SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BERBASIS SEJARAH LOKAL TENTANG KEBERADAAN TANAH PERDIKAN SUNAN DRAJAT UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X IIS DI MA MA'ARIF 17 TARBIYATUS SHIBYAN LAMONGAN

ANA LAILATUL HIDAYAH

Abstrak


PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BERBASIS SEJARAH LOKAL TENTANG KEBERADAAN TANAH PERDIKAN SUNAN DRAJAT UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X IIS DI MA MA’ARIF 17 TARBIYATUS SHIBYAN LAMONGAN

Ana Lailatul Hidayah, Ari Sapto Universitas Negeri Malang

E-mail: analailatulh29@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu bahan ajar yaitu buku  suplemen keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961. Dalam penelitian ini ingin mengetahui kelayakan bahan ajar dari aspek tampilan buku, isi materi dan evaluasi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode pengumpulan data mulai dari observasi, wawancara, angket validasi dan kelayakan, serta lembar tes yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar ini layak digunakan sebagai sumber belajar dengan kelayakan 91,1% pada uji coba pemakaian.

 

Kata kunci: buku suplemen, sejarah lokal, tanah perdikan, sunan drajat.

Pembelajaran sejarah merupakan suatu proses kegiatan belajar untuk memberikan pengetahuan mengenai informasi Sejarah yang terjadi di masa lalu. Pembelajaran sejarah sendiri  dirancang sebagaimana pelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan dan cara berpikir sejarah, nilai-nilai kebangsaan, serta inspirasi berdasarkan peristiwa-peristiwa sejarah, baik sejarah lokal maupun nasional. Menurut Mulyasa (2006:7) pembelajaran sejarah yang diberikan di sekolah dituntut untuk membuat siswa menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran sejarah juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mempertahankan  identitas dan karakter bangsa. Berkaitan dengan hal diatas, proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemegang peranan utama dalam proses pembelajaran sejarah, sehingga keberhasilan belajar siswa sangat ditentukan oleh peranan guru.

Pembelajaran sejarah selalu dianggap materi yang tidak penting. Hal ini terjadi karena banyak siswa yang beranggapan bahwa belajar sejarah itu tidak penting bagi kelangsungan hidup mereka. Ilmu sejarah dianggap tidak bisa bersaing dalam  berbagai hal, baik dari dunia pendidikan atau pekerjaan. Padahal ilmu sejarah adalah ilmu yang penting untuk menimbulkan rasa nasionalisme dan kepribadian yang baik dalam diri sendiri. Untuk merubah pemahaman yang selama ini berkembang mengenai pembelajaran sejarah, maka guru harus mampu mengolah situasi dan dituntut untuk memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi agar proses belajar mengajar sejarah lebih menyenangkan dan berjalan dengan baik.

Salah satu kreativitas dan inovasi  yang dapat dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran sejarah adalah dengan mengaitkan materi dan bahan pelajaran sejarah dengan peristiwa yang ada di daerah atau lingkungan sekitar tempat tinggal. Menurut Kartodirdjo (1992:22) pembelajaran sejarah harus menggunakan pendekatan lokosentris, yakni pembelajaran sejarah dengan berpijak pada sejarah lokal. Dengan demikian, disini guru akan selalu menghubungkan sejarah nasional dengan sejarah lokal dengan tujuan untuk menarik daya tarik siswa mengenai pelajaran sejarah.

Berdasarkan kurikulum 2013 yang diterapkan saat ini, matapelajaran sejarah dikelompokkan menjadi 2, yaitu matapelajaran wajib dan peminatan. Sejarah sebagai matapelajaran wajib masuk sebagai sejarah Indonesia, sedangkan untuk peminatan, sejarah dimasukkan dalam kelompok peminatan sosial yang berada satu rumpun dengan matapelajaran sosiologi, geografi, ekonomi, dan antropologi.  Dalam proses pembelajaran sejarah terdapat beberapa kendala terbesar diantaranya  minimnya fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Hal ini salah satunya adalah perpustakaan sekolah.

Menurut peneliti, salah satu sekolah yang masih belum lengkap mengenai buku sejarah adalah  sekolah MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibiyan Lamongan. Hal ini diketahui peneliti, ketika melakukan observasi dan pengamatan  pada hari kamis, 17 Mei 2018. Informasi didapatkan  ketika perbincang dengan ibu Timroatul Faiqoh, M.Si. selaku guru pamong yang mengajar matapelajaran sejarah. Berdasarkan hasil pengamatan ini peneliti memperoleh bukti bawahsanya koleksi perpustakaan sekolah masih kurang. Sumber belajar di perpustakaan ini masih didominasi oleh buku-buku paket lain, seperti buku-buku agama Islam, buku biologi, fisika dan dengan sedikit buku pegangan materi tentang sejarah.

Adapun sebagian buku-buku sejarah yang mendominasi perpustakaan, namun peneliti tidak menemukan buku khusus yang membahas tentang sejarah lokal. Hal inilah yang menjadi indikator kurang menariknya pembalajaran sejarah di sekolah MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibiyan  Lamongan. Kurangnya sumber belajar memacu minimnya pemahaman siswa terhadap potensi sejarah lokal. Sejarah lokal merupakan warisan sejarah yang perlu di lestarikan di masa modern ini. Nilai kearifan lokal yang mulai berkurang dalam kehidupan modern perlu dipertahankan agar tidak hilang dan dikemas dalam bentuk buku suplemen.

Buku suplemen merupakan salah satu tampilan buku yang sangat memudahkan siswa dalam mempelajari sejarah. Dalam buku suplemen diuraikan secara sederhana materi tentang sejarah dengan sangat rinci. Keunggulan dalam buku suplemen adalah gaya penyusunan sistematis yang memudahkan siswa dapat mencari dan memahami materi lebih tepat dan cepat sesuai yang dibutuhkan. Buku suplemen sendiri dibuat untuk melengkapi materi yang belum ada di dalam  pengangan siswa atau guru namun materinya tertera didalam KI dan KD kurikulum.Kajian ini tercakup dalam K.D (Kompetensi Dasar) 3.8 menganalisi karakterstik kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dan menunjukan contoh bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

Dalam kajian ini, penulis sengaja membahas secara mendalam salah satu sejarah lokal tentang keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat. Tanah perdikan merupakan salah satu tanah yang diberikan oleh Raden Patah pada tahun 1484 kepada Raden Qosim. Pemberian status tanah perdikan ini sebagai bentuk tanda terimakasih kepada Raden Qosim yang sudah menyebarkan agama Islam di wilayah Drajat. Status  tanah perdikan sendiri tidak berlangsung lama ditahun 1960 pemerintahan Belanda yang masih berkuasa pada waktu itu mengeluarkan sebuah UUD agraria yang menyatakan bahwa tanah yang berstatus perseorangan harus dibagi untuk kepentingan bersama sehingga pada tahun 1961 tanah perdikan bersetatus akhir sebagai tanah milik dalem keluarga Sunan Drajat. Melalui wawasan baru tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan ketertarikan terhadap pembelajaran sejarah, serta menambah wawasan mereka mengenai sejarah lokal di daerah sendiri.

Masalah dalam penelitian dan pengembangan ini dipertegas berdasarkan pada bahan ajar dan sumber buku sejarah di perpustakaan MA Marif 17 Tarbiyatus Shibyan yang sangat kurang sehingga peneliti ingin meberikan sumbangan berupa pembuatan  bahan ajar buku suplemen dengan materi tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961. Asumsi diatas dilakukan agar siswa-siswi di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibiyan bisa mendapat wawasan ilmu yang lebih luas dengan adanya sumber belajar pembelajaran sejarah khususnya materi sejarah yang berbasis lokal.

Tujuan penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk buku suplemen muatan sejarah lokal tentang Sejarah Keberadaan Tanah Perdikan Sunan Drajat sebagai bahan ajar untuk kelompok kelas X IIS sekolah MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan.

 

METODE

Penelitian dan pengembangan bahan ajar buku suplemen keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961 menjadikan siswa kelas X IIS di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibiyan menjadi objek uji coba penelitian. Metode penelitian dan pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Reseach and Development. Menurut Sugiono (2009:409) Reseach and Development atau R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kefektifan produk tersebut. Prosedur dari penelitian ini dimulai dari potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, revisi massal. Untuk menyelesaikan dan menyesuaikan dengan penelitian ini, prosedur dalam penelitian ini tidak sampai pada revisi massal namun hanya pada produk akhir, modifikasi prosedur penelitian pada bagan sebagai berikut:

Bagan 1 : Modifikasi Prosedur PenelitianResearch and Development (R&D)

(Sumber : Oleh Peneliti, 2019)

Pada tahap validasi dilakuan secara dua tahap. Petama yakni validasi materi dilakukan kepada dosen ahli materi keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1481-1961. Kemudian kedua untuk validasi bahan ajar dilakukan pada dosen ahli bahan ajar buku suplemen. Setelah tahap validasi materi dan bahan ajar dikatakan valid dan layak maka dilanjutkan pada tahap revisi jika ada masukan dari validator, setelah itu melakukan uji coba produk atau disebut uji kelompok kecil dengan mengambil responden 10 siswa kelas X IIS 1 MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibiyan. Dalam uji coba ini menggunakan metode data pre-test dan post-test serta diberikan angket untuk mengukur kelayakan bahan ajar. Pada tahap ini responden uji coba kelompok kecil jika memberikan revisian dan masukan maka selanjutnya masukan pada uji coba kelompok ini akan dilakukan guna memperbaiki produk dalam penelitian ini. Selanjutnya dilakukan uji coba pemakaian atau uji coba kelompok besar dengan responden 30 siswa kelas X IIS 2 MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibiyan, metode pengumpulan data yang digunakan sama dengan uji coba produk pada kelompok kecil. Setelah data terkumpul dan dilakukan revisi produk tahap akhir dan bahan ajar dinyatakan layak proses selanjutnya produk akhir bahan ajar dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada penelitian pengembangan ini, menggunakan tahap analisi data efektivitas produk milik Arikunto (2006:246) adalah sebagai berikut:

Keterangan:

P  = Persentasi hasil subjek uji coba

∑▒X  = Jumlah jawaban skor oleh subjek uji coba

∑▒xi  = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subjek uji coba

100% = Konstanta

Tabel 1.Kriteria Validitas Media

No. Presentase Keterangan

1 < 21% Sangat Tidak Layak

2 21% - 40% Tidak Layak

3 41% - 60% Cukup Layak

4 61% - 80% Layak

5 81% - 100% Sangat Layak

(Sumber: Arikunto, 2006:245)

 

Hasil Validasi

Materi

Validasi ahli materi dilakukan oleh Bapak Deny Yudo Wahyudi, S.Pd, M. Hum. Presentase keseluruhan item dari hasil validasi materi sebesar 88% hal ini mengindikasikan bahwa materi pada buku suplemen keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961 masuk dalam kategori sangat layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah. Namun dalam validasi ini, validator materi memberikan beberpa kritik dan saran untuk menyempurnakan media yang telah dikembangkan. Adapun kritik dan saran yang diberikan yaitu mohon perhatikan kebutuhan informasi siswa karena materi spesifik.

Tabel 2. Paparan Data Hasil Uji Validasi Ahli Materi dari Berbagai Aspek

No  Aspek  ∑▒χ  ∑▒χi  ρ

1  Kesesuaian materi sejarah keberadaan Tanah Perdikan Sunan Drajat  32  36  88 %

2  Kebahasaan  8  8  100%

3  Kesesuaian gambar  13  16  81, 25 %

Jumlah  53  60  88 %

(Sumber: Hasil Perhitungan Data Validasi Ahli Materi, 2019)

 

Bahan Ajar

Validasi bahan ajar dilakukan kepada dosen ahli yaitu Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd., M.Pd. Presentase keseluruhan item dari hasil validasi bahan ajar sebesar 87,5%hal ini mengindikasikan bahwa bahan ajar buku suplemen keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961 yang dikembangkan masuk dalam kategori valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Pada proses validasi bahan ajar ini, validator bahan ajar memberikan beberapa kritik dan saran untuk menyempurnakan media yang dikembangkan. Adapun kritik dan saran yang diberikan yaitu, sesuaikan desain revisi terakhir dari catatan sebelumnya.

Tabel 3. Paparan Data Validasi Bahan Ajar Produk Buku Suplemen dari Berbagai Aspek

No  Aspek  ∑▒χ  ∑▒χi  ρ

1  Desain Bahan Ajar Buku Suplemen  12  12  100  %

2  Materi Bahan ajar  13  16  81, 25%

3  Kebahasaan  10  12  83 %

Jumlah  35  40  87,5 %

(Sumber: Hasil Perhitungan Data Validasi Ahli Media, 2019)

 

Hasil Uji Coba

Uji Coba Produk (Kelompok Kecil)

Pada tahap uji coba ini menggunakan responden 10 siswa kelas X IIS 1. Uji coba dengan melakukan pre-test dan post-test terlebih dahulu. Selanjutnya menggunakan angket yang diisi oleh siswa. Pada uji coba kelompok kecil ini  mengalamai peningkatan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan produk bahan ajar buku suplemen keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961, rata- rata kenaikan nilai siswa adalah 40%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Pada uji coba kelayakan terdapat 10 instrumen angket yang diberikan siswa dan terbagi dalam 4 aspek penilaian. Hasil perhitungan tersebut yakni aspek tampilan buku suplemen terdiri dari 3 soal dengan skor maksimal 150 dan memperoleh skor 122, aspek penyajian materi dan gambar terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 100 memperoleh skor 84, aspek bahasa dan struktur kalimat terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 100 meperoleh skor 94, aspek penggunaan dan manfaat buku suplemen terdiri dari 3 soal dengan skor maksimal 150 memperoleh skor 133. Dari hasil uji kelayakan kelompok kecil persentase yang didapatkan sebesar 86,6%, dari hasil tersbut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak untuk digunakan. Dari hasil uji cob produk pada kelompok kecil tersebut peneliti mendapat beberapa saran perbaikan dari siswa diantaranya yaitu, tampilan buku agar dibuat lebih menarik lagi. Dari saran-saran yang diberikan oleh siswa tersebut peneliti kemudian melakukan perbaikan kembali untuk menjadikan buku suplemen lebih menarik lagi sebagai bahan ajar.

Tabel 4. Paparan  Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecildari Berbagai Aspek

No  Aspek  ∑▒χ  ∑▒χi  ρ

1  Tampilan Buku Suplemen   122  15 x 10 = 150  81, 3 %

2  Penyajian Materi dan Gambar  84  10 x 10 = 100  84 %

3  Bahasa dan Struktur Kalimat  94  10 x10 = 100  94 %

4  Penggunaan dan Manfaat Buku Suplemen  133  15x10 = 150  88,7%

Jumlah  81, 3 + 84 +94 +88,7  =  86,6%  4

(Sumber: Hasil Data Angket Siswa, 2019)

ρ =(∑▒χ)/(∑▒χi)×100%

ρ =433/500×100%  =86,6%

 

Uji Coba Pemakaian (Uji Coba Kelompok Besar)

Setelah dilakukan revisi dari hasil uji coba produk maka dilanjutkan uji coba pemakaian. Pada tahap uji coba pemakaian ini menggunakan responden 30 siswa pada kelas X IIS 2.Tahap uji coba produk ini melalui pre test dan pos test serta uji kelayakan menggunakan angket yang diisi oleh siwa. Melalui pre tes dan pos tes yang dilakukan terhadap \kelompok besar menunjukan adanya kenaikan. Hampir semuasiswa mengalamai peningkatan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan produk bahan ajar buku suplemen keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961 rata- rata kenaikan nilai siswa adalah 29%,Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Pada uji coba kelayakan terdapat 10 instrumen angket yang diberikan siswa dan terbagi dalam 4 aspek penilaian. Hasil perhitungan tersebut yakni aspek tampilan buku suplemen terdiri dari 3 soal dengan skor maksimal 450 dan memperoleh skor 404, aspek penyajian materi dan gambar terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 300 memperoleh skor 266, aspek bahasa dan struktur kalimat terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 300 meperoleh skor 279, aspek penggunaan dan manfaat buku suplemen terdiri dari 3 soal dengan skor maksimal 450 memperoleh skor 417. Dari hasil uji kelayakan kelompok kecil persentase yang didapatkan sebesar 91,1%, dari hasil tersbut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak untuk digunakan. Dari hasil uji coba produk pada kelompok kecil tersebut peneliti mendapat beberapa saran perbaikan dari siswa diantaranya yaitu, tampilan buku agar dibuat lebih menarik lagi.

Tabel 5. Paparan  Data Hasil Uji Coba Kelompok Besar dari Berbagai Aspek

No  Aspek  ∑▒χ  ∑▒χi  ρ

1  Tampilan Buku Suplemen  404  15 x 30 = 450  89,8%

2  Penyajian Materi dan Gambar  266  10 x 30 = 300  88,7%

3  Bahasa dan Struktur Kalimat  279  10 x30 = 300  93,0%

4  Penggunaan dan Manfaat Buku Suplemen  417  15x30 = 450  92,7%

Jumlah  89,8 +88,7 +93,0 +92,7  = 91,1  4

(Sumber: Hasil Data Angket Siswa, 2019)

ρ  =(∑▒χ)/(∑▒χi)×100%

ρ  =1366/1500×100% =91,1%

 

SIMPULAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan di MA Marif 17 Tarbiyatus Shibiyan Lamongan pengembangan bahan ajar buku suplemen keberadaan tanah perdikan Sunan Drajat 1484-1961 dapat disimpulkan bahwa bahan ajar tersebut masuk layak dijadikan bahan ajar, dapat dilihat darigambargrafik 1 bahwa terdapat peningkatan signifikan dari hasil pre-test dan post-test baik dar ikelompok kecil maupun dari kelompok besar, dimana dari kelompok kecil meningkat sejumlah 40% dari pre-test dengan hasil 47% dan post-test dengan hasil 87%. Sedangkan untuk kelompok besar meningkat sejumlah 29% dari pre-testd engan hasil 67% dan post-test dengan  hasil 96%.

Presentase yang didapatkan berdasarkan materi yang di uji cobakan untuk siswa kelas X IIS benar-benar materi sejarah lokal yang belum pernah di ajarkan di sekolah MA Marif 17 Tarbiyatus Shibiyan. Untuk lebih detilnya mengenai nilai pre-test dan post-test kelompok kecil dan kelompok besar dapat dilihat  pada gambar grafik 1 sebagai  berikut:

Gambar1. Grafik Pre-Test dan Post-Test Kelompok Kecil dan Kelompok Besar

(Sumber: Hasil Perbandingan Pre-Test & Post-Test Kelompok Kecil dan Besar, 2019)

 

SARAN

Berdasarkan kesimpulan diatas, saran mengenai bahan ajar ini perlu dikembangkan agar lebih baik lagi. Bahan ajar  buku suplemen ini perlu dikembangkan dengan memadukan alat teknologi. Hal ini karena banyak siswa di sekolah MA Marif Tarbiyatus Shibiyan yang menggunakan smart phone. Namun pada proses pembelajaran smart phone ini belum mendapatkan ijin dari kepala sekolah karena peraturan dalam sekolah tidak menggunakan HP dalam proses pembelajaran. Alasan ini diberikan karena menurut kepala sekolah penggunaan Hp dalam kelas belum efektif karena banyak siswa yang pada akhirnya tidak menuruti tata tertib sekolah untuk mengumpulkan pada jam pelajaran yang tidak membutuhkan Hp/ smart phone dalam proses belajar mengajar berlangsung.

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Pratik. Jakarta:Rineka Cipta.

Kartodirdjo, S. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodoloi Sejarah. Jakarta: Gramedia  Pustaka Utama.

Mulyasa. E. 2006. Kurikulum yang di Sempurnakan. Bandung: PT. Remaja

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.