SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BUKU SAKU SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI MALANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS X KPR DI SMK NEGERI 11 MALANG

Puji Astutik

Abstrak


PENGEMBANGAN BUKU SAKU SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI MALANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS X KPR DI SMK NEGERI 11 MALANG

Puji Astutik Universitas Negeri Malang

Email: puji.aastutik11@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa buku saku tentang sejarah perkembangan Islam di Malang serta mengetahui kelayakan produk buku saku dari segi aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian dan tampilan. Peneliian dan pengembangan ini menggunaan metode pengumpulan data observasi, angket validasi, wawancara, lembar tes yang dianalisis secara kuantitatif dan secara kualitatif. Hasil penlitian menunjukkan bahwa produk buku saku layak digunakan sebagai sumber belajar dengan kelayakan 91,25% dari hasil uji coba pemakaian.

 

Kata kunci: Buku Saku, Sumber Belajar, Sejarah Perkembangan Islam

Pendidikan merupakan sesuatu yang universal dan berlangsung secara terus-menerus dari generasi ke generasi selanjutnya. Upaya untuk membentuk manusia melalui pendidikan ini di selenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan dalam latar sosial budaya setiap masyarakat tertentu (Tirtarahardja & La Sulo, 2005:82). Pendidikan dapat terjadi baik di lingkungan formal maupun lingkungan non formal, pendidikan yang formal terjadi di lembaga resmi seperti sekolah, sedangkan sekolah non formal yaitu yang terjadi didalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Secara umum semua manusia mendapatkan pendidikan secara formal yang berada di sekolah. Pendidikan formal atau pendidikan di sekolah ini dibatasi dengan peraturan-peraturan yang sudah terstruktur dan berlaku di sekolah. Pembelajaran sejarah, terutama pembelajaran Sejarah Indonesia, adalah salah satu di antara sejumlah pembelajaran, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang mengandung tugas menanamkan semangat berbangsa dan bertanah air. Tugas pokok pembelajaran sejarah adalah diperlukan pembelajaran sejarah kritis dan komprehensif, pembelajaran sejarah  dirancang untuk membekali peserta didik dengan ketrampilan dan cara berfikir sejarah, membentuk kesadaran menumbuh kebangkan nilai-nilai kebangsaan, mengembangkan inspirasi, dan mengaitkan peristiwa lokal dengan peristiwa nasional dalam satu rangkaian Sejarah Indonesia (Kermendikbud, 2016:2). Faktor tunggal yang sangat penting dalam proses pembelajaran yaitu apa yang telah diketahui oleh siswa berupa materi pembelajaran yang telah dipelajari, apa yang telah dipelajari oleh siswa sehingga dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebagai titik tolak dalam mengomunikasikan informasi atau ide baru dalam kegiatan pembelajaran (Dahar, 1998:117). Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 11 Malang, alasan pemilihan tempat SMK Negeri 11 Malang ini adalah peneliti sudah pernah melakukan KPL di SMK tersebut, sebagaimana siswa terkesan pasif dalam pembelajaran terutama pembelajaran sejarah dan lebih aktif bermain gadget masing-masing, selain itu siswa lebih mementingkan pelajaran produktif atau kujuruannya. Sebagian besar sumber belajar yang digunakan oleh guru sejarah masih berupa buku paduan dari pusat yang kurang memiliki daya tarik, kurang mendorong pembelajaran siswa dan masih rancu. Tokoh-tokoh penyebar Islam di Malang seperti Ki Ageng Gribig, K. H. M. Thohir Bungkuk, Kyai Zakaria II, dan Mbah Reso banyak peserta didik yang belum mengetahuinya, hal ini disebabkan karena tidak adanya sumber yang tertulis, sehingga membuat peserta didik tidak mengetahui bahwa di Mallang juga terdapat tokoh penting dalam untuk menyebarkan Islam. Penjelasan ini berdasarkan hasil observasi awa dengan menyebarkan angket kepada peserta didik yang di lakukan di SMK Negeri 11 Malang, daftar pertanyaan yang ada dalam angket tersebut antara lain Apakah kalian menyukai pelajaran sejarah?

(1) apakah kalian pernah mendengar nama tokoh

a. Kyai Angeng Gribig,

b. K. H. M. Thohir Bungkuk,

c. Kyai Zakaria II, d. Mbah Reso.

(2) Apakah kalian tahu dari 4 tokoh tersebut?

(3) Apakah kalian pernah menggunakan buku pelajaran sejarah selain buku paket dan LKS?

 

METODE

Penelitian dan pengembangan Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang, menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakab tahapan penelitian dari model pengembangan Sugiyono (2015:409) yang meliputi Potensi dan masalah, Pengumpulan data, Desain produk, Validasi desain Revisi desain, Uji coba produk, Revvisi produk, Uji coba pemakaian, Revisi produk, dan Produk akhir. Sebelum produk diuji cobakan ke lapangan, produk divalidasikan terlebih dahulu kepada para ahli, diantaranya ahli produk dan ahli materi untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan oleh peneliti. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif, kualitatif, wawancara. Uji coba produk atau uji coba kelompok kecil dilaksanakan di SMK Negeri 11 Malang pada tanggal 21 Februari 2019 dengan subyek uji coba di kelas X KPR 2 dengan jumlah responden 9 peserta didikuntuk uji coba kelompok kecil. Sedangkan untuk uji coba pemakaian atau kelompok besar pada tanggal 26 Februari 2019 dengan subyek uji coba di kelas X KPR 3 dengan jumlah responden 31 peserta didik. Instrument pengumpulan data pada penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket observasi wawancara, dokumentasi, dan lembar pre test dan post test. Pada teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis milik Arikunto (2013:54) teknik analisis data dengan dua komponen yaitu, analisis validitas produk dan analisis efektifitas produk, analisis validasi produk menggunakan rumus sebagai berikut:

P =  X100%

Keterangan :

P : Persentase hasil subjek uji coba

∑X : Jumlah jawaban skor oleh responden

∑XI : Jumlah jawaban maksimal dalam aspek penelitian oleh responden

100% : Konstanta

Sedangkan untuk analisis validitas produk menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh Arikunto (2004:35) sebagai berikut ini:

Tabel 1 Analisis Validitas Produk

(Sumber: Arikunto. 2004:18)

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Validasi Materi

Hasil validasi materi media Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang oleh ahli materi telah selesai dilakukan pada tanggal 15 Januari 2019 dengan ahli materi yaitu Bapak Deny Yudo Wahyudi, S.Pd, M.Hum dengan hasil persentase 88,3%. Persentase tersebut mengidentifikasikan bahwa Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran sejarah dengan kriteria valid. Selain data tersebut juga terdapat saran untuk perbaikan Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang dari segi materi. Perbaikan ini akan akan menjadi dasar revisi materi dari Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang, adapun saran dan perbaikan tersebut yang disampaikan oleh ahli materi yaitu sudah bagus mohon diperhatikan keruntutan materi dengan tujuan pembelajaran.

Tabel 2 Data Hasil Validasi Ahli Materi

No Aspek ∑ ∑ P

1. Tujuan pembelajaran 10 12 83,3%

2. Penyajian materi 9 12 75%

3. Bahasa dan gambar 11 12 91,6%

4. Penyajian dan tampilan 11 12 91,6%

5. Lain-lain 12 12 100%

Jumlah 53 60 88,3%

(Sumber: Angket Validasi Ahli Materi, 2019)

Validasi Media

Tingkat Presentase Kriteria Keterangan

 81%-100% Valid Tidak Revisi

 61%-80% Cukup Valid Tidak Revisi

 41%--60% Kurang Valid Revisi

 ≤40% Tidak Valid Revisi

Validasi ahli produk telah selesai dilakukan pada tanggal 22 Januari 2019 dengan ahli produk yaitu Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd, M.Pd. yang mendapatkan persentase 81,25%. Persentase tersebut mengidentifikasikan bahwa Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang ini dapat digunakan untuk pembelajaran sejarah dengan kriteria valid. Selain itu, terdapat beberapa saran dari ahli produk untuk perbaikan Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang. Perbaikan ini akan menjadi dasar revisi Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang. Saran tersebut yang disampaikan dari ahli produk tersebut yaitu silahkan dikaji ulang untuk bentuk dan isinya jika sudah yakin bias di uji cobakan, mungkin layout nya bias disimak kembali kalau bias diperbaiki.

Table 3 Data Hasil Validasi Media

No Aspek ∑ ∑ P

1. Materi 9 12 75%

2. Bahasa dan gambar 12 12 100%

3. Penyajian dan tampilan 18 24 75%

Jumlah 39 48 81,25%

(Sumber: Angket Validasi Media, 2019)

 

Hasil Uji Coba

Uji Coba Produk (Kelompok Kecil)

Hasil uji coba kelompok kecil dengan responden 9 peserta didik kelas X KPR 2 SMK Negeri 11 Malang sudah selesai dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2019. Uji coba kelompok kecil ini dilakukan dengan melakukan pre test dan post test serta menyebarkan instrument angket meliputi 4 aspek dari 13 item pertanyaan. Dari hasil pre test dan post test yang sudah dilaksanakan dapat diketahui peningkatannya nilai yang sangat signifikan. Pada uji coba kelayakan menyebarkan angket untk diisi oleh peserta didik yang terdiri 4 aspek dari 13 pertanyaan. Aspek tersebut terdiri dari aspek materi yang memperoleh persentase sebesar 84,7% dengan kategori valid, pada aspek bahasa dan gambar memperoleh persentase sebesar 90,2% dengan kategori valid, pada aspek penyajian dan tampilan memperoleh persentase sebesar 80,5% dengan kategori cukup valid, dan pada aspek lain-lain memperoleh persentase sebesar  86,5% dengan kategori valid. Hasil keseluruhan uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 85,47%.

Tabel 4 Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil

No Aspek ∑ ∑ P

1. Materi 61 72 84,7%

2. Bahasa dan gambar 65 72 90,2%

3. Penyajian dan tampilan 87 108 80,5%

4. Lain-lain 187 216 86,5%

Jumlah 400 468 85,47%

 

Hasil Uji Coba Kelompok Besar

Uji coba pemakaian atau uji coba kelompok besar ini sudah selesai dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2019 di kelas X KPR 3 SMK Negeri 11 Malang dengan jumlah responden 31 peserta didik. Uji coba ini dilakukan dengan pre test dan post test dan juga menyebarkan instrument angket yang meliputi 4 aspek dengan 13 item pertanyaan. Kegiatan tersebut diawali dengan pre test dengan memberikan soal yang berjumlah 10 soal pilihan ganda sebelum peserta didik membaca materi dari Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang. Pada uji coba kelayakan menyebarkan angket untuk diisi oleh peserta didik yang terdiri dari4 aspek dengan 13 item pertanyaan. Adapun pada aspek materi memperoleh persentase sebesar 91,53% dengan kategori valid, pada aspek bahasa dan gambar memperoleh persentase 93,54% dengan kategori valid, pada aspek penyajian dan tampilan memperoleh persentase 90,86% dengan kategori valid, dan pada aspek lain-lain memperoleh persentase sebesar 90,59% dengan kategori valid. Hasil keseluruhan uji coba tersebut mendapatkan persentase sebesar 91,25% .

Tabel 5 Data Hasil Uji Coba Kelompok Besar

No Aspek ∑ ∑ P

1. Materi 227 248 91,53%

2. Bahasa dan gambar 232 248 93,54%

3. Penyajian dan tampilan 338 372 90,86%

4. Lain-lain 674 744 90,59%

Jumlah 1471 1612 91,25%

 

KESIMPULAN

Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan di kelas X KPR 2 dan kelas X KPR 3 SMK Negeri 11 Malang mengenai media Buku Saku Sejarah Perkembangan Islam di Malang yang memperoleh hasil sangat baik dari hasil validasi materi, hasil validasi media. Pada uji coba pemakaian dan uji coba produk juga valid untuk dijadikan sebagai media pembelajaran. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan nilai hasil pre test dan post test yang sudah dilaksanakan, baik pada kelompok kecil maupun kelompok besar.

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2004. Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis Bagi

Praktisi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Dahar. 1998. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. 2015. Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan

RnD. Bandung: Alfabeta.

 

Tirtarahardja, U. & La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta