SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media History Timeline (Hisline) Berbasis Appy Pie Materi Pergerakan Nasional Bagi Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung

Mei Eka Anggraini

Abstrak


PENGEMBANGAN MEDIA HISTORY TIMELINE (HISLINE)  BERBASIS APPY PIE MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

Mei Eka Anggraini Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang 65145

Email: anggrainimeieka@gmail.com

 

Abstrak

Penggunaan media pembelajaran sejarah pada dasarnya adalah untuk mempermudah siswa dalam memvisualkan suatu peristiwa, khususnya yang terkait dengan waktu. Salah satu keterkaitan waktu adalah materi Pergerakan Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie serta menguji kelayakan dan efektifitas produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan peneliti adalah model pengembangan dari Sugiyono. Analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini telah teruji kelayakanya dengan kategori sangat layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran sejarah. Hal ini terlihat dari hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan persentase sebesar 90%. Hasil uji coba yang dilakukan kepada kelompok kecil menunjukkan persentase sebesar 95,8%. Hasil uji coba lapangan atau kelompok besar menunjukkan persentase 93,15%. Hasil implementasi menyebutkan nilai rata-rata peserta didik kelas X TEI 2 pada pre test adalah 60,5 dan pada post test adalah 85,5. Sedangkan nilai rata-rata peserta didik kelas X TIT 3 pada pre test adalah 57,7 dan pada post test adalah 89,6 dengan demikian tujuan dari penelitian dan pengembangan ini telah tercapai.

 

Kata Kunci: media pembelajaran, history timeline, appy pie, pergerakan nasional.

 

Abstract

The use of learning media for history subject is basically to make students visualize an event easily, especially those related to time. One of time correlation is material of National Movement. The purpose of this study was to develop media product of History Timeline (Hisline) based on Appy Pie and test the feasibility and effectiveness of the products produced. The method used by researcher was development model of Sugiyono. Data analysis used in this development research was data analysis qualitatively and quantitatively. This study result had been tested for its feasibility with category of very feasible and effective to be used as learning media for history subject. This could be seen from the validation results of material and media experts with percentage of 90%. The trial result that conducted on small group had the percentage of 95.8%. The trial result that conducted on large group had the percentage of 93.15%. The implementation result shown that pre-test average value of students in class X-TEI 2 was 60.5 and post test average value was 85.5. While the pre-test average value of students in class X-TIT 3 was 57.7 and post test average value was 89.6, thus, the purpose of this research and development was achieved.

 

Keywords: learning media, history timeline, appy pie, national movement.

 

Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan pendidikan, manusia mampu mempersiapkan suatu aktivitas untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Hasil pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, sehingga manusia menjadi lebih bermartabat (Soemanto, 2006:165). Melalui pendidikan berbagai aspek kehidupan dapat dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Pendidikan di sekolah akan dinilai baik ketika dapat dilihat dari proses pembelajaranya. Dalam proses pembelajaran diharapkan supaya tercapainya indikator belajar yang menyeluruh. Untuk tercapainya indikator secara menyeluruh, dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran oleh para guru (Gafur, 2012:107). Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menyiapkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Seorang guru supaya mampu memilih media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Dalam penggunaan media pembelajaran, guru supaya bisa menarik perhatian siswa sehingga siswa bisa menerima pembelajaran dengan baik.

Menurut Sudjana & Rivai (2010:2) media pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran siswa, yang kemudian dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, peneliti melihat adanya masalah di kelas X TEI 2 dan X TIT 3 SMKN 3 Boyolangu terkait rendahnya hasil belajar. Berdasarkan data dari buku nilai siswa ditemukan permasalahan bahwa sebagian besar siswa kelas X TIT 3 dan X TEI 2 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, hasil Ujian Tengah Semester (UTS) pada matapelajaran sejarah tergolong rendah dibandingkan dengan kelas X TIT dan X TEI lainnya. Kelas X TIT 3 terdapat 11 siswa tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 25 siswa yang nilainya memenuhi KKM (lihat lampiran 28, hal: 196). Kelas X TIT 3 terdiri dari 5 siswa perempuan dan 31 siswa laki-laki Sedangkan di kelas X TEI 2 terdapat 8 siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 28 siswa yang nilainya memenuhi KKM (lihat lampiran 29, hal:197). Kelas X TEI 2 berjumlah 36 dengan siswa laki-laki. KKM matapelajaran sejarah yang diterapkan di SMK Negeri 3 Boyolangu adalah ≥ 75.

Pada tanggal 1 Agustus 2018 dilakukan observasi awal penggunaan media pembelajaran sejarah untuk kelas X di SMK Negeri 3 Boyolangu. Observasi dilakukan di kelas X TIT 3 dan X TEI 2. Guru pengampu matapelajaran Sejarah Indonesia di kelas X TIT 3 dan X TEI 2 adalah Ibu Nita Ismawati, S.Pd. Pada observasi awal peneliti mengamati pembelajaran dengan melihat media apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi ini diketahui bahwa guru tidak menggunakan media hal ini karena dari pihak sekolah hanya memberikan fasilitas papan tulis, spidol, dan speaker. Keterbatasan menggunakan media ini dikarenakan dari pihak sekolah hanya menyediakan LCD yang jumlahnya sangat terbatas. Dalam penyampaian materi Ibu Nita Ismawati, S.Pd hanya memanfaatkan papan tulis dan LKS. Pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS ini memiliki tujuan agar seluruh peserta didik dalam proses pembelajaran mampu menangkap materi yang disajikan. Kelebihan penggunaan papan tulis ini salah satunya untuk menarik peserta didik supaya fokus ke materi. Pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS secara terus menerus memiliki dampak dan kekurangan yaitu banyak dari peserta didik yang merasa bosan dan kurang menarik perhatian siswa. Hal inilah yang menyebabkan sebagian peserta didik kurang antusias bahkan mengobrol dan ramai ketika pembelajaran sejarah sedang berlangsung.

Pemanfaatan atau penggunaan media pembelajaran sebagai alat komunikasi untuk memotivasi belajar siswa, serta memperjelas informasi pengajaran dengan memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting dan memberikan variasi dalam mengajar agar kemauan siswa dalam menerima materi pelajaran dapat terserap dengan baik. Permasalah diatas dapat diatasi dengan penggunaan media yang tepat. Media pembelajaran dapat membantu siswa lebih bersemangat dalam menerima materi pelajaran. Selain itu penggunaan media yang tepat dapat memperjelas pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, peneliti bekerja sama dengan guru untuk melakukan tindakan dalam mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran sejarah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk timeline. Penggunaan media timeline diharapakn dapat menimbulkan daya tarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk senang belajar dan untuk memberikan hasil pembelajaran yang lebih baik. Media timeline ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk memperjelas konsep-konsep abstrak serta mempertinggi daya serap belajar sehingga diharapkan materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Pengembangan media timeline ini menggunakan program Appy Pie dengan alasan program ini memiliki fitur-fitur yang menarik. Media pembelajaran sejarah berupa History Timeline ini dikembangkan untuk mempermudah pembelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu. Pengembangan media ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pembelajaran sejarah di kelas. Alasan pengembangan media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie adalah daya tarik yang disampaikan, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam belajar sejarah. Pengembangan media pembelajaran ini diperuntukkan bagi siswa kelas X SMK dengan materi Pergerakan Nasional sesuai dengan K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan media History Timeline berbasis Appy Pie pada matapelajaran sejarah dan untuk mengetahui bagaimana media History Timeline dalam pembelajaran sejarah materi Pergerakan Nasional kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Manfaat yang dapat diperoleh dari pengembangan media History Timeline ini bagi siswa adalah  dapat memperoleh hasil belajar yang baik dengan menggunakan media ini, selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Sedangkan bagi guru penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran sejarah. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitas guru sejarah dalam memperkaya pengetahuan dan inovasi dalam proses pembelajaran sejarah di kelas, terlebih lagi dalam penggunaan media History Timeline berbasis Appy Pie pada matapelajaran sejarah.

 

METODE

Penelitian ini menggunakan model penelitian menurut Sugiyono. Menurut Sugiyono (2015:407) metode penelitian dan pengembangan atau research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode penelitian dan pengembangan adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan model pengembangan ini meliputi

(1) potensi dan masalah,

(2) pengumpulan data,

(3) desain produk,

(4) validasi desain,

(5) uji coba pemakaian,

(6) revisi produk,

(7) uji coba produk,

(8) revisi desain,

(9) revisi produk, dan

(10) produk massal.

Uji coba produk pengembangan dilakukan kepada ahli materi, ahli media, dan siswa. Setelah diujikan lalu dilakukan revisi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan karakteristik siswa sebagai pengguna media. Wawancara dilakukan kepada guru pengampu matapelajaran Sejarah dan siswa. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket untuk penyempurnaan media pembelajaran. Angket terdiri dari data verbal dan data numerik. Angket berisi pernyataan tentang aspek-aspek yang berada dalam media pembelajaran Hisline.

Setelah tahap uji coba produk berhasil dilakukan selanjutnya yaitu tahapan uji coba pemakaian. Tahapan uji coba dilakukan ketika tahap uji coba peoduk berhasil, baik dengan adanya revisi ataupun tidak. Uji coba pemakian “Media Pembelajaran History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie Materi Pergerakan Nasional” dilakukan pada lingkup yang lebih kecil atau kelompok kecil dan lingkup yang lebih luas atau kelompok besar. Tujuan uji coba pemakaian ini untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap produk melalui instrumen berupa angket. Adapun pengujian dalam kelompok kecil cukup menggunakan instrumen berupa angket sedangkan untuk pengujian pada kelompok besar ini dilakukan dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning dengan menggunakan pre test dan post test. Adapun model penelitian dan pengembangan ini berpedoman dari Sugiono, yaitu sebagai berikut:

Text Box: O2Text Box: O2Text Box: O2Text Box: O2O1 x O2(Sugiono, 2014:303)

Keterangan:

O1  = Nilai pret-est

O2  = Nilai post-test

X  = Perbandingan

 

Penilaian ini digunakan dengan membandingkan hasil tes O1 dan O2. Apabila O2 bernilai lebih besar dari pada O1, maka media pembelajaran tersebut efektif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab kemudian diisi dengan lengkap dikembalikan kepada peneliti. Instumen angket berupa lembar angket validasi yang diberikan kepada validator ahli materi, validator ahli media serta diberikan kepada siswa. Angket yang digunakan terdiri dari penilaian berupa pernyataan, kritik dan saran mengenai produk yang dikembangkan. Penilaian tersebut dianalisis melalui kriteria dan skor perhitungan sebagai berikut:

Tabel 1. Skor Perhitungan Angket

Kriteria Kode     Skor

Jika sangat setuju  SS  5

Jika setuju  ST  4

Jika ragu-ragu  RG  3

Jika tidak setuju                TS  2

Jika sangat tidak setuju  STS  1

Sumber: Sugiyono (2016:166)

 

Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui validitas produk pengembangan yaitu metode kuesioner atau angket. Dalam penelitian ini kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan. Pengumpulan data dari tes berupa pemberian soal pre test dan post test kepada peserta didik bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie. Soal pre test terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan soal post test yang terdiri dari 10 pilihan ganda dan 5 soal essay atau uraian.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik analisis data secara kualitatif dan teknik analisis data secara kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data verbal berupa catatan, komentar, kritik dan saran dari ahli materi dan media, menyeleksi data verbal dan menganalisis data dan merumuskan kesimpulan analisis sebagai dasar revisi.

Teknik analisis data kuantitatif menggunakan skor yang didapat dari angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket dari peserta didik. Adapun rumus yang digunakan dalam teknik analisis data kuantitatif dalam produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie menurut Arikunto (2004:19) dalam mengolah data angket dibagi menjadi dua, mengolah data per item dan mengolah data secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut.

a. Rumus mengolah data per item

 

 

Keterangan:

P  : Presentase

X  : Jawaban dalam 1 item

X1  : Jawaban ideal dalam 1 item

100%  : Konstanta

 

b. Rumus mengolah data keseluruhan

 

Keterangan: 

P   : Presentase

X   : Jawaban keseluruhan

X1   : Jawaban keseluruhan skor dalam satu item

100%   : Konstanta

 

Setelah dihitung hasil validasinya, selanjutnya adalah meilihat kriteria tingkat validitas produk dengan suatu strandar kriteria yang telah dibuat. Adapun tabel kriterian dalam menentukan tingkat validitas produk dengan bepedoman pada kriteria yang dibuat Arikunto (2004:19) adalah sebagai berikut:

Tabel 2 Kriteria Kelayakan Media Pembelajaran

Rentangan Tingkat Persentase  Kriteria  Keterangan

81% -100%  Valid  Dapat digunakan tanpa revisi

61% - 80 %  Cukup Valid  Dapat digunakan dengan revisi kecil

41% - 60%  Kurang Valid  Kurang layak digunakan

≤ 40%  Tidak Valid  Tidak layak digunakan

(Sumber: Arikunto, 2004:19)

 

Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diperoleh keterangan bahwa produk dinyatakan valid dan tidak memerlukan revisi apabila nilai validasi ≥ 61%, sedangkan apabila nilai validasi ≤61% maka produk memerlukan revisi sebelum digunakan dalam pembelajaran. Data tes hasil belajar peserta didik digunakan untuk mengukur efektifitas media pembelajaran melalui perbandingan nilai tes yang didapat peserta didik kelas X TIT 3 dan X TEI 2 dari sebelum dan sesudah (pre test dan post test) penerapan media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie dengan materi Pergerakan Nasional. Hasil tes digunakan untuk menganalisis efektifitas produk dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Untuk mengolah data hasil tes, teknik analisis data yang digunakan adalah:

1) Skor setiap peserta didik

Skor setiap peserta didik diperoleh melalui rumus dari Arikunto (2012:299) sebagai berikut:

S =

Keterangan :

S  : Skor

∑x  : Jumlah jawaban benar

∑xi  : Jumlah soal

100  : Konstanta

2) Skor rata-rata

Skor rata-rata diperoleh melalui rumus dari Arikunto (2012:299) sebagai berikut:

=