SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MODERNISASI DENG XIAOPING DI REPUBLIK RAKYAT CINA (RRC) & PENGARUHNYA DI KAWASAN ASIA TIMUR (1976-1991)

ZOFRANO IBRAHIMSYAH MAGHRIBY SULTANI

Abstrak


Skripsi sarjana ini membahas bagaimana modernisasi Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina (RRC) membawa pengaruh di Asia Timur sebagai geopolitik wilayah pembangunan dan pertahanan militer dalam menegakkan kedaulatan, membangun keperluan sumber daya di dalam negeri dan persatuan tanah air menghadapi ancaman dari Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan dan Uni Sovyet. Tujuan penelitian:

(1). Untuk menjelaskan latar belakang modernisasi oleh Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina,

(2). Untuk menganalisis proses modernisasi yang dilakukan oleh Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina, dan

(3). Untuk menganalisis pengaruh modernisasi oleh Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina di Kawasan Asia Timur.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Di samping itu, digunakan dokumen elektronik pemerintah tentang Hasil Keputusan Sidang Pleno ke-3 Komite Sentral Partai Komunis Cina ke-11 tahun 1978 dan Kongres Nasional tahun 1982 sebagai dokumen sezaman untuk memperjelas modernisasi Deng Xiaoping. Di dalam 2 dokumen tersebut menyiratkan arti penting Asia Timur ke depannya bagi Cina. 

Hasil penelitian ini adalah

(1). latar belakang modernisasi Deng Xiaoping di RRC berkaitan perbedaan perspektif antara kubu konservatif-dogmatis Mao Zedong dan kubu revisionis-moderat Deng Xiaoping mengenai pembangunan negara yang berorientasi pertanian atau industri seperti negara AS dan Eropa. Selain itu, pembangunan RRC setelah merdeka selama tahun 1950-1960an didanai Uni Soviet dan dikerjakan ilmuwan Sovyet, sehingga muncul peristiwa Great Leap Forward & Revolusi Kebudayaan, yang merupakan bentuk protes kubu Mao atas intervensi Sovyet di dalam pembangunan dalam negeri,

(2). proses modernisasi Deng Xiaoping berupaya membangun kekuatan produktif negara pasca Mao, sebagai penyelesaian masalah dalam negeri dengan konsolidasi internal Partai Komunis Cina dan menjalin hubungan dengan AS, Korea Selatan, Jepang, dan Sovyet. Strategi politik internasional Deng Xiaoping tersebut memperoleh investasi asing yang diperuntukkan untuk pembangunan seperti infrastruktur, sosial-ekonomi, dan pertahanan militer.

 

(3). pengaruh dari proses modernisasi ini berimbas pada Asia Timur sebagai geopolitik Republik Rakyat Cina selama masa Perang Dingin dalam rangka memperkuat dan menegakkan supremasi politik-militer RRC di Asia Timur. Selain itu, modernisasi Deng Xiaoping telah menyatukan tanah air yang hilang dan berjuang melawan imperialisme dan hegemonisme AS (Amerika Serikat) serta membela perdamaian dunia.