SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN ANHISTOMAPS MEDIUM (ANDROID HISTORY MAPS) SEJARAH LOKAL HINDU-BUDDHA SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN KELAS X SMK NEGERI 2 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

Anggraeni Mahadewi Dinar

Abstrak


Anggraeni, Mahadewi Dinar.2019. Pengembangan Anhistomaps Medium (Android History Maps) Sejarah Lokal Hindu-Buddha Sebagai Penunjang Pembelajaran Kelas X  Smk Negeri 2 Boyolangu Tulungagung.Skripsi,Jurusan Sejarah,Fakultas Ilmu Sosial,Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Dr. Ari Sapto, M.Hum.

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Anhistomaps Medium, Sejarah  Lokal, Hindu-Buddha, Kabupaten Tulungagung.

Inovasi dalam pembelajaran perlu dilakukan dengan menerapkan beberapa metode dan model dalam  pembelajaran. Seperti  penerapan metode pembelajaran outdoor  pada mata pelajaran sejarah khususnya kelas X SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung. Pengembangan media peta berbasis android dibuat sebagai penunjang pembelajaran bagi siswa agar dapat belajar secara mandiri, dengan materi sejarah lokal Hindu-Buddha diwilayah Kabupaten Tulungagung. Pengembangan media dapat digunakan didalam kelas maupun pada saat pembelajaran diluar kelas (outdoor). Dimana minimnya materi pembelajaran mengenai situs-situs peninggalan Hindu-Buddha disekitar sekolah siswa, membuat peneliti termotivasi untuk menghasilkan produk Anhistomaps Medium.

Tujuan penelitian:

(1) menghasilkan produk “Pengembangan Anhistomaps Medium (Android History Maps) sejarah lokal Hindu-Buddha sebagai penunjang pembelajaran kelas X SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung”,

(2) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan produk “Pengembangan Anhistomaps Medium (Android History Maps) sejarah lokal Hindu-Buddha sebagai penunjang pembelajaran kelas X SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung”.

Pengembangan media pembelajaran mengikuti tahapan prosedur penelitian yang dikutip dari model pengembangan milik Sugiyono yang meliputi:

(1) potensi dan masalah,

(2) pengumpulan data,

(3) Desain produk,

(4) Validasi desain,

(5) Uji coba pemakaian,

(6) Revisi Produk,

(7) Uji coba produk,

(8) Revisi desain,

(9) Revisi produk,

(10) Produksi massal.

 

Sebelum melakukan uji coba media, media dibagikan melalui Whatsapp berupa link, agar siswa dapat mendownload media peta tersebut untuk digunakan pada waktu pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Produk diujicobakan pada kelompok kecil yang berjumlah 12 orang kelas X APH 1dan kelompok besar yang berjumlah 29 orang kelas X APH 2. Uji coba produk meliputi uji validasi materi, uji validasi media, melakukan pre test dan post test untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa, serta penilaian produk berupa instrumen pada kelompok kecil dan kelompok besar. Presentase data yang diperoleh dari validasi ahli materi yaitu 84%, sedangkan presentase yang didapat dari validasi ahli media yaitu 90%, disamping itu pre test dan post test untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa, hasil post test kelompok kecil  memperoleh presentase 83% pada kelompok besar memperoleh presentase87% , dan hasil uji coba penilaian produk pada kelompok kecil memperoleh presentase 87% serta hasil uji penilaian produk pada kelompok besar memperoleh presentase 86%. Berdasarkan perolehan presentase dari data uji coba produk, produk tergolong dalam kriteria sangat baik. Sehingga produk layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah.