SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL ELEKTRONIK BERBASIS 3D PAGEFLIPTENTANG PERANANMR.ASSAAT DATUK MUNDO DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (1946-1950) UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 3 SMAN 1 SITUBONDO

Ilham Yudha Pradana

Abstrak


PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS 3D PAGEFLIP TENTANG PERAN MR. ASSAAT DATUK MUNDO DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (1946-1951)

Ilham Yudha Pradana, Dr. Ari Sapto, M.Hum Universitas Negeri Malang

E-mail: ilhamyudhapradana@gmail.com, ari.sapto.fis@um.ac.id

 

ABSTRAK:

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk e-modul berbasis 3D Pageflip sebagai bahan ajar untuk siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Situbondo. Peneltian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono. Produk e-modul berbasis 3D Pageflip telah melalui tahap validasi yang menunjukkan hasil sebesar 91,66% dan masuk kategori valid. Tahap selanjutnya yaitu validasi media dengan persentase sebesar 89,58% dan masuk kategori valid. Tahap terakhir uji coba kelompok kecil dengan persentase 82% dan meningkat pada uji coba lapangan (kelompok besar) dengan persentase sebesar 86% yang dinyatakan valid. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa pengembangan e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) telah valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.

 

Kata Kunci: Pengembangan, e-modul, Mr. Assaat

ABSTRACT:

This research aimed to produce pageflip-based 3D e-module as teaching material for XI grade students of social science in SMA Negeri 1 Situbondo. The research and development methods that was proposed by Sugiyono was used for the methodology of this reseacrh. Pageflip-based 3D e-module products have gone through a validation step that shows results of 91.66% which is in the valid category. The next step was media validation with a percentage of 89.58% which is valid. The last step was a small group trial with a percentage of 82% and it increases on the field trials (large groups) with a percentage of 86% which is declared valid. Based on the results, it was concluded that the development of e-modules about the role of Mr. Assaat in maintaining Indonesia's independence (1946-1951) was valid and appropriate to use on the learning process in history class.

 

Keyword: Development, e-module, Mr. Assaat

Mata pelajaran sejarah di sekolah cenderung kurang menarik dan membosankan bagi siswa. Menurut Hariyono (1995:143) pengajaran sejarah di sekolah sering dilakukan kurang optimal sehingga menyebabkan pelajaran sejarah dianggap sangat mudah dan digampangkan. Masalah-masalah dalam pembelajaran dapat menghambat tujuan pembelajaran. Banyak masalah yang bisa terjadi seperti model pembelajaran yang menjadikan guru sebagai sumber pengetahuan utama dalam kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran bukan hanya kegiatan guru dalam menyampaikan materi dan tugas-tugas di dalam kelas saja, melainkan proses terjadinya interaksi antara guru, siswa dan sumber belajar. Interaksi dalam pembelajaran menjadi salah satu ciri utama kegiatan belajar. Guru sebagai fasilitator memiliki peran sangat penting dalam pengembangan potensi siswa dalam pembelajaran. Penggunaan media serta bahan ajar yang tepat dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang komprehensif sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Menurut National Center for Competency Based Training dalam (Prastowo, 2015:16) bahan ajar adalah segala bentuk bahan baik tertulis maupun tidak tertulis yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia pendidikan mengalami kemajuan yang pesat dan berdampak positif, khususnya dalam pembelajaran. Perkembangan teknologi ini menciptakan banyak inovasi bahan ajar yang canggih dan menarik. Sehingga dengan perkembangan tersebut, siswa dapat belajar di manapun, kapanpun dan dengan siapapun sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Saat ini teknologi dapat menjadi alat pendorong kearah kemajuan bangsa. Pada era milenium ini gadget telah menjadi gaya hidup di setiap lini kehidupan masyarakat. Gadget yang kini sudah menjadi kebutuhan masyarakat memiliki nilai manfaat yang lebih dan memiliki banyak manfaat yang bisa digunakan dalam dunia pendidikan. Menurut Abdillah dalam (Yohannes, 2018:49) mengungkapkan bahwa guru sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.

Pada proses pengukuran kebutuhan awal, peneliti melakukan observasi ke SMA Negeri 1 Situbondo pada tanggal 28 September 2018. Data yang diperoleh berupa data angket pengisian untuk 10 orang siswa, dan data wawancara dengan beberapa orang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Situbondo, serta data wawancara dengan guru mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Negeri 1 Situbondo. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru sejarah SMA Negeri 1 Situbondo pada tanggal 28 September 2018 diperoleh data bahwa rata-rata siswa di SMA Negeri 1 Situbondo telah memiliki gadget/smartphone, pc,dan laptop. Akan tetapi, alat-alat tersebut hanya digunakan siswa untuk sosial media dan bermain game. Alat-alat tersebut jarang dioptimalkan untuk pelajaran khususnya pelajaran sejarah. Siswa hanya menggunakan gadget dalam pembelajaran apabila disuruh guru untuk browsing dan tidak ada kemauan sendiri untuk menggunakan gadget secara efektif. Untuk itu, perlu dikembangkan pengembangan yang dapat diakses siswa menggunakan gadget sehingga pembelajaran sejarah dapat berlangsung dengan menarik dan efisien. Peneliti menawarkan pengembangan e-modul hal ini dikarenakan cocok dengan keadaan dimana kurang adanya bahan ajar yang dapat memanfaatkan teknologi yang digunakan oleh siswa. E-modul merupakan modul yang ditransformasikan penyajiannya ke dalam bentuk elektronik (Ghalifah, 2015:149).

Selain wawancara, peneliti juga menggunakan data angket untuk siswa. Data angket ini bertujuan untuk mengetahui pendapat siswa mengenai proses pembelajaran sejarah di kelas. Selain itu, data angket bertujuan untuk mengetahui seberapa paham siswa tentang materi yang akan terdapat dalam e-modul yang dikembangkan. Berdasarkan angket yang telah diisi siswa menyatakan bahwa pembelajaran sejarah di kelas jarang menggunakan bahan ajar selain buku induk. Guru hanya mengandalkan buku induk dan tidak pernah memakai sumber belajar yang lain. Selain iu, Pemahaman siswa tentang materi yang akan dibahas dalam pengembangan e-modul juga turut diisi. Hasil yang didapatkan yakni rata-rata siswa belum tahu atau mengenal siapa tokoh Mr. Assaat tersebut.

Dari kegiatan wawancara dengan Ibu Raoda sebagai guru sejarah SMA Negeri 1 Situbondo, peneliti juga memperoleh informasi seperti kurangnya bahan ajar dan sumber belajar inovatif yang dimiliki sekolah, perbendeharaan yang dimiliki pihak sekolah sangat rendah, serta buku induk siswa menjadi buku utama. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan sumber belajar selain buku induk sangatlah terbatas. Dalam sesi wawancara, guru menyampaikan pula kendala yang sering dihadapi dalam proses pembelajaran seperti siswa kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, dan tingginya ketergantungan siswa terhadap gadget.

Dari hasil wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa siswa kelas XI SMA Negeri 1 Situbondo rata-rata sudah memiliki gadget, pc, laptop, smartphone namun penggunaan alat-alat tersebut hanya sebatas fasilitas pribadi siswa yang berfungsi sebagai alat bersosialisasi dengan teman di dunia maya, browsing apabila mendapat instruksi dari guru, sedangkan penggunan teknologi tersebut sebagai bahan ajar masih sangat minim di kelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi sebagai bahan ajar untuk siswa masih sangat minim. Materi dari e-modul yang akan dikembangkan yakni materi tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam Kurikulum 2013 revisi 2016, materi yang dipilih berkaitan dengan KD 3.10 dan 4.10 mata pelajaran Sejarah Indonesia kelas XI. Adapun KD 3.10 dan 4.10 menuntut siswa dapat menganalisis strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Alasan dipilihnya materi tersebut berdasarkan dari data hasil penyebaran angket yang dilakukan pada tanggal 28 September 2018.

Berdasarkan hasil pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-modul sejarah dengan materi peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) di SMA Negeri 1 Situbondo perlu dikembangkan dengan harapan produk yang dikembangkan mampu menjadi bahan ajar atau sumber belajar alternatif yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sejarah baik di luar maupun di dalam kelas, serta dapat mengarahkan siswa untuk memanfaatkan teknologi secara efektif, dan menambah perbendaharaan ilmu di luar buku induk, dan buku-buku yang lainnya. E-modul yang akan dikembangkan oleh peneliti akan dibuat dengan menggunakan aplikasi berbasis 3D Pageflip. 3D PageFlip adalah suatu software yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan ajar berbentuk digital. Software ini mampu mengubah bahan ajar berbentuk PDF menjadi exe, zip, html, 3DP, screensaver, apk, dan lain-lain (Amalia, 2011:28). E-modul berbasis 3D Pageflip  dipilih karena cara pembuatannya yang mudah. Di dalam e-modul ini dapat menyisipkan gambar, audio, dan video sebagai fitur pendukungnya.

Tujuan dari penelitian dan pengembangan e-modul ialah mengembangkan dan menghasilkan produk berupa e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951).

 

METODE

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono, hal ini dikarenakan model pengembangannya dilakukan revisi hingga tiga kali sehingga produk yang dihasilkan akan lebih maksimal. Berikut metode penelitiam dari Sugiyono.

 

1. Potensi dan Masalah

Penelitian selalu berangkat dari adanya potensi dan masalah (Sugiyono, 2010:409). Potensi merupakan segala sesuatu yang apabila didayagunakan akan memilki nilai tambah, sedangkan maslaah adalah adanya kepentingan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Dalam hal ini peneliti mencari suatu permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Situbondo.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada 22 September 2018, peneliti melihat adanya potensi dari beberapa hal yaitu, pertama perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pada masa sekarang rata-rata hampir setiap orang memiliki apa yang disebut gadget/smartphone. Kedua, masih berkaitan denagn perkembangan IPTEK. Siswa menggunakan gadget untuk bermain game ataupun sosial media. Siswa baru mencari sumber-sumber materi pelajaran apabila ada arahan dari guru. Berdasarkan masalah-masalah tersebut mengenai potensi dan masalah yang ada dikalangan peserta didik, peneliti mengkolaborasikan kedua hal tersebut dengan membuat sebuah produk. Peneliti memiliki pemikiran untuk memasukkan materi mata pelajarann sejarah ke dalam sebuah aplikasi elektronik modul berbasis 3D Pageflip. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran sejarah.

 

2. Pengumpulan Data

Setelah potensi dan masalah ditunjukkan secara faktual, selanjutnya dikumpulkan berbagai sumber informasi yang dapat digunakan sebagai bahan perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Hal ini diperlukan metode penelitian tersendiri yang akan digunakan dalam penelitian sesuai permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai (Sugiyono, 2010:441).

Data dan informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini berasal dari laporan penelitian terdahulu, observasi dan wawancara ke sekolah untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam pemelajaran di sekolah. Rata-rata masalah yang dihadapi siswa hampir sama, yaitu rendahnya motivasi belajar siswa tehadap mata pelajaran sejarah. Selain itu, kurangnya penggunaan bahan ajar selain buku induk dalam mendukung proses pembelajaran sejarah di kelas.

 

3. Desain Produk

Penelitian dan pengembangan yang dibuat oleh peneliti termasuk penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk berupa bahan ajar untuk pembelajaran sejarah. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa bahan ajar pembelajaran sejarah yang bernama e-modul atau elektronik modul. Dalam pembuatan bahan ajar ini, peneliti menggunakan aplikasi 3D Pageflip. Langkah-langkah dalam pembuatan produk e-modul ini ialah:

1) Pembuatan modul berdasarkan materi tentang peranan Mr. Assaat Datuk Mundo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam rancangan pertama yang dilakukan adalah pembuatan desain sampul, materi dalam bentuk world dan selanjutnya diubah dalam bentuk PDF.

2) Pada tahap kedua pembuatan modul yakni materi yang sudah dalam bentuk PDF dimasukkan dalam aplikasi 3D Pageflip. Dalam aplikasi 3D Pageflip dilakukan proses editing dengan menambahkan video, animasi, ataupun musik.

 

4. Uji Coba Produk

Validasi desain merupakan proses atau kegiatan untuk menilai rancangan produk. Validasi produk dapat dilakukan dengan menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman dalam bidangnya untuk menilai rancangan tersebut. Validasi ini dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari produk yang dihasilkan nantinya (Sugiyono, 2010:414).  

Dalam penelitian dan pengembangan produk bahan ajar e-modul ini, peneliti menghadirkan ahli-ahli yang berkompeten dalam bidangnya untuk melakukan validasi terhadap produk yang dikembangkan. Untuk ahli validasi  materi adalah Bapak Najib Jauhari, S.Pd, M.Hum dan untuk ahli validasi media adalah Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd, M.Pd. Ahli validasi materi dan media merupakan dosen Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.

 

5. Revisi Desain

Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi pakar dan tenaga ahli, maka akan diketahui kekurangan dan kelebihan dari desain tersebut. Kelemahan dan kekurangan dasain selanjutnya diperbaiki oleh peneliti.

 

6.Validasi Desain

Uji coba produk dlam bidang pendidikan dapat langsung diujicobakan setelah melalui tahap revisi dan validasi. Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi penggunaan produk tersebut, keudian diujicobakan ke kelompok terbatas. Tujuan dilakukannya pengujian ini yaitu untuk mendapatkan apakah pembelajaran dengan produk tersebut lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan produk tersebut. Pengujian ini dapat dilakukan dengan eksperimen, yaitu membandingkan pembelajaran yang lama tanpa menggunkan produk dengan pembelajaran yang baru, yaitu dengan menggunakan produk. Indikator efektivitas produk baru tersebut adalah pekecepatan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran sejarah meningkat, peserta didik semakin kreatif, aktif dan motivasi belajar siswa meningkat (Sugiyono, 2010:415).

 

7. Revisi Produk

Pengujian keefektivitasan produk pada uji coba kelompok terbatas untuk mengetahui efektif tidaknya penggunaan produk. Sehingga apabila produk telah memenuhi indikator keefektivitasan produk, produk tersebut dapat diberlakukan di kelompok yang lebih luas. Akan tetapi bila keefektivitasan produk belum terpenuhi maka perlu dilakukan revisi ulang.

 

8.Uji Coba Pemakaian

Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan setelah dilakukannya revisinmaka selanjutnya produk yang berupa e-modul dapat diterapkan dalam lembaga pendidikan. Produk tersebut masih harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna perbaikan lebih lanjut (Sugiyono, 2010:426). 

 

9. Revisi Produk

Revisi produk ini dilakukan apabila dalam uji coba pemajaian dalam lembaga pendidikan terdapat kelemahan dan kekurangan. Dalam uji pemakaian, alangkahbaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam pembelajaran. Hal itu dilakukan untuk menyempurnakan produk.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Produk yang dikembangkan pada penelitian ini berupa produk e-modul dengan materi peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951), yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar 3.10 yang terdapat pada kurikulum 2013 revisi, yaitu  Menganalisis strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Kompetensi dasar tersebut kemudian dikembangkan menjadi 2 indikator yang telah disesuaikan dengan keperluan belajar.

Penyajian data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan produk e-modul ini yakni terdiri dari produk yang dihasilkan, data hasil validasi ahli materi, data hasil validasi ahli media, angket siswa pada uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (kelompok besar). Berikut adalah sajian data mengenai penelitian dan pengembangan e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951).

 

1.Produk yang Dihasilkan

E-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) yang dikembangkan berdasarkan Kompetensi Dasar 3.10 yang terdapat pada kurikulum 2013 revisi, yaitu  Menganalisis strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Kompetensi dasar tersebut kemudian dikembangkan menjadi 2 indikator yang telah disesuaikan dengan keperluan belajar. Berdasarkan hal tersebut, isi dari e-modul ini lebih khusus membahas mengenai peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

2.Data Hasil Uji Validasi Materi

Uji validasi materi dilakukan pada tanggal 11 Desember 2018. Uji validasi materi dilakukan dengan bapak Najib Jauhari, S.Pd, M.Hum sebagai validator materi. Beliau merupakan dosen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Materi pokok yang dikembangkan dalam produk ini adalah tentang “Peran Mr. Assaat Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia (1946-1951)”.

Berdasarkan perhitungan rekapitulasi uji validasi materi oleh ahli materi, dapat diketahui bahwa jumlah skor yang diperoleh adalah 44 dan jumlah skor maksimal adalah 48, sehingga persentase hasil uji coba validasi ahli materi yaitu 91,66%. Berdasarkan jumlah persentase hasil validasi materi, dapat disimpulkan bahwa materi dalam e-modul ini telah valid untuk digunakan.

 

3. Data Hasil Uji Validasi Media

Uji validasi media dilakukan pada tanggal 25 Januari 2019. Uji validasi media dilakukan dengan bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd, M.Hum sebagai validator media. Beliau merupakan dosen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Validasi media pada penelitian dan pengembangan e-modul tentang Peran Mr. Assaat Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia (1946-1951).

Berdasarkan perhitungan rekapitulasi uji validasi media oleh ahli media, dapat diketahui bahwa jumlah skor yang diperoleh adalah 43 dan jumlah skor maksimal adalah 48, sehingga persentase hasil uji coba validasi ahli media yaitu 89, 58%. Berdasarkan jumlah persentase hasil validasi media, dapat disimpulkan bahwa e-modul ini telah valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.

 

4. Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil

Uji coba kelompok kecil pada produk berupa e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) dilakukan pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Situbondo pada hari rabu 30 Januari 2019 di ruang kelas dengan melibatkan 10 orang siswa yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, diperoleh skor yaitu 41, sedangkan jumlah skor maksimal adalah 50, sehingga menunjukkan persentase sebesar 82%. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.

 

5. Data Hasil Uji Coba Lapangan (kelompok besar)

Uji coba kelompok besar pada produk berupa e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) dilakukan pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Situbondo pada hari rabu 6 Februari 2019 di ruang kelas dengan melibatkan 33 orang siswa. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, diperoleh skor yaitu 43, sedangkan jumlah skor maksimal adalah 50, sehingga menunjukkan persentase sebesar 86%. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.

 

PENUTUP

Kesimpulan

Penelitian dan Pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951). Tujuan dibuatnya e-modul ini adalah untuk melengkapi dan memperkaya materi yang ada pada buku induk. selain itu, maraknya penggunaan gadget di sekolah membuat peneliti memberikan solusi dengan menawarkan produk berupa e-modul yang dapat memaksimalkan penggunaan gadget secara efektif.

E-modul yang dibuat tersaji dalam berbagai bentuk seperti apk, exe, ataupun html. Pembagian e-modul ini dengan menggunakan bluetooth, shareit, dan google drive. E-modul yang sudah terkirim di masing-masing gadget bisa dipasang dan di instal serta dibuka kemudian digunakan sebagai bahan ajar. Untuk membuat e-modul lebih menarik, peneliti melengkapinya dengan gambar yang terkait dengan materi. Selain itu, peneliti juga memberikan video untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi. E-modul ini sangat mudah digunakan dimanapun dan kapanpun untuk belajar. Manfaat e-modul bagi siswa diantara lain mudah dibawa kemana-mana karena tersimpan dalam gadget masing-masing siswa. Dengan menggunakan e-modul ini siswa dapat belajar dimana saja, tidak harus di dalam kelas.

E-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) telah melalui uji validasi. Uji validasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu uji validasi materi oleh bapak Najib Jauhari S.Pd, M.Hum dan validasi media oleh bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd, M.Pd. Hasil uji validasi ahli materi menunjukkan rata-rata persentase 91,66% sedangkan untuk hasil uji validasi ahli media rata-rata persentase yang diperoleh yaitu 89,58%.

Tahapan yang dilakukan setelah validasi materi dan media ialah uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (kelompok besar). Uji coba kelompok kecil dilakukan pada kelas XI IIS 3 SMA Negeri 1 Situbondo dengan responden berjumlah 10 siswa yang dipilih secara acak oleh peneliti. Uji coba produk menggunakan angket penilaian terdiri dari 10 pernyataan yang diberikan kepada siswa. Pada uji coba kelompok kecil ini, diperoleh persentase sebesar 82%. Pada tahap selanjutnya, dilakukan uji coba lapangan (kelompok besar) dengan diikuti 33 orang siswa kelas XI IIS 3 SMA Negeri 1 Situbondo. Pada uji coba lapangan (kelompok besar) diperoleh persentase sebesar 86%. Dapat disimpulkan bahwa produk e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) valid dan layak digunakan.

 

Saran

1. Saran Pemanfaatan

Saran pemanfaatan pengembangan produk e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) adalah sebagai berikut.

 

a. Bagi siswa/peserta didik

Pengembangan produk e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa lebih dalam serta dapat menambah sumber belajar yang dimiliki siswa.

 

b. Bagi guru/pendidik

Produk e-modul sebagai bahan ajar diharapkan dapat menambah bahan ajar yang dimiliki guru serta dapat memfasilitasi dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran sejarah dapat dioptimalkan.

 

2. Saran Diseminasi

Produk e-modul tentang peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951) dapat digunakan dalam proses pembelajaran sejarah khususnya di kelas XI SMA sebagai pelengkap sumber-sumber lain seperti buku induk Penyebarluasan produk e-modul ini diharapkan tidak terbatas pada satu sekolah saja untuk uji coba produk melainkan seluruh sekolah bisa menggunakan produk e-modul yang dikembangkan. Harapan peneliti produk ini bisa didaftarkan di aplikasi playstore sehingga dapat diunduh oleh semua kalangan serta materi bisa dikembangkan tidak hanya terpaku pada satu materi saja.

 

3. Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Dalam mengembangkan penelitian lebih lanjut, peneliti memiliki beberapa saran antara lain produk e-modul ini bisa lebih baik dan lebih agar dapat menarik minat siswa dalam belajar sejarah. Selain itu, produk e-modul bisa di upload di playstore agar dapat digunakan semua kalangan yang berminat belajar sejarah, karena jika di upload di playstore, produk e-modul dapat diunduh oleh semua orang serta dapat menyebarkan aplikasi yang positif dan bermanfaat seperti e-modul dengan materi peran Mr. Assaat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1951).

 

DAFTAR RUJUKAN

Amalia, R. 2015. Pengembangan Buku Pintar Elektronik (BPE) Berbasis 3D Pageflip pada Tema Cita-citaku kelas IV di SDIT Al-Kamilah 01 Banyumanik. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: TP Unnes

Ghaliyah, S., Bakri, F., Siswoyo. 2015. Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Model Learning Cycle 7E Pada Pokok Bahasan Fluida Dinamik Untuk Siswa SMA Kelas XI. Prosiding Seminar Nasional Fisika. 4(4): 149- 154. Dari http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/prosidingsnf/article/view/4998

Hariyono. 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Prastowo, A. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif:Mencipatakan Metode Pembeljaran Yang Menarik Dan Menyenangkan. Yogyakarta: Diva Press.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

 

Yohannes, MJ. 2018. Dampak Teknologi Terhadap Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 10 (1), 1-136. Dari http://ejournal.stkipsantupaulus.ac.id