SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI KOTA BATU

Muhammad Rizky Aziz

Abstrak


PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI KOTA BATU

Muhammad Rizky Aziz Universitas Negeri Malang

E-mail: rizkyaziz5@gmail.com

 

ABSTRAK: Project Based Learning adalah strategi yang berpusat pada siswa yang mendorong inisiatif yang memfokuskan siswa pada dunia nyata, dan dapat meningkatkan motivasi mereka. Pelaksanaan pembelajaran model Project Based Learning dipengaruhi oleh persepsi guru terhadap pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning itu sendiri. Dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan bagaimana persepsi guru sejarah tentang pelaksanaan Project Based Learning. Dengan melihat persepsi guru tentang pelaksanaan model pembelajaran tersebut, maka akan didapatkan bagaimana pelaksanaan Project Based Learning di kelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

(1) Bagaimana implementasi model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Batu.

(2) Bagaimana persepsi guru terhadap implementasi implementasi model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deksriptif.

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik

(1) wawancara,

(2) observasi, dan

(3) dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan informan, dan sumber data pendukung berupa dokumentasi. Pengolahan data menggunakan analisis reduksi data, sajian data dan verifikasi data.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa

(1) Implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Sejarah dimodifikasi dengan berbagai metode, teknik, dan sumber belajar yang tersedia di sekolah. Pelaksanaannya harus memperhatikan beberapa faktor diantaranya karakteristik dan kemampuan peserta didik, Kompetensi Dasar yang sesuai, ketersediaan waktu dan ketersediaan sumber belajar

(2) Persepsi guru Sejarah di SMA Negeri Kota Batu terhadap model pembelajaran Project Based Learning  berpengaruh pada penggunaan model pembelajaran ini di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru sebaiknya mampu mengatur waktu untuk mengalokasikan waktu pembelajaran dengan baik. Pengelolaan waktu yang baik dapat membantu peserta didik dalam menyelesaikan tahap-tahap proses pembelajaran,terutama dalam proses menyelesaikan tugas dengan model pembelajaran Project Based Learning. Selain itu, disarankan juga kepada peserta didik agar dapat memberi dukungan penuh terhadap guru untuk mengembangkan variasi model pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas..

 

Kata Kunci: Implementasi Project Based Learning, Mata Pelajaran Sejarah, SMAN Kota Batu

Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta didik (Trianto, 2011: 1). Salah satu usaha nyata untuk mewujudkan pendidikan yang optimal adalah melalui pembelajaran di sekolah. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal, karena di sekolah dilaksanakan serangkaian kegiatan pendidikan terencana dan terorganisasi termasuk kegiatan pembelajaran di kelas.

Kegiatan pembelajaran yang baik bukan saja terfokus pada hasil yang dicapai peserta didik, melainkan proses belajar mengajarnya juga mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan perilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka (Suprihatin, 2014). Begitu pula dalam pelaksanaan  pembelajaran sejarah di sekolah, selain untuk menghasilkan generasi yang cerdas, diharapkan  menghasilkan generasi yang bermoral, berkepribadian dan mengenal sejarah bangsanya melalui pembelajaran sejarah.

Namun dalam realitasnya, hasil penelitian dari Suryadi (2012:79)

menunjukkan bahwa terdapat problematika dalam pembelajaran sejarah. Permasalahan dalam pembelajaran sejarah muncul karena: (1) terkait pembatasan pembelajaran sejarah oleh pemerintah, Wasino dalam Suryadi (2012: 80) menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Indonesia memang cenderung mementingkan pelajaran tertentu terutama yang diujikan secara nasional. Kondisi tersebut juga masih ditemukan di SMA Negeri 1 Batu dan di SMA Negeri 2 Batu, karena dalam kegiatan pembelajaran terdapat permasalahan kompleks terkait pendidikan yaitu kurangnya minat siswa dalam pembelajaran sejarah karena proses pembelajaran yang terlalu monoton, dimana dalam pelaksanaan pembelajaran sejarah, guru cenderung menggunakan metode ceramah

 

METODE

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini bertujuan untuk membuat deskripsi mengenai persepsi guru terhadap implementasi model pembelajaran berbasis proyek project based learning pada mata pelajaran sejarah di SMAN Batu. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan sesuai dengan fakta. Pendekatan ini digunakan karena penelitian ini menggambarkan sebuah fakta tentang implementasi model embelajaran berbasis proyek project based learning pada mata pelajaran sejarah di Batu. Fakta-fakta tersebut dijelaskan dalam bentuk verbal yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi

Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif deskriptif berupa kata-kata tertulis, yaitu penelitian yang mempunyai tujuan untuk memaparkan atau menjelaskan tentang Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMAN Batu.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Implementasi Model Pembelajaran Project Based learning pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Batu

Pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning di SMA Negeri Batu dapat ditemukan pada mata pelajaran sejarah. Berdasarkan hasil temuan penelitian seluruh guru sejarah di SMA Negeri Batu menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Sutirman (2013: 46) menyebutkan langkah-langkah pelaksanaan model Project Based Learning yang dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap orientasi, desain, pelaksanaan, dan evaluasi.

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning di SMA Negeri Batu sesuai sintag yang berlaku dimana di awal penugasan guru menjelaskan prosedur penugasan disertai dengan memberikan motivasi kepada peserta didik agar dapat menyelesaikan tugas proyeknya dengan baik. Tahap selanjutnya peserta didik menindaklanjuti pertanyaan-pertanyaan penuntun dengan merancang proyek yang akan dibuat. Pada tahap ini juga disusun jadwal kegiatan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Tahap ketiga, adalah pelaksanaan yang merupakan kegiatan inti, yaitu mengerjakan proyek yang telah dirancang sebelumnya, sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Keempat, tahap evaluasi merupakan upaya yang dilakukan untuk menilai proses kegiatan dan hasil kerja proyek. Tahap evaluasi berguna sebagai umpan balik bagi guru dalam merancang dan melaksanakan strategi pembelajaran. Selain bagi guru berguna pula bagi siswa untuk mengetahui efektivitas rencana dan proses kerja proyek yang dilakukan, serta mengukur sejauh mana kualitas produk yang dihasilkan.

Terdapat variasi dalam pelaksanaan model pembelajaran ini di kelas. Hal ini dikarenakan dalam implementasinya dimodifikasi dengan berbagai metode, teknik, dan sumber belajar yang tersedia di sekolah . selain itu ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan guru sebelum menggunakan model pembelajaran Project Based Learning ini, diantaranya karakteristik dan kemampuan peserta didik, Kompetensi Dasar yang sesuai, ketersediaan waktu dan ketersediaan sumber belajar. Berbagai jenis produk yang dihasilkan dari model pembelajaran Project Based Learning di SMA Negeri Batu antara lain, mind mapping, klipping, makalah, peta perseberan nenek moyang, video scribe, scraft book, wayang presiden, miniatur candi, mading 3D, buku kumpulan artikel, gerabah, dan miniatur kapal pelayaran . Model pembelajaran Project Based Learning yang diterapkan guru di SMA Negeri Batu cenderung meggunakan variasi tugas kelompok yang mencakup kegiatan diskusi kelompok. Kegiatan diskusi sangat cocok apabila dipadukan dengan model pembelajaran Project Based Learning karena dalam model pembelajaran ini peserta didik mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berfikir  tingkat lebih tinggi, mngembangkan kemandirian dan kepercayaan diri peserta didik.

Dalam pembelajaran Project Based Learning peserta didik dituntut untuk dapat memecahkan masalah baik yang diberikan guru ataupun yang mereka temukan sendiri bersama kelompoknya masing-masing. Guru disini dalam hal ini guru sejarah di SMA Negeri Batu hanya berperan sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran. Penekanan tentang belajar dan mengajar lebih berfokus terhadap susksesnya peserta didik mengorganisasi pengalaman mereka. Pada penerapan Model pembelajaran Project Based Learning guru mengembangkan lingkungan kelas  yang memungkinkan terjadi pertukaran ide secara terbuka saat diskusi, sehingga pembelajaran ini menekankan peserta didik dapat berkomunikasi dengan teman sebayanya maupun dengan lingkungan belajarnya. Dengan demikian dapat melatih peserta didik untuk dapat menyelesaikan masalah secara mandiri.

Penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dapat berjalan dengan lancar apabila menggunakan prosedur pembelajaran Project Based Learning dengan benar dan berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Prosedur yang dilakukan oleh guru sejarah SMA Negeri 1 dan 2 Kota Batu dalam pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning adalah menekankan guru harus bisa mengkondisikan kelas agar peserta didik lebih aktif mencari tahu tentang materi pelajaran yang mereka pelajari dan pembelajaran sejarah tidak lagi proses pemindahan materi pembelajaran dari penjelasan guru ke peserta didik tetapi peserta didik mencari tahu, menyimpulkan materi pelajaran yang mereka pelajari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Penggunaan model pembelajaran Project Based Learning juga harus disusun berdasarkan sintagnya agar tidak keluar dati batasan-batasan yang tidak diperlukan

Pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning memiliki beberapa kendala diantaranya

(a) membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk;

(b) membutuhkan biaya yang cukup;

(c) membutuhkan guru yang terampil dan mau belajar;

(d) membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai;

(e) tidak sesuai untuk siswa yang mudah menyerah dan tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan;

(f) kesulitan melibatkan semua siswa dalam kerja kelompok (Sani,2014: 177).

Di SMA Negeri Batu kendala-kendala tersebut juga dialami oleh guru mata pelajaran sejarah. Berdasarkan beberapa kendala yang dialami tersebut tidak semua guru mengimplmentasikan proses pembelajaran sejarah dengan model Project Based Learning pada setiap Kompetensi Dasar. Hanya Kompetensi Dasar yang memenuhi syarat yang bisa diimplmentasikan dengan model pembelajaran Project Based Learning Setiap kendala yang dialami guru Sejarah SMA Negeri Batu selalu menjadi bahan evaluasi sehingga dapat dijadikan acuan untuk pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning selanjutnya.

Persepsi Guru terhadap Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Batu

Penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dapat menjadikan pemahaman peserta didik lebih bermakna dikarenakan proyek yang dibuat dapat merupakan proyek dari satu guru, atau  proyek bersama dari beberapa guru yang mengasuh pelajaran yang berbeda. Siswa dilatih untuk melakukan analisis terhadap permasalahan, kemudian melakukan eksplorasi, mengumpulkan informasi, interpretasi, dan penilaian dalam mengerjakan proyek yang terkait dengan permasalahan yang dikaji. Pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya dalam merancang dan membuat proyek yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah.

Berdasarkan atas penelitian ini, dapat di simpulkan bahwa persepsi guru sejarah terhadap model pembelajaran Project Based Learning mendukung penggunaan model pembelajaran tersebut dalam mata pelajaran Sejarah di karenakan model pembelajaran Project Based Learning dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada peserta didik dalam memahami materi pembelajaran dan juga pembelajaran Sejarah tidak lagi menjadi pembelajaran yang membosankan. Hal ini dikarenkan, dalam pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning siswa dapat diberikan atau mencari sumber masalah yang akan mereka kaji secara berkelompok. Peserta didik akan mengasah kemampuan mereka dalam penyusunan materi. Dalam kerja kelompok peserta didik dapat melatih bagaimana mereka menyampaikan ide-ide atau gagasan yang dimiliki serta menghargai gagasan yang disampaikan peserta didik lain dalam kelompok. Hal ini akan menciptakan sebuah lingkungan belajar otentik dimana pembelajaran dapat membantu memudahkan siswa meningkatkan keterampilan mereka di dalam bekerja dan pemecahan masalah secara kolaboratif (Ngalimun, 2013:188).

Persepsi guru sejarah SMA Negeri Kota Batu terhadap model pembelajaran Project Based Learning adalah mendukung model pembelajaran tersebut, dikarenakan proses pembelajaran sejarah akan lebih memberikan pemahaman yang lebih bermakna jika peserta didik mengetahui dan memahami materi pelajaran tanpa menggunakan model menghafal yang sifatnya hanya sementara.

Guru sejarah di SMA Negeri Kota Batu harus menjadikan proses pembelajaran berpusat pada siswa dan aktif, dan juga proses pembelajaran sejarah tidak lagi bersifat hafalan. Adapun beberapa cara yang dilakukan oleh guru sejarah di SMA Negeri Kota Batu berdasarkan persepsi mereka adalah menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariasi, tidak hanya ceramah di depan kelas tetapi menggunakan model pembelajaran Project Based Learning.

Penggunaan model pembelajaran Project Based Learning di SMA Negeri Kota Batu terdapat beberapa hambatan sehingga penerapan model pembelajaran Project Based Learning menjadi kurang maksimal, ketersediaan sumber belajar dan waktu yang terbatas menjadi kendala utama bagi guru sejarah di SMA Negeri Kota Batu. Model pembelajaran Project Based Learning membutuhkan penggunaan berbagai macam sumber belajar, sedangkan ketersediaan sumber belajar di SMA Negeri Kota Batu sangat terbatas, hampir semua guru sejarah di SMA Negeri Kota Batu hanya menggunakan sumber belajar buku paket pelajaran dan UKBM, walaupun tidak semua guru melakukan hal tersebut. Beberapa guru membawa buku-buku koleksi pribadinya agar siswa dapat belajar menggunakan berbagai macam sumber. Hal ini menujukkan bahwa sumber belajar yang digunakan di SMA Negeri Kota Batu belum memenuhi syarat sebagai sumber pembelajaran kontekstual, menurut Komalasari (2014:128) sumber belajar kontekstual harus meliputi sumber belajar bacaan, sumber belajar non bacaan, termasuk di dalamnya penggunaan masyarakat sebagai sumber belajar.

 

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan  uraian tentang hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi Model Pembelajaran Project Based learning pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Batu yaitu

(a) SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Kota Batu merupakan sekolah yang telah menggunakan Kurikulum 2013 dengan menerapkan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning),

(b) Pembelajaran kontekstual dapat dihadirkan di dalam kelas melalui beberapa model pembelajaran seperti Inquiry Learning, Cooperative Learning, Problem Based Learning, dan Project Based Learning,

(c) SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Batu menerapkan model pembelajaran Project Based Learning pada mata pelajaran Sejarah Indonesia dan Sejarah Peminatan di semua jenjang kelas,

(d) Implementasi model pembelajaran Project Based Learning  dalam pembelajaran sejarah meliputi beberapa tahapan yaitu tahap orientasi, desain,  pelaksanaan, dan evaluasi,

(e) Implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Sejarah dimodifikasi dengan berbagai metode, teknik, dan sumber belajar yang tersedia di sekolah,

(f) Implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Sejarah harus memperhatikan beberapa faktor diantaranya karakteristik dan kemampuan peserta didik, Kompetensi Dasar yang sesuai, ketersediaan waktu dan ketersediaan sumber belajar,

(g) Implementasi model pembelajaran Project Based Learning di SMA Negeri Batu hampir semua di lakukan dalam bentuk kerja kelompok,

(h) Jenis produk yang dihasilkan dari implementasi model pembelajaran Project Based Learning di SMA Negeri Batu antara lain mind mapping, klipping, makalah, peta, video scribe, scraft book, wayang presiden, miniatur candi, mading 3D, buku kumpulan artikel, gerabah, dan miniatur kapal pelayaran,

(i)Pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning memiliki beberapa kendala, diantaranya membutuhkan waktu yang lama, keterampilan  dan  kreatifitas peserta didik, serta literature dan fasilitas yang memadai. Berdasarkan hal tersebut, persepsi Guru terhadap Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Batu yakni

(a) Persepsi guru Sejarah di SMA Negeri Kota Batu terhadap model pembelajaran Project Based Learning  berpngaruh pada penggunaan model pembelajaran ini di dalam kelas,

(b) Penggunaan model pembelajaran Project Based Learning ini dinilai dapat mengasah keterampilan peserta didik,

(c) Guru dapat mengukur sejauh mana peserta didik memahami materi yang telah diajarkan di kelas melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning,

(d) Model pembelajaran Project Based Learning sangat efektif digunakan dalam mata pelajaran Sejarah karena mampu meningkatkan hasil belajar siswa,

(e) Implementasi model pembelajaran Project Based Learning pada mata peajaran Sejarah dapat meningkatkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik.

 

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikaukan, saran dari peneliti yakni

(a) Project Based Learning merupakan salah satu model dalam pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang menghendaki adanya lingkungan belajar yang nyata sesuai konteks yang real di lapangan. Oleh karena itu, hendaknya guru dapat menerapkan model pembelajaran ini sesuai dengan materi pelajaran yang diampunya. Karena dengan model pembelajaran seperti inilah peserta didik akan menjadi lebih aktif dan kreatif,

(b) Guru sebaiknya mampu mengatur waktu untuk mengalokasikan waktu pembelajaran dengan baik. Pengelolaan waktu yang baik dapat membantu peserta didik dalam menyelesaikan tahap-tahap proses pembelajaran,terutama dalam proses menyelesaikan tugas dengan model pembelajaran Project Based Learning,

(c)  untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya dengan materi lain yang sejenis, sebaiknya guru dapat menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dengan mengembangkan berbagai bentuk kegiatan dengan penyajian materi yang berbeda dan lebih menarik agar peserta didik tidak merasa bosan atau jenuh,

(d) Peserta didik diharapkan dapat memberi dukungan penuh terhadap guru untuk mengembangkan variasi model pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas.

 

DAFTAR RUJUKAN

Ngalimun. 2013. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Presindo.

Sani, R.A. 2014. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Budi Aksara.

Suprihatin, E. 2014. Hakekat Pembelajaran yang Ideal. (Online). (http://mudah-belajarbahasaarab.blogspot.com/2014/11/hakekat-pembelajaran-yang-ideal.html). Diakses pada 22 April 2016.

Sutirman. 2013. Media dan Model-Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Predana Media Group.