SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

WATĚK DAN WANUA MASA PU SIṆḌOK TAHUN 851-869 ÇAKA: KAJIAN TOPONIMI BERDASARKAN PRASASTI

A. Fadlul Ma'arif

Abstrak


Abstrak

Pu Siṇḍok adalah raja penerus Dyah Wawa yang telah memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno ke wilayah Jawa bagian timur. Kerajaan Mataram Kuno pada masa Pu Siṇḍok sudah tentu berbeda dengan Kerajaan Mataram Kuno pada masa raja-raja sebelumnya (periode Jawa bagian Tengah). Sebagaimana persebaran prasasti-prasasti yang dikeluarkan hanya meliputi daerah-daerah di Jawa bagian timur. Kajian dan penelitian ini bersangkutan dengan Pu Siṇḍok khususnya tentang watěk dan wanua beserta letaknya.

Kata Kunci: Pu Siṇḍok, prasasti, wanua, watěk           

watěk yang disebutkan dalam prasasti masa Pu Siṇḍok tahun 851-869 Çaka; mengetahui desa-desa kuno (wanua) kekuasaan Pu Siṇḍok tahun 851-869 Çaka. Objek utama penelitian ini adalah 22 prasasti masa Pu Siṇḍok yang memuat jelas tarikh tahun dan nama Pu Siṇḍok sebagai raja. Selain itu, sumber sekunder seperti naskah sezaman, beberapa tulisan yang memuat data yang berkaitan dengan tujuan penelitian.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke lokasi beberapa prasasti yang masih in situ dan beberapa prasasti ditelusuri melalui sumber data kepustakaan. Kemudian dilakukan kritik terhadap sumber utama (22 prasasti) dan sumber pendukung yang lain untuk melihat autensitas dan kredibilitas data baik dari isi maupun kondisi fisik sumber data. Selanjutnya pengolahan data dan interpretasi, tahap ini mencakup pembuatan tabel, matrik, dan deskripsi verbal atas subjek yang dikaji. Analisis yang dilakukan dalam interpretasi menggunakan analisis toponimi. Tahap terakhir yakni historiografi, hasil akhir penelitian ini berupa sebuah tulisan yang berisi mengenai “Watěk dan  Wanua Masa Pu Siṇḍok 851-869 Çaka: Kajian Toponimi berdasarkan Prasasti”.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa watěk-watěk  yang dapat diidentifikasi sebanyak 14 watěk dandesa-desa kuno (wanua) yang dapat diidentifikasi sebanyak 64 wanua dari 137wanua. Berdasarkan persebaran prasasti yang digunakan objek penelitian, sebagian besar desa-desa kuno (wanua) masa pemerintahan Pu Siṇḍok cenderung terletak di daerah yang memiliki aliran sungai. Di dalam prasasti juga memuat informasi adanya pengelolaan air seperti pembangunan bendungan dan irigasi. Persebaran desa-desa kuno tersebut saat ini meliputi beberapa wilayah administrasi, antara lain: Nganjuk, Kediri, Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Malang.