SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk Pembelajaran Sejarah Kelas X di SMKN 3 Malang

Frisca Anggraini

Abstrak


PENGEMBANGAN MODUL TENTANG KONTRIBUSI PEREMPUAN PMI DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMKN 3 MALANG

Frisca Anggraini , Ari Sapto  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang

Email: Friscaanggra@gmail.com

 

Abstrak : Pada era sekarang dunia pendidikan gencar mengembangkan berbagai inovasi yang kreatif dan efektif untuk menunjang pembelajaran di kelas. Hal ini terjadi berawal dari permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran, salah satunya adalah siswa merasa bosan dan kurang tertarik mengikuti pembelajaran. Permasalahan tersebut tentu dapat diatasi dengan adanya media pembelajaran atau bahan ajar yang menarik, efektif, dan bersifat mandiri. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang bersifat mandiri, dikarenakan dalam modul terdapat soal-soal beserta kunci jawaban yang memungkinkan siswa untuk mempelajari dan menguji tingkat kemampuan dan pemahaman mereka secara mandiri. Modul ini juga menyajikan materi baru yaitu Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan pada tahun 1945-1949. Penelitian pengembangan modul ini sudah melalui tahap validasi dan ujicoba untuk mengetahui tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran.

 

Kata Kunci: pembelajaran sejarah, pengembangan modul, modul kontribusi perempuan PMI.

Abstract : In this era, various creative and effective innovations to support classroom learning, grow intensively. This phenomenom is starting when the several problems experienced by student learning is more massive, like the boredom and disinterest on studying. The problems like that, certainly, can be solved if the learning media or teaching materials can be more attractive, effective and independent. Modules is the one of the solution which represented that values. Modules is the independent teaching materials that can make students  become more independent on learning. There are many questions along with answer keys that allow students to learn and test their level of ability of understanding by themselves. Beside, the module also presents new material, that’s the Contribution of PMI Women to Maintenance Independency on 1945 - 1949. This module development research has gone through the stages of validation and testing to determine the level of feasibility of the module as a source of learning.

 

Keywords: History learning, module development, PMI Women’s contribution modul.

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran sejarah merupakan suatu aktivitas terpadu antara belajar dan mengajar yang mempelajari tentang peristiwa masa lampau (Widja, 1989). Setiap peristiwa sejarah mempunyai nilai-nilai yang bijaksana sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterapkan di masa yang akan datang (Ali, 2005: 351). Hal ini berarti pembelajaran sejarah mempunyai arti penting dalam pembentukan watak dan peradaban masyarakat yang bermartabat.

Proses pembelajaran sejarah selama ini ternyata masih mengalami kendala. Salah satunya yaitu pembelajaran sejarah masih banyak menggunakan metode ceramah dan pembelajaran hanya berpusat pada guru. Hal ini menjadikan pembelajaran sejarah membosankan karena siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru tanpa adanya eksplorasi dari siswa sendiri.

Pengembangan bahan ajar merupakan salah satu upaya mengatasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran sejarah tersebut. Bahan ajar sendiri adalah segala bahan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan (Prastowo, 2018: 54).  Bahan ajar meliputi buku pelajaran, modul, leaflet, hand out, Lks, dan lain sebagainya. Guru dapat menggunakan salah satu dari berbagai bahan ajar tersebut untuk mendukung pembelajaran sejarah yang inovatif.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan beberapa siswa serta guru sejarah di SMKN 3 Malang, sumber pembelajaran sejarah di SMKN 3 Malang masih sangat sedikit yaitu hanya berupa buku paket yang disediakan oleh pihak perpustakaan dan masih jarang menmanfaatkan bahan ajar. Setiap siswa tidak diwajibkan untuk meminjam atau memiliki buku paket tersebut, sehingga dalam pembelajaran tidak semua siswa memiliki buku paket. Proses pembelajaran di kelas masih sering mengandalkan peran guru yang menjadi dominan untuk memberi penjelasan serta buku paket yang tersedia hanya menyajikan materi yang sama dan tidak memiliki pengetahuan lainnya selain yang berada dibuku paket tersebut. Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar modul dengan materi baru yang akan dilengkapi dengan soal-soal guna mengukur tingkat pengetahuan dan kemampuan siswa sendiri.

Materi yang terdapat dalam modul membahas tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949. Materi tersebut dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) termasuk dalam Kompetensi Dasar (KD) 3.8 yaitu strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda.  Alasan pemillihan materi ini dikarenakan selama ini jika membahas tentang revolusi fisik, pasti hanya peran seorang laki-laki yang angkat senjata, padahal dibalik pertempuran yang panas pada tahun 1945-1949, justru peran perempuan sangat dibutuhkan. Hal ini dapat dijadikan sebagai ilmu atau wawasan baru bagi siswa dalam mempelajari materi sejarah terutama dalam materi strategi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan bahan ajar modul sejarah tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengembangkan bahan ajar, sehingga metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD). Langkah-langkah atau tahapan yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2013: 409) yang memiliki 10 tahapan yaitu

(1) potensi dan masalah,

(2) pengumpulan data,

(3) desain produk,

(4) validasi desain,

(5) revisi desain,

(6) uji coba produk,

(7) revisi produk,

(8) uji coba pemakaian,

(9) revisi produk, dan

(10) produksi massal.

Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan beberapa siswa serta guru sejarah di SMKN 3 Malang. Pengumpulan data ini dilakukan guna mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi selama pembelajaran sejarah, sehingga peneliti berupaya mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Hasil dari observasi dan wawancara tersebut, peneliti memutuskan untuk mengembangkan produk bahan ajar modul sejarah yang berisi materi baru untuk memberikan siswa ilmu yang belum pernah didapatkan sebelumnya.

Tahap setelah pengumpulan data adalah mendesain produk yang dikembangkan. Desain produk yang sudah siap, selanjutnya divalidasikan kepada para ahli validasi. Validasi produk melibatkan dua dosen dari jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang yaitu Ibu Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd selaku validator ahli materi dan Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd selaku validator ahli media. Para ahli validasi bertugas memberikan arahan serta saran untuk menjadikan modul lebih baik dari segi materi maupun tampilan. Setelah tahap validasi sudah dilakukan, selanjutnya modul siap untuk diujicobakan.

Uji coba produk dilakukan oleh siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang. Tahap ini dilakukan sebanyak dua kali. Pertama uji coba dilakukan oleh kelompok kecil sebanyak 8 siswa dan kedua uji coba dilakukan oleh kelompok besar sebanyak 23 siswa. Uji coba ini berguna untuk mengetahui tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran sejarah di kelas. Instrumen pengumpulan data uji coba berupa angket dan dokumentasi. Proses analisis data hasil validasi dan uji coba produk menggunakan rumus menurut Arikunto (2002: 180) sebagai berikut:

1) Analisis Data Angket

Rumus rata-rata hasil kelayakan

X=∑^X/(∑X^i ) x 100

Keterangan :

X  ꞊ Presentase rata-rata hasil kelayakan

∑^X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator

∑X^i  ꞊ Jumlah skor maksimal suatu item

 

Rumus presentasi hasil kelayakan

P  = (∑X)/(∑xi) x 100 %

Keterangan:

P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan

∑X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator

∑xi  ꞊ Jumlah skor Maksimal

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah produk bahan ajar modul sejarah yang berisi materi tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan tahun 1945-1949 berdasarkan Kompetensi Dasar 3.8 dan 4.8 yang tercantum dalam kurikulum 2013. Produk modul ini dikembangkan untuk menambah wawasan siswa dalam belajar sejarah khususnya sejarah pada masa Revolusi Fisik. Materi dalam modul ini dikembangkan untuk menambah wawasan siswa, mengingat sejarah perempuan khususnya seorang PMI sangat jarang ditemukan dalam pembelajaran sejarah, sehingga pengembangan modul ini cukup baik dalam inovasi pembelajaran sejarah.

Hasil yang akan dianalisis diperoleh dari data validasi produk oleh para ahli dan uji coba di sekolah SMKN 3 Malang. Data yang digunakan dalam mengukur tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran berupa angket yang berisi pernyataan-pernyataan tentang komponen modul. Validasi materi dilakukan oleh Ibu Lutfi Ayundasari, S.Pd.,M.Pd. sedangkan untuk validasi media dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd. Selanjutnya produk diujicobakan oleh siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang yang dibagi menjadi dua skala yaitu uji- coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar.

Modul yang dikembangkan ini sebagian besar membahasa tentang sejarah Perempuan PMI dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan. Materi disajikan secara runtut, diawali dari sejarah terbentuknya PMI, penyebab keterlibatan perempuan PMI dan kontribusi perempuan PMI. Tampilan modul dibuat serapi mungkin dengan memperlihatkan kesan klasik berwarna krem sebagai warna dasar serta warna merah dan abu-abu tua sebagai warna pelengkap dari warna dasar (lihat gambar 1). Gambar yang ditampilkan juga dibuat dalam ukuran yang besar agar terlihat jelas sehingga siswa tertarik untuk membaca modul ini (lihat gambar 2).

Produk sebelum diujicobakan, divalidasi terlebih dahulu. Validasi pertama adalah validasi materi yang dilakukan oleh Ibu Lutfi Ayundasari, S.Pd.,M.Pd. pada hari Rabu tanggal 27 Februari 2019. Berdasarkan hasil validasi ahli materi oleh validator dapat diketahui bahwa aspek materi terdapat 12 point penilaian. 12 point penilaian tersebut diberikan nilai 4 oleh validator sebanyak 11 point penilaian dengan keterangan valid dan 1 point penilaian mendapat nilai 3 dengan keterangan valid. Jumlah total dari perolehan penilaian tersebut adalah 47 dari skor maksimal 48 point. Rumus hasil persentase yang diperoleh adalah 97,9%. Angka perolehan tersebut, termasuk dalam kategori valid, sehingga materi dalam modul sangat layak untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran. Persentase tersebut diperoleh dari hitungan rumus sebagai berikut:

P  = (∑X)/(∑xi) x 100 %

P  = 47/48 x 100 %  = 97,9 %

Keterangan rumus:

P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan

∑X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator

∑xi  ꞊ Jumlah skor Maksimal

 

Validasi kedua dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd selaku validator ahli media. Validasi ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 4 April 2019. Validasi media bertujuan untuk menilai kelayakan modul dari segi tampilan agar modul dikemas lebih menarik. Hasil yang diperoleh dari validasi media yaitu aspek penilaian terhahap tampilan dan sistematika modul terdapat 10 point penilaian. 10 point penilaian tersebut diberikan nilai 4 oleh validator sebanyak 7 point penilaian dengan keterangan valid dan 3 point penilaian mendapat nilai 3 dengan keterangan valid. Jumlah total dari perolehan penilaian tersebut adalah 37 dari skor maksimal 40 point. Rumus hasil persentase yang diperoleh adalah 92,5%. Angka perolehan tersebut, termasuk dalam kategori valid, sehingga dalam segi tampilan dan sistematika, modul sangat layak untuk digunakan sebagai media atau sumber pembelajaran. Persentase tersebut diperoleh dari hitungan rumus sebagai berikut:

P  = (∑X)/(∑xi) x 100 %

P  = 37/40 x 100 %  = 92,5 %

Keterangan rumus:

P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan

∑X   ꞊ Jumlah skor jawaban validator

∑xi   ꞊ Jumlah skor Maksimal

 

Perolehan dari validasi materi maupun media, masing-masing menunjukkan nilai yang tergolong kategori valid. Meskipun begitu, revisi tetap dilakukan oleh peneliti agar meminimalisir kekurangan dari modul yang dikembangkan berdasarkan kritik dan saran dari para ahli. Tahap selanjutnya, setelah validasi dan revisi selesai, modul diujicobakan pada subjek penelitian yang sesungguhnya yaitu siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang. Uji coba dilakukan dua kali, pertama produk diujicobakan kepada siswa kelompok kecil yang melibatkan delapan siswa dan kedua produk diujicobakan kepada siswa kelompok besar yang melibatkan 23 siswa.

Uji coba kelompok kecil dilakukan pada hari Kamis tanggal 11 April 2019. Berdasarkan hasil perolehan skor dari uji coba kelompok kecil mulai dari aspek penilaian nomer 1 sampai 12 yang terdapat dalam angket menyatakan bahwa modul tidak memerlukan revisi. Persentase keseluruhan dari uji coba kelompok kecil ini adalah 89.8%. sehingga modul dapat dikategorikan valid dan sangat baik. Sedangkan untuk uji coba kelompok besar dilakukan seminggu setelah uji coba kelompok kecil yaitu hari Kamis tanggal 18 April 2019. Pada uji coba kelompok besar, tingkat kelayakan modul memperoleh nilai kelayakan rata-rata 90,1%, dengan hasil tersebut modul tidak perlu untuk direvisi, sehingga dapat dikategorikan valid dan sangat baik. Modul yang dikembangkan, dengan kata lain layak untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA/SMK/MA sederajat.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dari validasi dan uji coba, modul sejarah tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan pada tahun 1945-1949 ini layak untuk dijadikan sumber pembelajaran sejarah di kelas. Hal ini dikarenakan modul telah melalui tahap uji validasi dan uji coba dengan nilai yang tergolong valid. Dalam penggunaannya,modul ini dapat dimanfaatkan dengan optimal, maka guru dan siswa wajib untuk membaca petunjuk penggunaan terlebih dahulu sebelum memulai proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai alur yang terdapat dalam petunjuk modul sehingga akan mudah tercapainya tujuan pembelajaran.

Pengembangan modul ini masih memiliki kekurangan, sehingga saran bagi peneliti lain agar dapat mengembangkan materi lebih luas lagi, karena materi dalam modul ini hanya mencakup kontribusi perempuan PMI di beberapa wilayah Indonesia saja, maka dari itu masih butuh sumber yang relevan untuk melengkapi lebih banyak lagi kontribusi-kontribusi perempuan PMI di semua wilayah Indonesia. Modul ini juga masih berbasis media cetak, sehingga untuk peneliti lain dapat mengembangkan produk yang berbasis elektronik seperti e-modul dengan penyajian ilustrasi 3D yang dapat diakses melalui smartphone dengan memanfaatkan teknologi saat ini. Hal ini akan membuat siswa semakin tertarik dan termotivasi dalam belajar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ali, R.M. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: LKiS.

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Prastowo, A. 2018. Sumber Belajar & Pusat Sumber Belajar: Teori dan Aplikasinya di Sekolah/Madrasah. Depok: Prenadamedia Group.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Widja, I.G. 1989. Dasar-dasar Pengembangan Strategi serta Metode Pengajaran Sejarah. Jakarta: PPLPTK Dirjen Dikti Depdikbud.