SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pergeseran Kepemilikan Perkebunan Belanda Ke Angkatan Laut: Kecamatan Bantur Kab. Malang 1930-1970

Wicaksono Mujiburrohman

Abstrak


RINGKASAN

Wicaksono, Mujiburrohman. 2018. Pergeseran Kepemilikan Perkebunan Belanda Ke Angkatan Laut: Kecamatan Bantur Kab. Malang 1930-1970. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Ari Sapto, M.Hum

 

Kata Kunci :Perkebunan, Nasionalisasi.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh status kepemilikan tanah Bantur yang berubah-ubah setiap masanya. Tanah yang asal mulanya adalah hutan belantara yang kemudian dibuka lahan oleh Kyai Radiman pada tahun 1830. Pada tahun 1930 pemerintah Hindia Belanda membuat kebijakan pembukaan lahan terhadap hutan belantara termasuk daerah Bantur. Saat Belanda Menguasai daerah tersebut mengalami kemajuan di sektor perkebunannya walaupun mengalami naik turun terhadap nilai produksi. Setelah tahun 1942 Jepang mengalahkan belanda dan menguasai Indonesia, melakukan hal yang sama akan tetapi mereka mempunyai kebijakan sendiri yang hanya bertahan 3,5 tahun. Akhirnya pada 1945 Indonesia Merdeka dan status perkebunan menjadi rawan konflik, hal tersebut membuat pemerintah melakukan nasionalisasi dan memasukkan beberapa kebijakan yang dianggap menjadi jalan tengah antara pemerintah dan masyarakat petani.

Berdasarkan peristiwa yang muncul di daerah Bantur memunculkan permaslahan yang diteliti adalah

(1) bagaimana sejarah dan latar belakang perkebunan yang ada di Bantur,

(2) bagaimana proses berubahnya status kepemilikan tanah dari masa ke-masa,

(3) apa dampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah Kuntowijoyo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Obsevasi danlibrary research. Sumber dari penelitian berupa :

a) arsip,

b) oral history terhadap pelaku sejarah,

c) data pustaka,

d) suratkabar (koran, majalah, surat kabar), sedangkan sumber sekunder berasalkan dari data pustaka seperti buku, danpenelitian terdahulu yang setema dengan topik penulis.

Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan berupa kesimpulan yakni :

(1) Sejarah perkebunan yang ada di Bantur sudahlah dimulai sejak tahun 1830 oleh Kyai Radiman yang selanjutnya diteruskan oleh berbagai pihak sehingga mampu menjadi kawasan pemukiman dengan lahan perkebunannya yang luas,

(2) dari masa ke-masa perkebunan paling maju saat jaman pemerintah Hindia Belanda, semakin lama perkebunan semakin mengalami penurunan dan baru jaya kembali setelah orde baru,

(3) seharusnya masyarakat Bantur bisa memanfaatkan kebijakan setelah pemerintah melakukan nasionalisasi, akan tetapi banyak faktor yang kurang mendukung hal tersebut yang menjadikan perkebunan butuh waktu lama untuk Berjaya kembali. Pemerintah melakukan nasionalisasi dan memutuskan agar tanah seluas 4800 Ha bisa dikelola masyarakat tanpa sertifikat.

 

Saran dari penulis adalah harapan terkait bertambahnya penelitian terhadap sejarah lokal, karena tak banyak orang yang mengetahui sejarah daerah tidak seperti sejarah nasional. Semoga penulisan terhadap sejarah local semakin bertambah, agar sejarah nasional semakin kaya akan pengetahuan.