SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK BERBASIS SEJARAH LOKAL TENTANG PALAGAN MENDALAN UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI

Muhammad Aqib Nur Habibi

Abstrak


PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK BERBASIS SEJARAH LOKAL TENTANG PALAGAN MENDALAN UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI

Muhammad Aqib Nur Habibi , Ari Sapto  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang 65145

e-mail: privatejoker32@gmail.com

 

ABSTRAK: Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran berupa Pop Up pada materi Palagan Mendalan. Media pop up digunakan untuk pembelajaran sejarah pada kelas XI MIA 1 di SMAN 1 Ngantang. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan produk media untuk pembelajaran sejarah. Media telah melalui validasi ahli materi, ahli media, uji coba produk pada kelompok kecil maupun kelompok besar. Berdasarkan validasi dan uji coba, media dinyatakan valid, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

Kata Kunci: Kelas XI, media pembelajaran pop up, Palagan Mendalan, SMAN 1 Ngantang.

ABSTRACT: This research and development produces learning media products in the form of Pop Up in Palagan Mendalan material. Pop up media is used for historical learning in class XI MIA 1 at SMAN 1 Ngantang. The purpose of the research is to produce media products for learning history. The media has gone through the validation of material experts, media experts, product trials in small groups and large groups. Based on validation and trials, the media is valid, so that it can be used in learning history.

 

Keywords: Class XI, learning media pop up, Palagan Mendalan, SMAN 1 Ngantang.

Ketika mendengar kata sejarah, di benak banyak orang selalu muncul kata bosan, monoton dan sering dihubung-hubungkan dengan cerita masa lalu yang patut untuk dilupakan. Ditambah dengan penampilan pihak penyampai materi sejarah yang kuno dan terkesan kaku semakin menambah kesan negatif pada pembelajaran sejarah. Kurangnya minat generasi muda terhadap sejarah adalah karena mereka menganggap bahwa sejarah itu kuno karena hanya mempelajari masa lalu saja. Mereka tidak menyadari bahwa kehidupan dan keseharian mereka mulai dari lahir ke dunia sampai meninggal semua itu tidak lepas dari sejarah. Selain menganggap bahwa sejarah itu kuno, mereka juga menganggap bahwa sejarah itu tidak penting dan merupakan pembelajaran yang sangat membosankan karena terlalu banyak teorinya.

Kondisi proses belajar mengajar sejarah di sekolah juga masih lebih banyak didominasi pada penekanan aspek pengetahuan sejarah. Masih sedikit kegiatan belajar mengajar yang mengacu pada keterlibatan siswa dalam proses belajar itu sendiri. Pembelajaran hanya menekankan aspek kognitif semata, kurang melibatkan siswa sehingga siswa kurang mandiri dalam belajar dan bahkan membuat siswa cenderung pasif, misalnya di ruang kelas siswa hanya diam, mendengar dan mencatat.

Melalui proses pengamatan pembelajaran sejarah di kelas XI IIS 3 SMA Negeri I Ngantang, Kabupaten Malang pada 19 Oktober 2017 dan 26 Oktober 2017, terlihat belajar hanya menggunakan buku yang disediakan dari sekolah. Berdasarkan hal di atas, peneliti merasa perlu adanya inovasi dalam pembelajaran. Salah satu inovasi dalam pembelajaran adalah dengan menciptakan atau membuat sebuah produk yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar dan mempelajari sesuatu. Singkatnya, yaitu produk yang diciptakan sebagai media pembelajaran.

Media pembelajaran merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui media pembelajaran guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Media pembelajaran dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan. Salah satu media pembelajaran adalah Pop Up Book.

Pop Up Book merupakan sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur tiga dimensi. Pop Up Book sekilas hampir sama dengan origami, dimana kedua seni ini mempergunakan teknik melipat kertas. Jenis Pop Up Book beragam dari yang sederhana hingga yang sulit dalam proses membuatnya.

Berdasarkan wawancara dengan guru pamong, pihak sekolah mendukung adanya kegiatan pengembangan media pembelajaran dalam pembelajaran sejarah, sebagai variasi, namun tidak semua Kompetensi Dasar (KD) menggunakan media pop up. Berdasarkan pertimbangan tersebut penulis akan melakukan penelitian dan pengembangan media pembelajaran dengan tujuan menghasilkan sebuah produk media pembelajaran Pop Up Book. Namun, dalam materi yang berhubungan dengan sejarah lokal. Materi yang dipilih penulis adalah KD 3.10 Kelas XI Sejarah Indonesia, Menganalisis strategi dan bentuk perjuangan Bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. KD yang bersifat nasional ini dipersempit lagi dengan terfokus di Mendalan, Kabupaten Malang.

Wilayah Mendalan merupakan tempat yang strategis untuk bergerilya. Selain itu, juga mempunyai potensi besar karena adanya pusat pembangkit tenaga listrik Nederlandsch Indische Waterkract Electrische Maatschapij (NIWEM). Pembangkit listrik ini memasok kebutuhan listrik ke Surabaya, Malang dan Kediri. Sejak musuh menduduki Surabaya dan kemudian Malang, aliran listrik ke daerah tersebut diputuskan, sehingga aliran listrik dari Mendalan hanya dialirkan ke Kediri.

Pemilihan topik tersebut diambil oleh penulis juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sejarah Kabupaten Malang, karena penulis ketika pertama kali mengunjungi Monumen Palagan Mendalan di Ngantang pada 7 Juni 2017, penulis menemui sebagian pelajar tidak mengetahui peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan monumen. Hal tersebut diperkuat dengan hasil angket yang telah disebar pada 19 Oktober 2017. Dari 29 angket, sebanyak 28 siswa menjawab tidak mengetahui latar belakang pembangunan Monumen Palagan Mendalan di Ngantang. Kemudian, dari hasil wawancara dengan guru pamong kelas XI diketahui bahwa pembelajaran di kelas tidak menyinggung tentang sejarah lokal, karena terbatasnya waktu pembelajaran yang tersedia.

Beberapa penelitian terdahulu mengenai media pop up diantaranya yang dilakukan oleh Khoiriyah (2015) dari Jurusan Sejarah FIS UM dengan judul Pengembangan Pop Up Book Berbasis Inkuiri Pada Materi Kerajaan Majapahit Untuk SMA/MA Kelas XI Sejarah Peminatan. Melalui penelitian yang telah dilakukan dikelas XI MA Negeri 2 Madiun ini diperoleh hasil dari validasi ahli materi sebesar 92,6% dan 98% dari hasil validasi ahli media, sedangkan hasil dari angket respon peserta didik dari uji coba produk (kelompok kecil) sebesar 96% dan 88% dari hasil angket respon peserta didik pada uji coba pemakaian (kelompok besar). Kesimpulan yang diperoleh dari perolehan persentase di atas yaitu media pembelajaran Pop Up Book yang dikembangkan sangat valid, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Penelitian selanjutnya yang berkaitan tentang pop up dilakukan oleh Yoga Wijaya (2017) dari Jurusan Sejarah FIS UM Universitas Negeri Malang. Penelitian yang dilakukan berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Pop Up Book sebagai Penunjang Materi Peninggalan Kebudayaan Hindu-Buddha berbasis Koleksi Museum Wajakensis Tulungagung pada Peserta Didik Kelas X MAN II Tulungagung. Pop Up Book yang dikembangkan sangat sesuai dan dapat digunakan untuk penunjang proses pembelajaran sejarah materi Hindu-Buddha Kelas X SMA/SMK/MA.

Berkaitan dengan materi pembelajaran Palagan Mendalan yang dipilih, peneliti mencoba mengumpulkan penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu antara lain yang dilakukan oleh K. H. Poernama (1975) dari Fakultas Keguruan Ilmu Sosial IKIP Malang. Penelitian yang dilakukan berjudul Pertempuran Mendalan-Kasembon Tahun 1948-1949. Selain penelitian yang dilakukan oleh Poernama, peneliti juga mengumpulkan karya dari Soemadi (1986). Soemadi merupakan komandan pasukan yang bergerilya di daerah Mendalan. Karya Soemadi berjudul Mengenang Pertempuran Lawan PKI/Madiun, Lawan Belanda di Mendalan, Waingate Pasukan Brawijaya Serta Pertempuran di Daerah Kawedanan Batu-Ngoro dan Pare Pada Tahun 1948-1949. Selain dua sumber di atas, peneliti juga mengumpulkan sumber yang ditulis oleh pihak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) yang terdapat dalam Buku Sam Karya Bhirawa Anoraga Sedjarah Militer Kodam VIII/Brawidjaja (1968).

 

METODE

Metode penelitian dan pengembangan atau dalam Bahasa Inggris disebut Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2015:297). Sukmadinata (2009:169) mendefinisikan penelitian dan pengembangan merupakan pendekatan penelitian untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Jadi penelitian pengembangan merupakan metode untuk menghasilkan produk tertentu atau menyempurnakan produk yang telah ada serta menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Ruseffendi (1994:29), penelitian pengembangan bisa memakan waktu lama, biayanya besar, melibatkan banyak orang dan sebagainya.

Peneliti melakukan penelitian dan pengembangan media pembelajaran berbentuk Pop Up Book pada mata pelajaran sejarah dengan materi sejarah lokal Palagan Mendalan, Kabupaten Malang. Tingkat kelayakan media pembelajaran Pop Up Book  dengan materi sejarah lokal Palagan Mendalan ini diketahui melalui validasi oleh ahli materi, validasi oleh ahli media dan uji coba penggunaan oleh siswa.

Prosedur penelitian yang dilakukan peneliti dalam penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall, namun dengan pembatasan. Borg & Gall (dalam Emzir, 2013:271) menyatakan bahwa dimungkinkan untuk membatasi penelitian dalam skala kecil, termasuk membatasi langkah penelitian.

Penerapan langkah-langkah penelitian dan pegembangannya disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Mengingat keterbatasan waktu dan dana yang dimiliki oleh peneliti, maka langkah-langkah tersebut disederhanakan menjadi empat langkah. Langkah penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh peneliti adalah

(1) Tahap pengumpulan data. Tahap pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran di lapangan.

(2) Tahap Perencanaan Tahap perencanaan dimulai dengan analisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar kemudian dilanjutkan dengan melakukan pembuatan desain Pop Up Book.

(3) Tahap Pengembangan Produk, tahap pengembangan produk dimulai dengan pengumpulan bahan, pengelolaan bahan dan terakhir adalah produksi. Bahan-bahan yang dikumpulkan berupa sumber lisan maupun sumber tertulis mengenai Palagan Mendalan. Setelah bahan terkumpul, dilakukan pengelolaan bahan. Kemudian, Pop Up Book siap untuk diproduksi.

(4) Tahap Validasi dan Uji Coba, Pop Up Book yang telah diproduksi, kemudian dievaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, uji coba peserta didik kelompok kecil dan kelompok besar.

Pop up divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, selanjutnya diujicobakan pada kelompok kecil dan uji pemakaian pada kelompok besar. Materi pada pop up divalidasi oleh ahli materi yaitu Dr. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum, dosen Sejarah FIS UM dan Ibu Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd., (dosen Sejarah FIS UM) sebagai validator ahli media/produk. Uji coba produk dilakukan pada 10 siswa di kelas XI MIA 1, kemudian uji pemakaian produk dilakukan pada 32 siswa di kelas XI MIA 1 SMAN 1 Ngantang.

Instrumen pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah berupa wawancara dan hasil angket. Wawancara dilakukan kepada Enik Dwiyati Basuki S.Pd, Guru Mata Pelajaran Sejarah di SMAN 1 Ngantang. Wawancara digunakan peneliti sebagai instrumen penelitian karena dianggap dapat menggali informasi lebih mendalam kondisi pembelajaran sejarah di sekolah. Wawancara ini dilakukan pada observasi awal atau pada tahap analisis kebutuhan. Instrumen kedua adalah hasil angket dari validasi ahli materi dan ahli media/produk, serta hasil angket dari uji coba produk dan uji pemakaian produk.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data berupa kritik dan saran dari lembar validasi ahli media dan ahli materi, sedangkan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang berupa skor penilaian yang didapatkan dari lembar validasi ahli dan angket media peserta didik. Berikut rumus yang digunakan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat validitas materi, media, uji coba produk dan uji pemakaian produk menurut (Arikunto, 1989:353), yaitu:

 

Keterangan:

P  : Hasil uji dalam bentuk %

∑x  : Jawaban responden dalam suatu unsur penilaian

∑xi  : Nilai ideal dalam data item

Sebagai dasar pengambilan keputusan dari perhitungan tersebut, maka digunakan kriteria kualifikasi sebagai analisis validasi media sebagai berikut:

Tabel 3.6 Kualifikasi Penelitian Validasi Media

Persentase  Kriteria  Keterangan

85,01-100,00  Sangat Valid  Dapat digunakan tanpa revisi

70,01-85,00  Cukup Valid  Dapat digunakan, perlu revisi kecil

50,01-70,00  Kurang Valid  Kurang valid, disarankan tidak dipergunakan karena perlu revisi besar

01,00-50,00  Tidak Valid  Tidak boleh dipergunakan

(Sumber: Diolah dari Akbar, 2013:42)

 

HASIL

Hasil Uji Coba Media Pop Up Palagan Mendalan

Validasi media dilakukan oleh ahli dalam materi dan media. Validasi bertujuan untuk memperoleh data berupa kualitas media pembelajaran yang dikembangkan. Setelah divalidasi, media diujicobakan pada peserta didik kelompok kecil dan kelompok besar.

 

1. Validasi Ahli Materi

Peneliti melakukan satu kali tahap validasi materi yang dilakukan pada hari Rabu, 27 Februari 2019 dengan validator materi Dr. Dewa Agung Gede Agung M. Hum. Persentase yang didapat dari validasi tersebut sebesar 83,75%, hal tersebut mengindikasikan bahwa materi dalam Pop Up Palagan Mendalan termasuk dalam kategori cukup valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah. Namun, dalam validasi ini, validator materi memberikan saran untuk penyempurnaan media yang dikembangkan. Adapun saran yang diberikan yaitu diantaranta hubungan antara deskripsi peristiwa dengan pop up dan gambar peta supaya terbaca.

 

2. Validasi Ahli Media

Ahli media yang ditunjuk dalam penelitian ini yaitu Lutfiah Ayundasari, S. Pd, M. Pd. Beliau merupakan dosen Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Persentase yang didapat dari validasi tersebut sebesar 95,83%, hal tersebut mengindikasikan bahwa materi dalam Pop Up Palagan Mendalan termasuk dalam kategori sangat valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah. Namun, dalam validasi ini, validator media memberikan saran untuk penyempurnaan media yang dikembangkan. Adapun saran yang diberikan yaitu merapikan potongan kertas karton dan pop up sehingga terlihat rapi.

 

3. Uji Coba Produk

Uji coba kelompok kecil dilakukan pada hari Selasa, 5 Maret 2019. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Ngantang, Kabupaten Malang yang dipilih secara acak, sebanyak 10 peserta didik. Persentase keseluruhan item dari validasi tersebut sebesar 79,5%, hal tersebut mengindikasikan bahwa materi dalam Pop Up Palagan Mendalan termasuk dalam kategori cukup valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

4. Uji Pemakaian Produk

Uji coba kelompok besar dilakukan pada hari Selasa, 12 Maret 2019. Uji coba kelompok besar dilakukan pada siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Ngantang, Kabupaten Malang, sebanyak 32 peserta didik. Persentase keseluruhan item dari validasi tersebut sebesar 85,15%, hal tersebut mengindikasikan bahwa materi dalam Pop Up Palagan Mendalan termasuk dalam kategori sangat valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

Revisi Produk

Revisi produk merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya perbaikan produk yang dikembangkan. Pop Up Palagan Mendalan yang dikembangkan peneliti telah melalui serangkaian revisi yang didasarkan pada kritik dan saran yang didapat dari kegiatan validasi materi, validasi media maupun uji coba lapangan.

 

1. Ahli Materi

Perbaikan bagian peta yang ada di Pop Up Palagan Mendalan. Peta yang dimaksud adalah peta Garis Status Quo dan Garis Status Quo di wilayah Pujon. Validator berpendapat bahwa kurang gambar peta terlalu kecil, sehingga gambar harus diperbesar ukurannya. Peneliti melakukan perbaikan dengan memperbesar ukuran gambar peta. Selain itu juga perbaikan bagian deskripsi pop up, Peneliti melakukan perbaikan dengan memperbesar ukuran tulisan dalam deskripsi pop up, supaya dapat terbaca dengan jelas.

 

2. Ahli Media

Dari validasi ahli media, mendapatkan saran bahwa dalam pengembangan media pop up perlu diperhatikan pemilihan ketebalan kertas serta kerapian pemotongan kertas, art paper maupun kertas karton. Kertas art paper yang digunakan merupakan kertas art paper 150 gram untuk bahan dasar buku, sedangkan bahan pop up kertas art paper 260 gram. Penggunaan kertas yang tebal bisa memudahkan dalam membuka dan menutup Pop Up Palagan Mendalan.

 

3. Uji Coba Lapangan

Uji coba lapangan yang dilakukan oleh peneliti dilakukan sebanyak dua kali, yaitu uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Tidak menutup kemungkinan masih ditemukan kekurangan pada pop up tersebut. Pada tahap penyempurnaan produk, peneliti hanya melakukan revisi pada kesalahan pengetikan yang terdapat pada pop up. Peneliti tidak melakukan revisi yang cukup besar karena pop up sudah melalui tahap revisi berdasarkan saran dari ahli materi dan ahli media.

 

PEMBAHASAN

1. Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up

Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, muatan materi di dalam media yang dikembangkan memperoleh skor 67 dari skor maksimal 80. Persentase yang diperoleh yaitu 83,75% dan termasuk dalam kriteria cukup valid. Berdasarkan hasil tersebut, Pop Up Palagan Mendalan valid untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan hasil validasi dari ahli media, media pembelajaran Pop Up Palagan Mendalan yang dikembangkan memperoleh skor 69 dari skor maksimal 72. Persentase yang diperoleh yaitu 95,83% dan termasuk dalam kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, Pop Up Palagan Mendalan valid untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

 

2. Uji Coba Produk

Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, media pembelajaran Pop Up Palagan Mendalan yang dikembangkan memperoleh persentase 79,5%, dengan kriteria cukup valid.

 

3. Uji Pemakaian Produk

Berdasarkan hasil uji coba kelompok besar, media pembelajaran Pop Up Palagan Mendalan yang dikembangkan memperoleh persentase 85,15%, dengan kriteria sangat valid.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan kajian hasil pengembangan yang telah direvisi, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

a. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan Pop Up Palagan Mendalan pada Kompetensi Dasar Menganalisis Strategi Bangsa Indonesia Mempertahankan Kemerdekaan dari Ancaman Sekutu dan Belanda untuk peserta didik kelas XI SMA/MA semester genap.

b. Hasil uji kelayakan pop up secara keseluruhan menurut ahli materi, ahli media dan uji coba lapangan kelompok kecil maupun kelompok besar adalah valid dan layak digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran.

c. Pop Up Palagan Mendalan telah melalui beberapa tahapan validasi dan uji coba yang dilakukan di kelas XI SMAN 1 Ngantang khususnya XI MIA 1. Hasil validasi Pop Up Palagan Mendalan pada masing-masing tahapan yaitu (1) persentase validasi ahli materi sebesar 83,75% dan Pop Up Palagan Mendalan dinyatakan cukup valid. (2) persentase ahli media sebesar 95,83% dan Pop Up Palagan Mendalan dinyatakan sangat valid. (3) persentase hasil uji coba kelompok kecil sebesar 79,5% dan Pop Up Palagan Mendalan dinyatakan cukup valid. (4) persentase hasil uji coba kelompok besar sebesar 85,15% dan Pop Up Palagan Mendalan dinyatakan sangat valid.

 

Saran

1. Saran Pemanfaatan

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa pembelajaran Pop Up Palagan Mendalan dapat dimanfaatkan semua pihak dalam melakukan pembelajaran untuk siswa SMA/MA. Saran pemanfaatan produk dijelaskan sebagai berikut:

a. Saran untuk Peserta Didik: peserta didik diharapkan dapat menggali dan memperluas pengetahuan tentang sejarah terutama pada materi strategi Bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 Revisi.

b. Saran untuk Guru Sejarah: guru sebelum menggunakan media pop up, perlu mempelajari dahulu materi strategi Bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda khususnya di wilayah Malang Barat. Guru juga diharapkan turut andil dalam pengembangan materi sejarah yang dapat dijadikan media pembelajaran dengan pop up.

c. Saran untuk Peneliti dan Pengembangan Media Pembelajaran: diharapkan dengan dikembangkannya media pembelajaran Pop Up Palagan Mendalan dapat memberikan inspirasi pada peneliti lain untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif.

 

2. Saran Diseminasi

Pop Up Palagan Mendalan merupakan media pembelajaran yang terhitung baru untuk peserta didik SMA/MA dalam mata pelajaran sejarah. Melalui diseminasi, produk yang dikembangkan oleh peneliti akan lebih dikenal oleh masyarakat sehingga pemanfaatannya dapat maksimal. Produk yang dikembangkan oleh peneliti ini disebarluaskan kepada guru mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Ngantang. Sebagai tindak lanjut, guru mata pelajaran sejarah menyebarluaskan kepada guru-guru yang mengajar mata pelajaran yang sama di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dengan demikian, pemanfaatan media lebih maksimal dan dapat memberikan manfaat keberlangsungan proses pembelajaran. Selain itu, dapat disebarkan juga di perpustakaan museum, misalnya Perpustakaan Museum Brawijaya, Kota Malang, sebagai upaya untuk mengenalkan produk lebih luas ke masyarakat.

 

3. Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Berdasarkan hasil uji coba produk, pengembangan produk selanjutnya diharapkan untuk melakukan hal berikut.

a. Saat menggunakan media hasil pengembangan pada kegiatan pembelajaran sebaiknya guru mempelajari dan mendalami materinya terlebih dahulu, agar saat di kelas guru sudah siap mengajar. Hal tersebut sangat penting, dikarenakan meskipun sudah ada media sebagai bahan belajar, peran guru juga sangat penting sebagai fasilitator.

b. Pengembangan media pop up, sebaiknya dilakukan juga pada Kompetensi Dasar yang lain.

c. Pengembangan media pop up, sebaiknya juga memperhatikan penambahan materi yang luas dan gambar pop up yang menarik.

 

DAFTAR RUJUKAN

Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. 1989. Manajemen Penelitian. Jakarta: Depdikbud, Dirjen PT.

Emzir. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif&Kualitatif. Jakarta:  Raja Grafindo Persada.

Khoiriyah. 2015. Pengembangan Pop Up Book Berbasis Inkuiri Pada Materi  Kerajaan Majapahit Unuk SMA/MA Kelas XI Sejarah Peminatan. Skripsi tidak  diterbitkan. Malang: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Ruseffendi. 1994. Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta  Lainnya. Semarang: IKIP Semarang.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:  Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja  Rosdakarya.

Wijaya, Y. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Pop Up Book  sebagai Penunjang Materi Peninggalan Kebudayaan Hindu-Buddha berbasis  Koleksi Museum Wajakensis Tulungagung pada Peserta Didik Kelas X MAN II  Tulungagung. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Ilmu Sosial  Universitas Negeri Malang.