X 90 menit. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh guru matapelajaran sejarah yaitu, Bapak Nurcahyo Arief Amien, S.Pd. Sedangkan peneliti bertindak sebagai pengamat atau observer. Berdasarkan temuan data dilapangan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan terlebih dahulu guru melakukan perencanaan pembelajaran yakni guru menyusun RPP sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Selain itu persiapan-persiapan lain yang dilakukan oleh guru adalah menyiapkan materi dan menyiapkan alat dan media pembelajaran yang akan digunakan saat mengajar.

Kegiatan selanjutnya terkait dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas, untuk pelaksanaan pembelajaran sejarah yang pertama dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019 di ruang 15 kelas X Teknik Otomasi Industri 2 pada jam ke 5- 6. Pelaksanaan pembelajaran kali ini membahas materi mengenai “Orde Baru”. Sebelum penyampaian materi terlebih dahulu guru melakukan apersepsi berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Seperti biasa guru  menggunakan media pembelajaran aplikasi android “EDS”. Pada kegiatan pembelajaran kali ini guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjelaskan makna Supersemar. Kegiatan ini dilakukan dengan sistem penunjukkan langsung dari guru pengampu mata pelajaran sejarah. Diantaranya terdapat beberapa peserta didik yang diminta oleh guru untuk menjelaskan dengan menuliskan jawabanya menggunkaan keyboard wireless dan ditampilkan di proyektor. Berikut nama-nama peserta didik yang mendapatkan pertanyaan dari guru pengampu matapelajaran diantaranya Kurniawan Wahyu Pratama, Oren Satir Azzuuarte, Salma Sana dan Rifky Akbar Putra. Kegiatan selanjutnya yaitu penyampaian materi oleh guru, materi yang disampaikan yakni mengenai Supersemar serta memberikan penjelasan yang belum disampaikan oleh peserta didik pada saat kegiatan presentasi. Setelah itu guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban-jawaban dari peserta didik.

Dari beberapa jawaban dari peserta didik pendapatnya mengenai Supersemar, hampir seluruhnya jawaban benar karena memang subjektif. Selain itu guru selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada peserta didik agar peserta didik memiliki sikap berani dan terampil dalam menjelaskan. Dapat disimpulkan pembelajaran pada pertemuan pertama, guru lebih mengarahkan pada keaktifan dan partisipasi peserta didik, sedangkan guru hanya sebagai pelaksana dan fasilitator. Kegiatan inti selanjutnya guru membagi peserta didik menjadi 6  kelompok masing-masing terdiri dari 5-6 peserta didik, dan memberikan tugas agar peserta didik melakukan kegiatan diskusi dan presentasi dengan materi yang dipilih oleh guru kaitanya dengan Orde Baru. Diantaranya materi tersebut yakni mengenai Supersemar, Aksi tritura, Repelita pembangunan dan Dwifungsi ABRI. Dikarenakan pada pertemuan pertama waktu sudah habis maka kegiatan diskusi dan presentasi dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.

Sebelum kegiatan pembelajaran diakhiri terlebih dahulu guru mempersilahkan kepada peserta didik untuk melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan pada kali ini, terdapat salah satu siswa yang memberikan refleksi dalam pembelajaran pertemuan awal yaitu Rifky Akbar Putra, dan memberikan kesimpulan bahwa banyak peristiwa yang terjadi di Indonesia pada tahun 1966 yang sangat memperhatinkan dan banyak peristiwa yang telah terjadi salah satunya yaitu Supersemar.

Berdasarkan hasil observasi/ temuan lapangan pada kegiatan pembelajaran pertemuan 1: 

1. Pada saat menyampaikan materi guru memiliki gaya dan metode penyampaian yang menarik dan variatif. Sehingga hampir seluruhnya tidak ada peserta didik yang mengantuk, bermain handphone bahkan bermain sendiri pada saat pelajaran berlangsung.

2. Penggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” dalam pembelajaran dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi. Dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.

3. Metode pengajaran yang digunakan oleh guru sangat varitaif sehingga pembelajaran sejarah tidak monoton. Pada saat guru meminta kepada peserta didik untuk menjelaskan terdapat beberapa peserta didik yang aktif dan responsif.

4. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat aplikatif sehingga guru dapat melibatkan peserta didik dalam penggunaan media.

5. Kegiatan akhir pembelajaran dilakukan dengan refleksi dari peserta didik dan guru. 

Berdasarkan hasil observasi pertemuan pertama yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah yang dilaksanakan di kelas X TOI 2 dengan menggunakan media  pembelajaran berbasis android “EDS” dapat membangkitan antusiasme peserta didik dalam belajar sejarah, hal ini dapat dibuktikan pada saat proses pembelajaran berlangsung hampir seluruhnya peserta didik dengan seksama mendengarkan dan memperhatikan guru pada saat menyampaikan materi. Dan juga pada saat guru meminta tolong kepada peserta didik untuk menjelaskan materi Supersemar terdapat respon positif dari peserta didik untuk melaksanakan perintah dari guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dapat dilakukan sesuai dengan RPP dan kegiatan pembelajaran berjalan dengan tertib dan lancar. 

Selanjutnya pada pertemuan kedua dilaksanakan pada 04 Maret 2019 seperti biasa dalam proses pembelajaran sejarah, guru menggunakan media pembelajaran yang sama yaitu “EDS”. Pada pertemuan kali ini guru mempersilahkan peserta didik untuk berdoa dan dilanjutkan dengan kegiatan apersepsi berkaitan mengenai materi yang akan dibahas. Setelah itu kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi dan presentasi. Kemudian guru meminta kepada peserta didik untuk berkumpul dengan anggota kelompok yang kemarin telah dibagi untuk mendiskusikan materi mengenai Supersemar, Aksi tritura, Repelita pembangunan dan Dwifungsi ABRI. Masing-masing kelompok akan mendiskusikan materi tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing kelompok. Guru menginstruksikan kepada peserta didik bahwa kegiatan diskusi telah berakhir dan dilanjutkan dengan presentasi. Kegiatan presentasi dilakukan dengan sistem setiap kelompok hanya ada 4 orang yang akan mewakili kelompoknya dengan menjelaskan materi yang berbeda-beda. Di samping itu guru akan melakukan penilaian terhadap presentasi yang dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok dengan acuan kelengkapan materi yang disampaikan dan keterampilan masing-masing anggota kelompok dalam menyajikan materi.

Terdapat 2 kelompok yang maju presentasi pada hari ini diantaranya kelompok B dan kelompok C. Presentasi pertama dilakukan oleh kelompok B kemudian guru mempersilahkan kepada peserta didik yang bernama, Nabila Putri Erlis Abadi, Krisna Ari Iman Navithori, Shinta Aurelia, dan Oren Satir Azzuarte. Masing-masing mereka mendapatkan materi yang berbeda. Presentasi dilakukan oleh peserta didik di depan kelas dengan sistem bergantian. Selanjutnya guru memberikan sedikit komentar dan dilanjutkan pemberian nilai masing-masing anggota kelompok dengan mendapatkan nilai berbeda-beda tergantung pada saat mereka menyajikan materi diantaranya : Krisna Ari Iman Navithori mendapatkan nilai 91, Nabila Putri Erlis Abadi memperoleh nilai 90, Shinta Aurelia memperoleh nilai 90 dan yang terakhir Oren Satir memperoleh nilai 90.

Presentasi berikutnya dilakukan oleh kelompok C yang terdiri dari peserta didik yang bernama Junanti Noer Arimbi, Rio Oktaviani, Dewi Herwindya Nisa dan Aldino Ferdiansyah. Pada presentasi kedua ini guru memberikan pujian karena presentasi yang dilakukan cukup baik, sehingga guru memberikan nilai yang baik juga karena memenuhi acuan yang dijadikan standar penilaian. Kemudian guru memberikan penilaian untuk anggota kelompok B yang bernama Juninta Noer Arimbi mendapatkan nilai 94,  Rio Oktaviani memperoleh nilai 95, Dewi Herwndya Nisa memperoleh nilai 91 dan yang terakhir Aldino Ferdiansyah memperoleh nilai 92. Selanjutnya guru memberikan tepuk tangan kepada semua masing-masing kelompok yang sudah berpartisipasi dan melakukan kegiatan diskusi dan presentasi dengan baik.

Sebelum kegiatan pembelajaran diakhiri guru menambahkan materi sedikit untuk melengkapi hasil presentasi dari masing-masing kelompok dan dilanjutkan dengan kegiatan refleksi yang dilakukan oleh peserta didik yang bernama Hanina Az-zahra. Kemudian guru menginstruksikan kepada ketua kelas untuk memimpin doa. Selanjutnya guru menyampaikan informasi bahwa pembelajaran minggu yang akan datang masih membahas tema yang sama dan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi.

Berdasarkan hasil observasi/ temuan lapangan pada kegiatan pembelajaran pertemuan 2: 

1. Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai dengan RPP, diantaranya dilakukan diskusi dan presentasi

2. Saat kegiatan diskusi berlangsung, guru mendampingi peserta didik dan mendatangi masing-masing anggota kelompok

3. Kegiatan diskusi dapat dilakukan dengan lancar dikarenakan terdapat pembagian tugas masing-masing peserta didik

4. Pada saat kegiatan presentasi hampir setiap kelompok melakukan kegiatan presentasi dengan baik, diantaranya materi yang disampaikan sesuai dan juga lengkap

5. Saat kegiatan presentasi berlangsung hampir seluruhnya peserta audien menyimak dengan baik

6. Kegiatan akhir pembelajaran dilakukan dengan refleksi dari peserta didik dan guru.

Berdasarkan hasil observasi pada pertemuan kedua yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah yang dilaksanakan di kelas X TOI 2 dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Pada pertemuan kedua, banyak aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik saat pembelajaran sejarah di kelas. yaitu kegiatan diskusi dan presentasi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dapat diketahui bahwa saat kegiatan diskusi hampir seluruhnya berjalan dengan lancar, dan juga masng-masing anggota kelompok melakukan diskusi dengan baik karena terdapat pembagian tugas. Masing-masing anggota kelompok yang dipilih oleh guru pengampu mata pelajaran saat mempresentasikan materi sangat baik. Hal tersebut dapat diketahui hampir seluruhnya peserta didik yang menjadi peserta audien dapat tertib walaupun masih ada yang ramai, namun masih bisa dikondisikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua dapat dilakukan sesuai dengan RPP dan kegiatan pembelajaran berjalan dengan tertib dan lancar.

 

PEMBAHASAN

A. Penerapan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Android “EDS” Oleh Guru Sejarah Untuk Kelas X TOI 2 di SMK Negeri 1 Singosari 

Pembelajaran merupakan sebuah sistem, yang di dalamnya mengandung beberapa komponen yang saling bekerja sama dan terpadu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam komponen-komponen tersebut salah satunya adalah media pembelajaran yang merupakan wahana dan alat penyampaian informasi atau pesan pembelajaran yang diterima oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada hakikatnya proses pembelajaran merupakan sebuah komunikasi yang terjadi antara guru dan peserta didik, dalam komunikasi tersebut terdapat sebuah pesan atau informasi yang disampaikan oleh guru dan informasi yang diterima oleh peserta didik. Namun dalam pelaksanaanya terkadang terjadi kegagalan komunikasi antara apa yang disampaikan guru dan diperoleh peserta didik itu berbeda. Sehingga untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan semacam itu guru dapat menggunakan media pembelajaran sebagai alat untuk memudahkan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran.

Menurut Wati (2016: 03) media merupakan sesuatu yang bersifat meyakinkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Media merupakan bagian yang melekat atau tidak terpisahkan dari proses pembelajaran terkait sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media  berfungsi dan berperan mengatur hubungan efektif guru dan peserta didik  dalam proses pembelajaran. Dengan demikian media pembelajaran merupakan alat atau teknik yang dapat digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dan peserta didik. Media pembelajaran memiliki sebuah peran penting dalam pembelajaran yakni untuk mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas.

Pelaksanaan pembelajaran sejarah yang dilakukan di kelas X TOI 2 dapat diketahui bahwa guru pengampu mata pelajaran sejarah telah memanfaatkan media dalam proses pembelajaran. Media yang digunakan oleh guru pengampu matapelajaran berbasis android “EDS”. EDS merupakan gadget android yang multifungsi dan sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran diantaranya memiliki fungsi mirroring screen yaitu kemampuan menampilkan layar dari handphone/Tablet /PC secara wirelees. Selain itu mampu menggantikan perangkat laptop pada saat kegiatan presentasi karena dilengkapi dengan fitur aplikasi yang mendukung dan dapat digunakan untuk presentasi, diskusi dan sejenisnya. Dengan cara menyambungkan aplikasi EDS dan disambungkan dengan VGA monitor maka akan tersambung ke proyektor. Maka EDS akan berjalan sesuai dengan perintah dari pengguna merupakan.

Penerapan media pembelajaran berbasis android “EDS” di kelas X TOI 2 dilakukan saat proses pembelajaran sejarah dan membahas materi Orde Baru. Dalam pelaksanaanya, guru pengampu matapelajaran sangat baik dalam penyampaian materi karena saat menjelaskan disertai dengan pemberian contoh  yang nyata serta kontekstual mengenai kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru di kelas hanya sebagai alat atau perantara yang dapat menjembatani antara guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Terkait dengan pelaksanaan pembelajaran guru tidak hanya menggunakan media pembelajaran saja saat mengajar, namun media pembelajaran digunakan hanya pada waktu-waktu tertentu misalnya, pada saat guru memberikan pertanyaan kepada peserta didikdan saat kegiatan evaluasi pembelajaran. Guru pengampu matapelajaran selain menguasai materi beliau juga sangat memahami karakteristik masing-masing peserta didik, hal tersebut dapat dilihat melalui metode yang digunakan oleh guru saat pembelajaran. oleh karena itu agar pembelajaran dapat berjalan secara optimal yang harus dilakukan oleh guru adalah memberikan kesempatan bagi peserta didik yang kurang terampil dalam berbicara untuk mengeksplore kemampuan pengetahuanya melalui tulisan dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan menggunakan keyboard wirelees dan ditampilkan melalui proyektor .

Pelaksaanaan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” dapat membantu peserta didik yang kesulitan dalam berbicara sehingga sangat bermanfaat bagi peserta didik yang sedikit pasif saat pembelajaran di kelas. Untuk itu penggunaan gadget EDS sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran sejarah. EDS dilengkapi dengan mouse dan keyboard wirelees memiliki kelebihan mudah dibawa kemana-mana sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan optimal dan dapat digunakan oleh peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari guru. Saat peserta didik menjawab pertanyaan tidak harus dilakukan secara langsung namun dapat menuliskan jawabanya dengan menggunakan keyboard wirelees. Hal tersebut dilakukan oleh guru karena ingin mengksplore pengetahuan peserta didik dalam menuangkan gagasan ide dalam tulisan.

Terkait proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” yang dilaksanakan di kelas X TOI 2 dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rancangan pembelajaran walaupun masih ada kekurangan. Dalam pelaksanaan pembelajaran berlangsung, telah menunjukkan adanya interaksi yang baik antara guru dengan peserta didik dan tidak ada unsur mendominasi kelas diantara keduanya. Dapat diketahui melalui tindakan guru yang lebih pasif pada saat di kelas dan peserta didik yang dituntut lebih aktif yaitu melalui pemberian tugas dan dilibatkanya dalam penggunaan media. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran yang semacam ini akan menjadikan suasana proses pembelajaran sangat kondusif dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan rancangan pembelajaran. 

 

B. Dampak Penerapan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Android “EDS “ Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik kelas X TOI 2

Pelaksanaan pembelajaran sejarah dilaksanakan di kelas X Teknik Otomasi Industri 2 dengan menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi android “EDS” dan guru pengampu matapelajaran sejarah yaitu Bapak Nurcahyo Arief Amien, S.Pd. Berdasarkan observasi penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa penerapan media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS” dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik dalam belajar sejarah.

Pelaksanaan pembelajaran sejarah dilaksanakan di kelas X Teknik Otomasi Industri 2 dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” dengan guru pengampu matapelajaran sejarah yaitu Bapak Nurcahyo Arief Amien, S.Pd. Berdasarkan observasi penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa penerapan media pembelajaran sejarah menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Dapat diketahui bahwa pada saat proses pembelajaran di kelas X Teknik Otomasi Industri 2 saat guru melakukan evaluasi kegiatan pembelajaran melalui pemberian tugas individu dan tugas kelompok kepada peserta didik dan hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.  

Prasetiyo (dalam Jelarwin, 2007) menjelaskan bahwa “peranan media pembelajaran menpunyai pengaruh yang siginifikan terhadap prestasi peserta didik”. Media pembelajaran pada prinsipnya adalah sebuah proses komunikasi, yakni proses penyampaian pesan yang dilakukan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan oleh setiap guru pada peserta didik. Pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan, keahlian, keterampilan, ide dan pengalaman. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam proses

pembelajaran itu sangat penting karena selain sebagai penyalur informasi media juga mempengaruhi prestasi peserta didik. Seperti halnya pembelajaran sejarah yang dilaksanakan di kelas X TOI 2 dalam pelaksanaanya guru menggunakan EDS sebagai media pembelajaran sejarah.

Penggunaan media pembelajaran tersebut selain memberikan pengaruh positif secara psikologis juga memberikan dampak terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik. Saat pelaksanaan kegiatan evaluasi pembelajaran matapelajaran sejarah hampir seluruhnya nilai peserta didik kelas X TOI 2 mengalami peningkatan yakni dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 80. Dengan adanya nilai tersebut menunjukkan bahwa peranan media dalam pembelajaran sangat penting selain dapat membangkitkan minat belajar peserta didik juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga guru dapat mengetahui masing-masing kemampuan peserta didik.

Penggunaan EDS sebagai media pembelajaran sejarah di kelas X TOI 2 memberikan kemudahan dalam pengaplikasianya dan juga praktis dalam kemasanya, sehingga memudahkan jika dijadikan sebagai alat ataupun media pembelajaran. Aplikasi android sangat familiar di kalangan peserta didik oleh karena itu jika digunakan dalam proses pembelajaran kemungkinan besar sangat kecil tingkat kesulitan bagi penggunanya. Penggunaan media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS” di dalam kelas dapat memberikan dampak yang positif salah satunya yaitu dapat memotivasi peserta didik untuk belajar sejarah.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran sejarah akan menarik jika guru selalu menghadirkan media dalam setiap kegiatan pembelajaran sejarah. Hal tersebut dilakukan karena pada hakikatnya matapelajaran sejarah yang membahas mengenai masa lampau jika hanya disajikan dengan ceramah saja menyebabkan peserta didik lebih pasif dan yang terjadi peserta didik akan merasa jenuh dan bosan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi permasalahan tersebut guru hendaknya dapat berinovasi lebih kreatif lagi dalam kegiatan pembelajaran agar pembelajaran semakin menarik

Tabel 5.1 Hasil Evaluasi Pembelajaran Sejarah Peserta Didik Kelas X TOI 2

No  Nilai 

Keterangan

 

Sebelum menggunakan media  Setelah menggunakan media    

1              ALDINO FERDIANSYAH   80     92    Meningkat

2              ANDINI WAHYU ABARANI            77              90        Meningkat

3              ANDINY DWI PUSPITA SARI         85           90           Meningkat

4              ANUGERAH MOCH. JOEANDA    80                90      Meningkat

5              ARIS FADILLAH  82             90        Meningkat

6              BINTANG NURUL AZIZAH             82               90       Meningkat

7              BUNGA TRIAS ANGGRAENI         82             90        Meningkat

8              DARIL FALSA ALIANASTUTI          77               85      Meningkat

9              DEWA ARADHANA YULIANTO    75             80        Meningkat

10           DEWI HERWINDYA NISA                80             91         Meningkat

11           DITA SELINDA DEWI        82              90        Meningkat

12           FARDLIMAS AGUNG DAROJATUN MUSTOFA      80              85        Meningkat

13           FERDIAN PUTRA RUSDIANTO     75               85       Meningkat

14           FERDIAND PRAWIRA SAKTI          82               90       Meningkat

15           HANINA AZZAHRA           80               89       Meningkat

16           JUNANTI NOER ARIMBI 70              94        Meningkat

17           KRISNA ARI IMAN NAVITHORI   85                    91  Meningkat

18           KURNIAWAN WAHYU PRATAMA              87              95        Meningkat

19           M. KAVABIHI UBAIDILLAH            82              89       Meningkat

20           MAF’UL RIZKI    75               85       Meningkat

21           MOCHAMAD LUTFI         67             80        Meningkat

22           MUHAMAD YUSRIL ABDILLAH    70              85        Meningkat

23           NABILLAH PUTRI ERLIS  ABADI    80               90       Meningkat

24           OREN SATIR AZZUARTE 77                90      Meningkat

25           PUTRI ANDI MAHARANI               67               80       Meningkat

26           RIFKY AKBAR PUTRA       85               92       Meningkat

27           RIO OCTAVIAN  77               95       Meningkat

28           RISKA AJI KHARISMA      75              80       Meningkat

29           SALMA SANA     75               85      Meningkat

30           SALSA NABILA APRILIYANTI         82               90      Meningkat

31           SHINTA AURELIA              72               87       Meningkat

32           VINETHA MARGANECHA FIRDHA ZILVHANA        77                85      Meningkat

33           YUNANTA ADI WIJAYA 75                85      Meningkat

 

Sumber:  Dokumen peneliti diambil 04 Maret 2019

 

PENUTUP

Simpulan

Implementasi media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS” yang diterapkan di kelas X TOI 2 ini dapat menjadikan proses pembelajaran sejarah sangat menarik bagi peserta didik dan dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar sejarah. Pembelajaran sejarah yang dilaksanakan di kelas X Teknik Otomasi Indsutri 2 dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android “EDS” terbukti dapat memberikan dampak yang siginifikan terhadap hasil belajar peserta didik. dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal tersebut dapat dibuktika yakni meningkatnya nilai matapelajaran sejarah peserta didik kelas X TOI 2 saat kegiatan evaluasi dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 80. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sejarah berbasis android “EDS” dapat digunakan oleh guru sebagai sarana perbaikan pembelajaran sejarah di kelas. 

 

Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti ingin memberikan saran kepada semua pihak untuk kedepanya lebih meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah untuk menjadi lebih baik dan bermutu. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi guru yang lainya agar lebih berinovasi lagi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan lebih bermakna jika guru selalu menghadirkan media dalam proses pembelajaran. Untuk itu bagi guru hendaknya selalu menghadirkan media dalam kegiatan pembelajaran, agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Bagi peneliti selanjutnya jika ingin mengembangkan media pembelajaran berbasis android hendaknya lebih ditingkatkan lagi dengan mengkombinasikanya dengan inovasi fitur-fitur aplikasi yang terbaru.

 

Daftar Rujukan

Daryanto. 2010. Media Pembelajaran: Perananya Sangat Penting dalam mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media Sadiman, 2010. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.  Daryanto. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Prasetiyo, E. E. 2016. Media Pembelajaran Aerodinamika Berbasis Android. Jurnal Teknik (Online), 3 (1): 5, (jurnal .sttkd.ac.id)  diakses pada 24 Oktober 2017.  Sukmadinata, N. S. 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.  Sardiman, 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Wati, E. R. 2016. Ragam Media Pembelajaran. Yogyakarta: Kata Pena