SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Muatan Nilai Nasionalisme Etnis Dalam Tembang Dolanan Anak Jawa (1861-1939)

Aditya Fajar Utama

Abstrak


Tembang dolanan lebih dikenal sebagai lagu yang biasa digunakan sebagai media bermain, khususnya bagi anak-anak di Pulau Jawa. Tembang dolanan bagi anak Jawa tak serta merta hanya difungsikan sebagai media bermain, tetapi lebih dari itu tembang dolanan memiliki muatan edukatif yang juga berfungsi sebagai identitas dan penanda bagi kebangkitan dan eksistensi budaya Jawa. Tembang dolanan sebagai salah satu bagian dari tradisi lisan masyarakat Jawa, semakin menguat fungsi dan perannya pada awal abad ke XX sebagai media pendidikan sekaligus sebagai media kritik terhadap realitas sosial yang terjadi.

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis muatan pendidikan nasionalisme yang terdapat dalam tembang dolanan anak Jawa, khususnya yang memuat realitas  historis pada kisaran awal abad ke XX. Penelitian ini terfokus ke dalam dua rumusan masalah, yaitu:

1) Bagaimana kondisi sosial budaya masyarakat Jawa pada masa Pakubuwana IX hingga Pakubuwana X, dan

2) Bagaimana muatan nilai nasionalisme dalam tembang dolanan anak Jawa yang berkembang pada awal abad ke-20.

Sistematika dalam penulisan penelitian ini mengacu pada suplemen penulisan skripsi bidang Ilmu Sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik (intern dan ekstern), interpretasi dan historiografi. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi serta melalui kajian kepustakaan beberapa serat. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kritik dan perbandingan data dengan sumber data lain yang relevan dengan penelitian ini.

Penelitian ini menghasilkan;

(1) Analisis mengenai kehidupan sosial masyarakat Jawa pada masa Pakubuwana IX hingga Pakubuwana X yang tengah mendapat penetrasi politik pemerintah kolonial. Di kelas atas, penetrasi politik pemerintah Belanda berpengaruh terhadap gaya hidup para priyayi Jawa dan di kelas wong cilik, hilangnya pengaruh kekuasaan raja dan penguasa lokal di bidang politik menjadikan rakyat mencari alternatif patron lain. Pengayoman raja tidak dapat diharapkan lagi, sehingga rakyat lari kepada mitologi.

(2) Analisis terhadap bentuk dan fungsi dari tembang dolanan anak Jawa beserta nilai nasionalisme etnis yang terkandung di dalamnya. Pada akhirnya didapat suatu kesimpulan bahwa muatan pendidikan nasionalisme yang terdapat dalam tembang dolanan anak Jawa lebih berorientasi pada konsep nasionalisme etnis dengan tujuan utama mengembalikan eksistensi nilai dan budaya Jawa yang kian luntur akibat interaksi dan penetrasi Belanda terhadap kraton dan turut berpengaruh kepada masyarakat yang menjadi naungannya.